Kegagalan pada Piala Afrika 2025 dinilai menjadi pelecut Gana untuk tampil maksimal di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Accra, Gana
Kendala finansial membuat GFA kesulitan merekrut pelatih papan atas untuk Timnas Gana di Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 akan dimulai pada 11 Juni 2026, namun sampai saat ini, Timnas Gana masih belum menunjuk pelatih pengganti Otto Addo. Ketiadaan pelatih dalam tim membuat para penggemar khawatir berdampak negatif pada persiapan Jordan Ayew dan kawan-kawan.
Federasi Sepak Bola Gana (GFA) memecat Otto Addo setelah dua hasil buruk dalam pertandingan uji coba Maret lalu. Tim berjuluk Black Stars takluk 1-5 dari Australia kemudian dikalahkan Jerman 1-2.
Dalam pengumuman pemecatan Otto Addo, GFA mengatakan akan menunjuk pengganti dalam waktu dekat. Namun, hampir dua pekan berlalu, hanya ada rumor yang berkembang mengenai siapa yang akan menjabat sebagai pelatih Gana di Piala Dunia 2026.
Menteri Olahraga dan Rekreasi Gana, Kofi Adams, coba menenangkan para penggemar. Ia memastikan pelatih tim nasional akan ditetapkan pada awal pekan ini.
"Kami sudah melangkah sangat jauh, tetapi GFA masih perlu berbicara dengan beberapa orang lagi. Kami akan mengumumkan pelatih baru setelah mereka selesai melakukan pembicaraan," kata Adams, dikutip dari Graphic Business Gana, Senin (13/4/2026).
Nama Walid Regragui, Joachim Low, Carlos Queiroz, hingga Herve Renard bermunculan dalam daftar kandidat pelatih Gana. Mereka semua memiliki pengalaman memimpin tim di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Masalah utama yang dihadapi GFA dalam mencari pelatih adalah finansial. Mereka butuh dana besar untuk mendatangkan nama-nama yang menjadi kandidat pengganti Otto Addo.
Sejak ditunjuk GFA pada 2024 lalu, pelatih berusia 50 tahun tersebut mendapat bayaran sebesar 50 ribu dolar Amerika Serikat (Rp856 juta) per bulan. Angka itu akan melonjak jika GFA mau mendatangkan Regragui, Low, Queiroz, atau Renard.
GFA dan Kementerian Olahraga dan Rekreasi Gana tak memiliki anggaran yang cukup besar untuk membayar gaji pelatih. Ada peluang menambal kekurangan dengan pendapatan dari keikutsertaan Piala Dunia 2026, namun semua bergantung pada keputusan internal federasi.
Jika tak berhasil mendapatkan dana tambahan untuk membayar pelatih papan atas, kemungkinan besar GFA akan menunjuk Kwesi Appiah sebagai pelatih Gana di Piala Dunia 2026. Ia pernah memimpin Black Stars saat tampil di Piala Dunia 2014.
Ia memiliki catatan bagus dalam beberapa tahun terakhir bersama Sudan. Di Piala Afrika 2025, anak asuhnya berhasil melangkah hingga babak 16 besar. Itu menjadi capaian yang bagus, setelah pada edisi sebelumnya mereka gagal lolos.
Dari segi biaya yang dibutuhkan untuk membayar gaji dan kompensasi, Appiah adalah pilihan yang paling efisien bagi GFA. Dari sudut pandang kesiapan, ia bisa dibilang yang paling mudah beradaptasi dengan tim.