TVRINews - Lille, Prancis

Olivier Giroud mengakui bahwa sukses Prancis juara Piala Dunia 2018 karena belajar dari kegagalan di Euro 2016.

Mantan penyerang Timnas Prancis, Olivier Giroud, menyatakan bahwa Piala Dunia 2018 adalah momen terbaik dalam kariernya sebagai pemain Les Bleus. Namun, pria yang kini berusia 39 tahun tersebut mengakui bahwa mungkin pencapaian itu tidak akan terjadi tanpa momen pahit dua tahun sebelumnya, yaitu Piala Eropa 2016.

Dalam Euro 2016 itu, Prancis sebagai tuan rumah berhasil ke final. Namun, mereka justru kalah dari Portugal. Kekalahan yang mengejutkan karena Prancis di laga tersebut diunggulkan. Apalagi, dalam final tersebut, Portugal tanpa Cristiano Ronaldo di menit ke-25 karena cedera. Gol Eder di perpanjangan waktu, menit ke-109 menentukan kemenangan Portugal.

"Sebagai sebuah tim, kekalahan itu sangat menyakitkan. Orang mungkin menyatakan gila jika saya menempatkan pertandingan seperti itu dalam daftar laga yang berarti, tapi laga itu mengubah persepsi saya tentang banyak hal. Itu membuat saya lebih lapar untuk meraih sukses," kata Olivier Giroud, kepada FourFourTwo, Rabu (29/4/2026) ini.

"Saya juga menangis di akhir pertandingan karena itu merupakan final pertama saya dalam turnamen besar dan itu menyaktikan. Namun, saya juga tahu bahwa itu adalah kesempatan terakhir bagi beberapa rekan saya untuk memenangkan sebuah turnamen, seperti Andre-Pierre Gignac. Saya dapat melihat bagaimana mereka semua begitu kecewa," Olivier Giroud menambahkan.

Setelah kegagalan di Euro 2016 itu pula, menurut Olivier Giroud menjadi titik tolak bagi Les Bleus di turnamen besar berikutnya, khususnya di Piala Dunia. Dua tahun kemudian setelah kegagalan di Euro 2016, Prancis akhirnya berhasil meraih gelar Piala Dunia 2018. Olivier Giroud menjadi pemain kunci dalam sukses Les Bleus meraih gelar di turnamen yang saat itu digelar di Rusia. Lalu diikuti dengan pencapaian Prancis melangkah ke final Piala Dunia 2022.

Olivier Giroud kemudian terus bermain untuk Prancis termasuk di Piala Dunia 2022. Prancis berhasil ke final di Piala Dunia empat tahun lalu itu namun kalah dari Argentina di final. "Kekecewaan dan kesedihan saya lebih besar saat kalah di Piala Eropa 2016 ketimbang kegagalan di Piala Dunia 2022," kata Olivier Giroud, yang kini bermain untuk Lille.

Tanpa Gol di Piala Dunia 2018

Antara Euro 2016 dan Piala Dunia 2018 ada perbedaan besar dari peran Olivier Giroud. Di Euro 2016, Olivier Giroud mencetak tiga gol dan memberikan dua asis. Sedangkan di Piala Dunia 2018, Olivier Giroud tanpa gol dan tanpa melepaskan satu tembakan ke arah gawang. Hanya satu asis diberikannya yaitu dalam kemenangan 4-3 atas Argentina di 16 besar, untuk gol Kylian Mbappe.

Olivier Giroud memulai Piala Dunia 2018 bahkan sebagai pemain cadangan yang masuk di menit ke-70 menggantikan Antoine Griezmann di laga lawan Australia. Namun, saat itu, dia yang juga berada di balik terciptanya gol kedua Prancis yang "diciptakan" Paul Pogba, gol penentu kemenangan, 2-1.

Bola umpan Olivier Giroud berhasil diteruskan Paul Pogba, namun bola tembakannya mengenai pemain Australia yaitu Aziz Behich yang kemudian menjadi gol bunuh diri. Sejak saat itu, pelatih Didier Deschamps kemudian mengubah pola timnya, dari 4-3-3 menjadi 4-2-3-1 dengan Olivier Giroud sebagai penyerang tunggal di lini depan.

Dengan menempatkan Olivier Giroud di lini depan, memberikan ruang bagi dua pemain Prancis yaitu Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann dalam melakjukan tekanan ke jantung pertahanan lawan. Olivier Giroud menjadi pemain yang menjadi perhatian para pemain belakang lawan namun kemudian situasi tersebut berhasil dimanfaatkan Mbappe dan Griezmann.

Di sisi lain, peran Olivier Giroud saat itu juga penting. Dengan posturnya yang tinggi, dia mampu menjangkau bola umpan jauh dari lini belakang timnya. Olivier Giroud kemudian menciptakan koneksi permainan dengan Mbappe dan Griezmann.

"Dari pengalaman saya, Anda meraih sukses setelah sebelumnya mengalami momen yang sulit. Saya pernah berada dalam momen tersebut dan saya selalu menjadikannya untuk bangkit meraih hasil yang lebih baik," kata Olivier Giroud lagi.