Cristiano Ronaldo bintang Timnas Portugal dan klub Al Nassr. Foto: TVRI/Grafis/Mohamad Yusuf
TVRINews - Jeddah, Arab Saudi
Cristiano Ronaldo menyatakan tidak menutup peluang dirinya main di Piala Dunia 2030, saat Portugal sebagai tuan rumah.
Piala Dunia 2026 belum lagi bergulir tapi Cristiano Ronaldo sudah berpikir tentang Piala Dunia 2030. Bintang dan kapten Timnas Portugal ini menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan baginya untuk bermain di Piala Dunia empat tahun kemudian.
"Saya belum sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan bermain di Piala Dunia 2030. Jika saya masih bisa mencetak gol setiap hari di usia 41 tahun, mungkin saja saya bisa bermain empat tahun lagi," kata Cristiano Ronaldo.
Pernyataan tersebut muncul di akun X jurnalis terkenal, Fabrizio Romano, Minggu (12/4/2026) lalu. Pada hari itu pula, Cristiano Ronaldo baru saja membawa Al-Nassr menang 2-0 atas tuan rumah Al-Akhdoud dalam lanjutan Liga Arab Saudi (Pro League).
Cristiano Ronaldo mencetak gol pembuka timnya di menit ke-15 yang membuatnya total mengoleksi 968 gol dalam kariernya sebagai pemain profesional. Dia membutuhkan 32 gol lagi untuk mencapai rekor 1.000 gol yang memang menjadi targetnya.
Dengan kemenangan 2-0 tersebut, Al-Nassr pun semakin kokoh di di puncak klasemen sementara Liga Arab Saudi dengan mengoleksi 73 poin atau unggul lima poin atas Al-Hilal yang ada di peringkat kedua klasemen sementara.
Peluang Cristiano Ronaldo membawa Al-Nassr meraih gelar Liga Arab Saudi pun semakin terbuka. Di sisi lain, satu gol tersebut membuat Cristiano Ronaldo kini mengoleksi 24 gol dari 24 laga Liga Arab Saudi musim ini.
Jumlah tersebut memperlihatkan bahwa Cristiano Ronaldo masih berada dalam trek yang mengesankan sebagai pencetak gol produktif, meski usianya kini sudah 41 tahun. Dengan usianya saat ini, maka CR7 akan berusia 45 tahun jika memang dia akan tampil di Piala Dunia 2030.
Tentu saja, masih terlalu jauh untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di Piala Dunia 2030. Meski demikian, jika memang Cristiano Ronaldo memiliki keinginan tersebut, dia tentu bukan hanya sebagai "visioner". Sebagai atlet dan pemain sepak bola profesional yang dikenal sangat menjaga performa fisik dan kemampuannya, Cristiano Ronaldo tentu tahu bagaimana kekuatan tubuhnya.
Jika melihat data terkait pemain tertua, toh ada pemain bernama Ezzeldin Bahader yang pernah bermain di usia 74 tahun pada 2020 silam. Sedangkan untuk ukuran profesional, ada Kazuyoshi "King Kazu" Miura, pemain legendaris asal Jepang yang masih bermain di usia 58 tahun pada 2026 ini.
Bahkan, dalam rekor Piala Dunia, ada Essam El-Hadary yang bermain di Piala Dunia 2018 silam. Ketika itu, usia Essam El-Hadary adalah 45 tahun. Jadi, memang keinginan Cristiano Ronaldo untuk tampil di Piala Dunia 2030 nanti di atas kertas bisa saja terjadi.
Yang pasti, untuk saat ini, banyak yang menilai bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi Piala Dunia terakhirnya. Cristiano Ronaldo sendiri bahkan sudah menyampaikan dalam sebuah konferensi pers pada November 2025 lalu terkait kemungkinan tidak akan ada lagi Piala Dunia setelah tahun ini baginya.
Sejak 2006, Cristiano Ronaldo telah tampil dalam semua edisi Piala Dunia (2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022). Striker Portugal itu juga mencetak gol di setiap edisi tersebut, yang merupakan rekor sejarah yang unik.
Di sisi lain, Piala Dunia 2026 ini memang kemungkinan menjadi Piala Dunia terakhir bagi sejumlah pemain bintang. Bukan hanya Cristiano Ronaldo melainkan juga bintang Argentina Lionel Messi, Luka Modric (Kroasia), Guillermo Ochoa (Meksiko), atau Edin Dzeko (Bosnia dan Herzegovina).
Impian Cristiano Ronaldo untuk tampil di Piala Dunia 2030 juga tentu bukan tanpa alasan. Pada Piala Dunia 2030 nanti Portugal akan menjadi salah satu tuan rumah bersama Maroko dan Spanyol. Tentu menjadi momen spesial jika dia gantung sepatu saat itu.
Di Piala Dunia 2026, Timnas Portugal berada di Grup K bersama Republik Demokratik Kongo, Uzbekistan, dan Kolombia. Tentu, sebelum memperkirakan Piala Dunia 2030, Cristiano Ronaldo ingin menjadikan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini sebagai momen membawa Portugal juara Piala Dunia.