Bintang muda Timnas Turki, Arda Guler. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Istanbul, Turki
Arda Guler menegaskan Timnas Turki datang ke Amerika Utara tidak untuk hanya menjadi peserta melainkan penantang Piala Dunia 2026.
Bintang Tim Nasional Turki, Arda Guler, mengirimkan pesan menantang kepada dunia sepak bola menjelang Piala Dunia FIFA 2026. Gelandang serang milik Real Madrid itu menegaskan bahwa Timnas Turki secara fisik dan mental siap menghadapi tim-tim elite dunia.
Saat The Crescent-Stars (Bintang Bulan Sabit) – julukan Timnas Turki – bersiap untuk kembali ke panggung tertinggi sepak bola dunia setelah absen selama 24 tahun, playmaker berusia 21 tahun ini muncul sebagai wajah generasi baru yang tidak kenal takut.
Berbicara kepada wartawan setelah pulih dari cedera otot baru-baru ini, Guler menekankan bahwa Timnas Turki pergi ke Amerika Utara tidak hanya untuk berpartisipasi, tetapi untuk berkompetisi.
Mengatasi Cedera untuk Memimpin Serangan
Pengumuman ini menjadi kabar baik bagi para penggemar Turki. Guler baru-baru ini kembali berlatih bersama Real Madrid setelah absen selama sebulan karena cedera paha yang dialami pada bulan April.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat baik sekarang. Saya tidak memiliki masalah fisik. Satu-satunya tujuan saya adalah tiba di Piala Dunia dalam kondisi puncak untuk membantu negara saya,” kata Guler.
“Kami tahu besarnya tantangan—ini akan sangat sulit—tetapi skuad ini memiliki kepercayaan diri yang luar biasa.”
Tidak Terbeban Menjadi Pemain Nomor 10
Meskipun masih muda, Guler merasa nyaman dengan ekspektasi besar yang diletakkan padanya. Sering dibandingkan dengan legenda seperti Mesut Ozil dan Guti, ia diharapkan menjadi pengatur permainan bagi tim asuhan pelatih Vincenzo Montella dalam peran gelandang serang favoritnya.
Guler menegaskan bahwa dirinya sering diturunkan sebagai pemain nomor 10, meskipun ia menekankan bahwa performa kolektif lebih penting daripada peran individu.
“Di klub seperti Real Madrid dan Tim Nasional Turki, Anda dibangun di atas mentalitas juara. Jika ada tekanan, saya siap menghadapinya. Saya menerimanya,” kata Guler.
Pemain muda ini juga memberikan penghormatan kepada mantan rekan setimnya, Luka Modric, dengan menyebut kapten Timnas Kroasia itu sebagai salah satu gelandang terlengkap di generasinya dan mentor penting dalam perkembangannya.
Generasi yang Menciptakan Sejarah
Perjalanan Turki menuju Piala Dunia 2026 sangat melelahkan, yang berpuncak pada kemenangan dramatis di babak play-off Eropa melawan Kosovo pada akhir Maret. Saat itu, Guler memainkan peran penting selama 83 menit.
Ini menandai penampilan pertama negara tersebut di Piala Dunia sejak finis di posisi ketiga yang bersejarah pada tahun 2002 di Korea Selatan dan Jepang—turnamen yang berlangsung bahkan sebelum Guler lahir.