TVRINews - Miami, Amerika Serikat

Proyek kilat busana Shakira buat klip video "Dai Dai". 

Shakira kembali menjadi penyanyi lagu resmi Piala Dunia untuk edisi 2026 ini. Lagu berjudul "Dai Dai" yang ia dendangkan berduet dengan penyanyi Nigeria, Burna Boy, ini segera menyedot perhatian. 

Klip video resmi tembang utama Piala Dunia 2026 tersebut baru diluncurkan pada Minggu (24/5/2026). Dalam sehari, tayangan di YouTube sudah ditonton lebih dari 14 juta kali.

Video dibuka dengan pernyataan kesiapan mendengarkan lagu, dan tampil di Piala Dunia 2026, tentu, dari sejumlah pemain bintang dunia. Mereka antara lain Kylian Mbappe, Harry Kane, Vinicius Jr., Erling Haaland, dan ditutup oleh Lionel Messi. 

Diikuti ucapan serupa dari beberapa anak, lagu resmi langsung mengajak pemirsa merasakan atmosfer turnamen akbar di dunia. Shakira, dengan kemahirannya berdansa sambil bernyanyi ditimpali kostum yang seksi, pun segera terlihat mengundang penonton untuk turut berjoget. 

Ternyata, persoalan kostum ini menghasilkan cerita tersendiri dalam pembuatannya. Perancang busana, Gunnar Deatherage, membagikan kisah kerja kilat timnya di akun Instagram miliknya.

Menariknya, pesanan untuk membuat kostum bertema etnis modern dengan dominasi toska, warna di antara biru dan hijau, untuk Shakira datang saat Deatherage sedang berlibur di Medellin, Kolombia, negeri asal Shakira. Diperkirakan karena pengambilan gambar klip video "Dai Dai" dilakukan di Miami, Deatherage segera terbang ke kota di Florida, AS.

Tak tanggung-tanggung, pesanan bukan hanya busana untuk eks istri Gerard Pique itu, tapi juga buat enam kostum lagi untuk cadangan bagi penari latar. Sebuah kamar hotel di Miami pun disulap menjadi bengkel kerja dadakan. Tim harus menyelesaikannya pesanan dalam dua hari. Alhasil, mereka bergadang dua hari untuk bisa memenuhi permintaan.

Agar selesai tepat waktu, tim kecil Deatherage sampai harus menarik tenaga tambahan. Salah satu rekan mereka, Katie, diterbangkan dari Los Angeles. Untuk memastikan detail, didatangkan pula rekannya yang lain, Nicholas Bru.

Deatherage dkk. merasakan kesulitan karena harus memakai perlengkapan seadanya, tidak seperti di studio mereka di New York atau Los Angeles. Mereka harus membeli dan mendatangkan beberapa alat dan bahan untuk mendekorasi kostum seperti renda atau rajutan, manik-manik toska, dan gesper kulit.

Kerja keras tim Deatherage pun terbayar. Penikmat Piala Dunia dan penggemar Shakira dapat melihat sang penyanyi bernyanyi dan berjoget ria dengan gerakan pinggul khasnya dalam balutan kostum toska indah dan seksi tersebut.