Gelandang Timnas Brasil, Fabinho. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Jeddah, Arab Saudi
Fabinho dan Kylian Mbappe dulu pernah sama-sama membela AS Monaco. Ketika Mbappe mulai menembus tim utama, Fabinho langsung merasakan bahwa Mbappe ada di level berbeda.
Pada usia yang masih sangat muda, para pemain senior di sekitar Kylian Mbappe sudah menyadari bahwa ia bukan talenta biasa. Kini di usia 27 tahun dan membela Real Madrid, Mbappe terasa seperti sudah lama menghiasi panggung sepak bola dunia.
Hal itu tidak lepas dari fakta bahwa ia sudah mencuri perhatian sejak remaja, termasuk saat menjalani debut profesional di Ligue 1 Prancis bersama AS Monaco pada usia 16 tahun.
Lebih dari satu dekade kemudian, Mbappe telah mengoleksi 421 gol di level senior. Pencapaian tersebut membuatnya dianggap berhasil memenuhi ekspektasi besar yang sudah melekat sejak awal kariernya.
Salah satu sosok yang menyaksikan langsung kemunculan awal Mbappe adalah Fabinho. Mantan gelandang Liverpool itu berada di AS Monaco ketika Mbappe mulai menembus tim utama, dan ia langsung merasakan bahwa pemain muda tersebut memiliki sesuatu yang berbeda.
“Orang-orang di akademi sudah membicarakannya, mengatakan bahwa dia akan menjadi bintang,” ujar Fabinho yang juga pemain Timnas Brasil, dikutip dari FourFourTwo, Senin (13/4/2026).
Ia kemudian menceritakan momen pertama kali benar-benar melihat Mbappe berlatih bersama tim senior AS Monaco. “Saya sedang pergi untuk laga internasional Brasil ketika Mbappe mulai berlatih dengan tim utama. Ketika saya kembali, rekan-rekan setim saya memberitahu tentang dia. Saya langsung ingin melihatnya sendiri.”
Kesan pertama itu ternyata sangat kuat. “Saat pertama kali melihatnya, saya langsung tahu dia berbeda. Sejak awal, dia sudah menunjukkan kepribadian yang kuat,” Fabinho yang saat ini memperkuat klub Arab Saudi, Al-Ittihad, menambahkan.
Mbappe kemudian mencatatkan sejarah dengan memecahkan rekor Thierry Henry sebagai pemain termuda yang tampil untuk AS Monaco. Namun, pencapaian itu rupanya belum cukup memuaskan ambisi striker Timnas Prancis tersebut.
“Saya juga ingat ketika dia mulai mendapatkan menit bermain pertamanya. Dia bahkan sempat mengeluh karena merasa tidak mendapatkan waktu bermain yang cukup,” kata Fabinho.
Situasi tersebut justru menjadi ujian bagi Mbappe. Dalam sebuah laga melawan Montpellier, pelatih memberinya kesempatan sebagai starter. “Dia tampil sangat baik, benar-benar menonjol, dan sejak saat itu mulai mendapatkan kepercayaan lebih dari pelatih,” pemain berusia 32 tahun itu menuturkan.

Penyerang andalan Timnas Prancis, Kylian Mbappe.
Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
Namun, menurut Fabinho, titik balik Mbappe sebenarnya terjadi di ajang Liga Champions, tepatnya saat Monaco menghadapi Manchester City. Dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 3-5 tersebut, Mbappe mencetak gol dan menunjukkan potensinya di level tertinggi.
“Setelah pertandingan itu, dia benar-benar menjadi pemain inti. Sejak saat itu, kariernya terus menanjak hingga sekarang,” kata Fabinho, yang bersama Mbappe akan tampil di Piala Dunia 2026 memperkuat tim nasional masing-masing.
Meski demikian, keduanya tidak akan bertemu di penyisihan grup dalam turnamen sepak bola terakbar yang akan digelar 11 Juni-19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu. Brasil berada di Grup C bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Sedangkan Prancis tergabung di Grup I bersama Norwegia, Senegal, dan Irak.