TVRINews – Leipzig, Jerman

Ada satu pertandingan Piala Dunia 2026 yang sangat dinantikan oleh Jurgen Klopp.

Jurgen Klopp turut mengamati persaingan di Piala Dunia 2026. 48 tim yang akan bertanding di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni mendatang dinilainya memiliki keunggulan masing-masing.

Ia tak berbicara mengenai tim mana yang dijagokan keluar sebagai juara. Baginya, tim-tim papan atas seperti Jerman, Argentina, Belanda, Spanyol, Prancis, Inggris, dan Brasil memiliki peluang yang sama.

Norwegia dan Portugal yang kini memiliki generasi emas dinilai mantan pelatih Liverpool berpotensi untuk menghadirkan kejutan di Piala Dunia 2026. Kedua tim diperkuat pemain dengan kualitas di atas rata-rata.

Erling Haaland yang merupakan penyerang berbahaya di dunia saat ini akan jadi andalan Norwegia. Ia dibantu Martin Odegaard yang dalam beberapa tahun terakhir bersinar bersama Arsenal.

Di kubu Portugal, Cristiano Ronaldo sebagai bintang dalam tim akan mendapat bantuan dari sejumlah pemain dengan teknik berkualitas, seperti Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Vintinha, dan Rafael Leao.

Skotlandia juga masuk dalam radar Jurgen Klopp sebagai tim yang tidak bisa diremehkan. Meski bukan berstatus unggulan, skuad asuhan Steve Clarke memiliki rekam jejak selalu dapat menyulitkan lawan.

"Skotlandia dapat menyulitkan lawan dengan berbagai cara yang dilakukan. Mereka juga memiliki tim yang bagus sekarang ini," kata Jurgen Klopp, dikutip dari Bild, Rabu (29/4/2026).

Skotlandia tergabung ke dalam Grup C Piala Dunia 2026. Tim berjuluk Tartan Army akan berhadapan dengan Brasil, Maroko, dan Haiti untuk memperebutkan tiket ke babak gugur.

Pertandingan antara Skotlandia melawan Brasil adalah salah satu yang dinanti Klopp dari Piala Dunia 2026. Ia membayangkan dua tim dengan filosofi bermain yang berbeda akan saling berhadapan.

"Saya paling menantikan pertandingan Skotlandia melawan Brasil. Pertandingan itu menjanjikan akan sangat menarik karena dua filosofi sepak bola yang sangat berbeda akan bertabrakan," tuturnya.

Kembalinya Skotlandia ke Piala Dunia terasa semakin bermakna setelah penantian panjang selama 28 tahun. Mereka tidak sekadar kembali sebagai pelengkap turnamen, tetapi hadir dengan identitas permainan yang lebih matang dan terorganisir.

Motivasi itulah yang membuat Klopp meyakini Scott McTominay dan kawan-kawan dapat menjadi salah satu kuda hitam di Piala Dunia 2026.