Dua bersaudara Jack Charlton (kiri) dan Bobby Charlton berhasil membawa Inggris juara Piala Dunia 1966. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Jakarta
Dua bersaudara Lucas dan Theo Hernandez berpeluang menambah daftar tersebut jika Timnas Prancis menjuarai Piala Dunia 2026.
Pemain kakak-beradik yang pernah berlaga dalam satu tim di Piala Dunia mungkin sudah banyak. Namun, ada satu fakta unik yang jarang disadari: baru ada dua tim juara Piala Dunia yang diperkuat pemain bersaudara kandung.
Prestasi ini begitu langka, mengingat ketatnya persaingan untuk menembus skuad tim nasional, apalagi menjadi yang terbaik di dunia.
Dikutip dari FIFA, kakak-beradik yang pertama berhasil menjuarai Piala Dunia bersama timnya berasal dari Jerman Barat, yakni Fritz Walter dan Ottmar Walter. Keduanya menjadi bagian penting dalam keberhasilan negaranya menjuarai Piala Dunia 1954 di Swis.
Turnamen ini dikenal luas lewat kisah dramatis yang disebut Keajaiban di Bern. Dalam final tersebut, Jerman Barat secara mengejutkan mengalahkan Hungaria yang saat itu difavoritkan dan belum terkalahkan dalam waktu lama.
Fritz Walter, sang kapten, menjadi motor permainan tim, sementara Ottmar turut berkontribusi sebagai penyerang. Keberhasilan mereka bukan hanya membawa trofi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan Jerman pasca-Perang Dunia II.
Lebih dari satu dekade kemudian, kisah serupa terulang di Inggris. Kali ini, giliran pasangan saudara kandung Bobby Charlton dan Jack Charlton yang mencatatkan nama mereka dalam sejarah.
Keduanya menjadi bagian dari skuad Timnas Inggris yang menjuarai Piala Dunia 1966, satu-satunya gelar dunia yang pernah diraih Inggris hingga saat ini.
Bobby Charlton dikenal sebagai gelandang serang dengan visi dan kemampuan mencetak gol yang luar biasa, sementara Jack Charlton berperan sebagai bek tangguh di lini pertahanan.
Dalam final di Stadion Wembley, Inggris mengalahkan Jerman Barat dalam laga yang juga sarat kontroversi, terutama terkait gol “hantu” yang masih diperdebatkan hingga kini.
Fenomena saudara kandung yang sama-sama menjadi juara dunia ini menunjukkan betapa sulitnya mencapai level tertinggi dalam sepak bola. Banyak pemain hebat lahir dari keluarga yang sama, namun tidak semuanya mampu mencapai puncak secara bersamaan.
Sebut saja duet kembar Frank dan Ronald de Boer dari Belanda yang berlaga di Piala Dunia 1994 dan 1998, kemudian Gary dan Phil Neville (Inggris) di Piala Dunia 1998 dan 2006, Brian dan Michael Laudrup (Denmark) pada 1986 dan 1998, dan lain-lain.
Bahkan ada yang sampai tiga bersaudara. Contohnya adalah trio Andre Ayew, Jordan Ayew, dan Ibrahim Ayew (Gana) serta trio Jerry Palacios, Johnny Palacios, dan Wilson Palacios (Honduras) yang sama-sama berlaga di Piala Dunia 2010.
Namun demikian, hingga saat ini, belum ada pemain bersaudara lainnya yang mampu menyamai prestasi Walter bersaudara dan Charlton bersaudara sebagai juara Piala Dunia.
Peluang di Piala Dunia 2026
Setelah penantian selama enam dekade tanpa ada pemain bersaudara baru yang mengangkat trofi bersama, Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni-19 Juli 2026 membuka celah sejarah baru.
Beberapa negara unggulan saat ini memiliki pasangan bersaudara yang berada di usia emas mereka. Kandidat terkuat datang dari Prancis melalui Lucas dan Theo Hernandez.
Meski Lucas sudah meraih gelar pada 2018, mereka berambisi mengangkat trofi bersama-sama pada 2026 setelah hampir melakukannya di 2022. Selain mereka, ada dinasti Thuram (Marcus dan Khephren) yang juga bersaing di skuad Les Bleus. Namun, Marcus lebih konsisten dipanggil Timnas Prancis ketimbang adiknya.
Inggris juga memiliki sedikit potensi melalui duo Bellingham. Jika Jude Bellingham mampu mempertahankan level dunianya dan sang adik, Jobe Bellingham, terus berkembang pesat di Borussia Dortmund, 2026 bisa menjadi panggung bagi "The Next Charltons". Tapi sejauh ini hanya Jude yang konsisten memperkuat The Three Lions.
Jangan lupakan pula Belanda yang memiliki si kembar Jurrien dan Quinten Timber yang makin solid di lini belakang dan tengah Oranje.