TVRINews - Berlin, Jerman

Florian Wirtz bicara tentang performanya bersama Jerman, kenangan Piala Dunia masa kecil, target pribadi di Piala Dunia 2026, hingga harapannya bersama Die Mannschaft.

Florian Wirtz akan menjalani debutnya pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, 11 Juni-19 Juli 2026. Gelandang serang berusia 23 tahun itu datang ke turnamen sebagai salah satu tumpuan utama Timnas Jerman dalam upaya meraih trofi kelima. Setelah sempat absen pada Piala Dunia sebelumnya akibat cedera, pemain Liverpool tersebut kini berada dalam kondisi terbaik dan siap memimpin Die Mannschaft.

Bagi Wirtz, Piala Dunia 2026 bukan sekadar debut di panggung terbesar sepak bola. Turnamen ini juga menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya siap menjadi motor baru Jerman setelah era pemain-pemain senior berlalu. Dengan kepercayaan diri yang sedang tinggi dan performa yang terus menanjak, Wirtz berharap bisa mengantar Die Mannschaft kembali bersaing di puncak dunia.

Dalam wawancara yang dikutip dari FIFA.com, gelandang Liverpool ini berbicara tentang performanya bersama Jerman, kenangan Piala Dunia masa kecil, target pribadinya di Piala Dunia 2026, hingga harapannya membawa Jerman kembali menjadi kekuatan besar di panggung dunia. Berikut petikannya:

Florian, apakah pertandingan melawan Swis dalam uji coba 27 Maret lalu merupakan penampilan terbaik Anda bersama Jerman sejauh ini (Jerman menang 4-3 dan Florian Wirtz mencetak dua gol)?

Itu jelas malam yang sangat bagus bagi saya secara pribadi, tetapi yang lebih penting adalah hasil positif untuk tim secara keseluruhan. Sebelum pertandingan, saudara saya mengirim pesan bahwa saya akan mencetak dua gol. Saya membalas, “Ya, tentu saja,” tetapi sebenarnya saya tidak terlalu percaya. Jadi rasanya luar biasa ketika itu benar-benar terjadi.

Piala Dunia tahun ini sudah semakin dekat. Apa arti turnamen itu bagi Anda?

Tidak ada yang lebih besar daripada Piala Dunia. Itulah yang selalu Anda impikan saat masih kecil. Jika saya benar-benar bermain di turnamen tahun ini, yang tampaknya sangat mungkin terjadi, maka itu akan menjadi mimpi masa kecil yang menjadi kenyataan. 

Saya sebenarnya masuk dalam rencana tim menjelang Piala Dunia 2022 di Qatar, tetapi kemudian mengalami cedera. Turnamen tahun ini datang pada waktu yang tepat karena saya merasa sangat tajam secara fisik dan permainan. Saya benar-benar tidak sabar menantikannya.

Waktu kecil, edisi Piala Dunia pertama yang Anda ingat adalah yang mana?

Saya rasa Piala Dunia 2010 (Afrika Selatan). Setidaknya itu adalah turnamen pertama yang benar-benar saya ingat dengan jelas. Saya menonton pertandingan bersama teman-teman atau di tengah keramaian di jalan. 

Piala Dunia adalah ajang yang luar biasa karena mempertemukan begitu banyak negara berbeda. Selain itu, suasananya di Jerman selalu sangat spesial karena seluruh negeri mendukung tim nasional.

Apa kenangan Anda tentang keberhasilan Jerman menjuarai Piala Dunia 2014?

Saat itu, menjadi pemain profesional masih terasa sangat jauh bagi saya. Saya sama sekali belum tahu apakah akan berhasil mencapai level tersebut. Karena itu, saya menikmati perjalanan Jerman murni sebagai seorang suporter. Seluruh keluarga saya berkumpul untuk menonton final. 

Tim Jerman saat itu luar biasa, terutama dari sisi mentalitas. Cara mereka bermain di final dan berhasil meraih kemenangan sangat mengagumkan. Tentu saja kami ingin mengikuti jejak mereka, tetapi melakukannya jauh lebih sulit daripada mengatakannya. Saya sangat menghormati para pemain yang berhasil menjadi juara dunia pada 2014.

Anda akan segera menjalani debut di Piala Dunia. Menurut Anda seperti apa rasanya?

Sejujurnya saya tidak tahu. Saya bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya berdiri di lapangan pada pertandingan Piala Dunia 2026 nanti. Untuk saat ini, saya hanya sangat bersemangat dan optimistis bahwa kami bisa memberi masyarakat Jerman sesuatu untuk dirayakan. Selebihnya, kita lihat saja nanti ketika waktunya tiba.

Apa target pribadi Anda di turnamen Piala Dunia 2026?

Tentu saja saya ingin membawa Jerman ke final dan kemudian menjadi juara. Namun yang terpenting, saya ingin memberi contoh melalui cara saya bermain dan mendorong rekan-rekan setim. Saya ingin membawa energi ke dalam tim, memberikan kontribusi yang menentukan, dan membantu tim melangkah sejauh mungkin.

Jerman biasanya selalu datang ke turnamen besar dengan ekspektasi tinggi. Bagaimana Anda menghadapi tekanan tersebut?

Memang benar bahwa ekspektasi terhadap Jerman selalu tinggi karena kami adalah juara dunia empat kali dan telah tampil hebat di banyak turnamen. Namun dalam beberapa tahun terakhir hasilnya tidak selalu berjalan sesuai harapan. Kami ingin mengubah tren itu. 

Saya ingin berperan dalam upaya tersebut, memimpin dengan contoh, dan terus mendorong tim maju. Meski begitu, kami memiliki banyak pemain bagus yang siap mengambil tanggung jawab. Jadi saya tidak merasa ada beban khusus di pundak saya.

Apakah bisa menjadi keuntungan bahwa Jerman tidak termasuk favorit utama juara Piala Dunia tahun ini?

Tim-tim yang dianggap favorit selalu berada di bawah sorotan besar. Dengan apa yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, kami mungkin tidak termasuk kelompok tersebut. 

Kami tentu ingin melangkah sejauh mungkin dan memasang target yang tinggi, tetapi benar bahwa situasi ini bisa menjadi keuntungan. Kami mungkin tidak akan merasakan tekanan sebesar tim-tim favorit sehingga bisa bermain dengan lebih bebas.

Apakah Anda merasa tim ini sudah menjawab tuntutan pelatih Julian Nagelsmann soal intensitas dan mentalitas yang lebih kuat?

Beberapa pertandingan terakhir menunjukkan bahwa kami berada di jalur yang benar. Laga melawan Slovakia adalah salah satu penampilan terbaik kami dalam beberapa waktu terakhir. 

Saya juga sangat puas dengan cara kami bermain sebagai tim saat menghadapi Swis. Hal-hal seperti itu membuat saya makin percaya diri menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.

Nagelsmann juga mengatakan bahwa para pemain muda perlu diberi kebebasan bermain. Apakah Anda merasakan hal itu?

Tentu saja. Dia selalu berusaha menempatkan saya di posisi yang tepat, tetapi pada saat yang sama memberi kebebasan untuk bergerak dan mempercayai keputusan yang saya ambil di lapangan. 

Salah satu kekuatan terbesar saya adalah menemukan ruang kosong dan menciptakan bahaya melalui umpan-umpan terobosan atau melewati lawan. Saya selalu berusaha melakukan hal itu, dan masukan serta saran dari pelatih sangat membantu saya berkembang.