Masyarakat Meksiko ketika berkumpul bersama-sama di alun-alun Plaza Zocalo, dalam menyambut Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Guadalajara, Meksiko
Piala Dunia 2026 terbukti mulai menarik kedatangan para turis digital nomad dari Eropa ke Meksiko.
Meksiko, salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat dan Kanada, memang hanya akan menggelar 13—Mexico City 5, Guadalajara 4, Monterrey 4—dari total 104 pertandingan turnamen sepak bola hajatan terbesar FIFA tersebut.
Namun begitu, di ketiga kota di Meksiko tersebut kini menjadi pusat perhatian bagi para digital nomadisme, sebuah fenomena yang dipicu oleh turnamen (Piala Dunia ini) yang mengubah dinamika perkotaan mereka.
Jauh dari profil turis konvensional yang biasanya tinggal beberapa hari, para digital nomad ini tinggal berminggu-minggu dan bahkan beberapa bulan sebelum turnamen.
Tujuan mereka bukan hanya ingin menyaksikan pertandingan tetapi untuk tinggal sementara, bekerja dari jarak jauh dan merasakan pengalaman Piala Dunia dari dekat secara langsung.
Digital nomad adalah individu yang memanfaatkan teknologi digital untuk bekerja secara jarak jauh (remote) dari mana saja. Gaya hidup ini memadukan pekerjaan profesional dengan perjalanan (traveling). Mereka yang melakukannya kebanyakan berprofesi seperti pekerja lepas (freelancer) atau pengusaha.
Pergeseran ini menanggapi tren global yang sedang berkembang yang menurut berbagai studi, lebih dari 60% profesional bercita-cita untuk mengadopsi gaya hidup fleksibel berdasarkan kerja jarak jauh.
Dalam konteks ini, Piala Dunia bertindak sebagai katalis, mempercepat transformasi yang sudah berlangsung.
“Ini adalah peluang besar. Piala Dunia telah menempatkan kami di peta dunia dan membuka pintu bagi pariwisata Eropa,” ujar Adriana Vega, Sekretaris Negara Pariwisata Queretaro, negara bagian dan kota yang dinamis di wilayah Bajio, Meksiko bagian tengah utara.
Seperti dikutip Euronews.com, Vega memperkirakan pertumbuhan kedatangan wisatawan Spanyol ke Meksiko pada kuartal pertama mencapai 16 persen. Bahkan, konektivitas udara ke negara bagian ini dari Madrid telah diperkuat dengan dua penerbangan langsung Iberojet, maskapai asal Spanyol-Portugal.
Menurut Vega, wisatawan Eropa membutuhkan perencanaan. “Kami menciptakan paket-paket agar mereka dapat menikmati pengalaman gabungan berupa budaya, olahraga, dan bahkan pantai, menciptakan koridor wisata dan terhubung dengan negara-negara lain dengan bekerja sebagai sebuah tim,” katanya.
Data menunjukkan, menjelang Piala Dunia 2026 ini, tiga lokasi utama di Meksiko mengalami peningkatan permintaan yang stabil untuk penyewaan sementara, ruang kerja bersama, dan layanan yang disesuaikan untuk masa inap yang lebih lama.
Tidak seperti pariwisata massal, para digital nomad ini menghasilkan dampak ekonomi yang lebih terdistribusi.
Mereka mengonsumsi layanan lokal, menggunakan transportasi perkotaan, berpartisipasi dalam komunitas profesional, serta ikut merangsang sektor-sektor seperti restoran dan perumahan fleksibel.
Data menunjukkan bahwa Eropa akan menjadi kunci fenomena ini. Secara khusus, wisatawan Spanyol menonjol sebagai salah satu kelompok paling aktif selama Piala Dunia. Hal itu terungkap lewat angka-angka dari Airbnb— singkatan dari Air Bed and Breakfast, platform daring (marketplace) yang menghubungkan pemilik properti (tuan rumah) dengan wisatawan yang mencari sewa penginapan jangka pendek.
Warga Spanyol, dari data tersebut, tidak hanya akan bepergian untuk menonton pertandingan, tetapi akan mengunjungi rata-rata hampir empat destinasi per perjalanan dan menginap hampir 18 malam secara total.
Pola ini sangat sesuai dengan gaya hidup para digital nomad: mobilitas, masa inap yang panjang, dan kombinasi antara waktu luang dan pekerjaan.
Selain itu, minat terhadap pertandingan di Guadalajara, termasuk pertandingan Tim Nasional Spanyol, kian memperkuat daya tarik Meksiko dalam rute perjalanan mereka.
Meningkatnya profil ini mendorong sektor-sektor kunci seperti penyewaan akomodasi jangka menengah, ruang kerja bersama (coworking space), dan ekonomi lokal. Diperkirakan dampak ekonomi yang terkait dengan Piala Dunia akan mencapai miliaran dolar Amerika di kota-kota penyelenggara, dengan sebagian besar berasal dari jenis wisatawan baru ini.
Model Pariwisata Baru
Di balik angka-angka, fenomena ini menunjukkan transformasi struktural: pariwisata bukan lagi pengalaman sekali saja, tetapi gaya hidup sementara. Konvergensi antara kerja jarak jauh dan acara olahraga besar menandai titik balik.
Piala Dunia tidak hanya akan menarik jutaan penggemar, tetapi juga komunitas global yang mendefinisikan kembali cara orang bepergian, mengonsumsi, dan menghuni destinasi.
Dalam skenario baru ini, Meksiko tidak hanya bersaing sebagai tempat penyelenggaraan olahraga, tetapi juga sebagai platform hidup dan bekerja bagi generasi yang terhubung, fleksibel, dan selalu bergerak.
Lebih dari hanya fenomena sementara, Piala Dunia mempercepat perubahan mendasar. Itu karena kini perjalanan bukan lagi sekadar liburan singkat, tetapi gaya hidup yang selalu berpindah-pindah.
Sepak bola kini tidak lagi dinikmati hanya dalam 90 menit, tetapi dalam berminggu-minggu koneksi, pekerjaan, dan pengalaman lokal.