TVRINews - Cape Town,  Afrika Selatan

Langkah ini menjadi perjudian besar sekaligus ujian berat bagi kemandirian sepak bola Afrika Selatan di panggung dunia.

Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, akan sangat mengandalkan barisan pemain dari kompetisi domestik untuk mengarungi Piala Dunia 2026. Langkah berani ini diambil sekaligus mendobrak tren mayoritas kontestan asal Afrika lain yang lebih gemar memanggil para pilar yang bermain di Eropa.

Broos kabarnya bakal segera pensiun dari dunia sepak bola profesional setelah perhelatan akbar ini rampung digelar. Saat ini, pria berusia 74 tahun tersebut menyertakan 25 nama dari kompetisi lokal kasta tertinggi Afrika Selatan dalam daftar 32 pemain sementara yang akan dipangkas pekan ini.

Fenomena tersebut sangat kontras dengan kebijakan tim nasional Afrika lainnya seperti Tanjung Hijau, Republik Demokratik Kongo, Pantai Gading, dan Senegal yang sama sekali tidak membawa pemain liga lokal. Sementara itu, Tunisia tercatat hanya menyertakan enam nama saja dari kompetisi domestik mereka.

Beberapa raksasa Afrika seperti Afrika Selatan, Aljazair, Mesir, Gana, dan semifinalis mengejutkan Piala Dunia 2022, Maroko, sejauh ini memang belum merilis skuad finalnya. Proses seleksi ketat di internal masing-masing tim masih terus berlangsung hingga batas waktu pendaftaran ditutup.

Selain Afrika Selatan, praktis hanya Mesir yang akan terbang ke Amerika Utara dengan mayoritas pilar lokal setelah menyertakan 18 pemain domestik di skuad bayangan. Kedua negara tersebut menjadi representasi unik kekuatan orisinal Benua Hitam di Piala Dunia 2026.

Afrika Selatan sendiri tergabung di Grup A bersama tuan rumah Meksiko, Republik Ceko, dan raksasa Asia Korea Selatan. Sesuai regulasi turnamen, juara dan peringkat kedua grup otomatis lolos ke babak 32 besar, sedangkan tim peringkat ketiga terbaik masih memiliki peluang untuk menyusul.

Broos, yang dahulu bermain sebagai bek sayap dan sukses membawa Belgia finis keempat pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, memang konsisten mengoptimalkan talenta lokal sejak menukari tim pada 2021. Pilihan ini realistis mengingat sangat jarang ada pesepak bola asal negara tersebut yang berkarier di luar negeri.

Faktor kesejahteraan pemain di dalam negeri ditengarai menjadi alasan utama minimnya pemain Afrika Selatan yang merantau ke kompetisi luar negeri. Kompetisi papan atas mereka saat ini berstatus sebagai liga nasional dengan perputaran uang paling melimpah di seantero Afrika.

Afriika Selatan sempat melampaui ekspektasi publik saat berhasil merebut peringkat ketiga pada gelaran Piala Afrika 2024. Prestasi tersebut membangkitkan keyakinan tinggi terhadap kebangkitan sepak bola nasional mereka.

Sayangnya, performa Afrika Selatan justru anjlok drastis pada edisi Piala Afrika terbaru yang digelar awal tahun ini. Langkah mereka terhenti secara di babak 16 besar setelah ditumbangkan oleh skuad muda Kamerun.

Pada Maret lalu, sesama kontestan Piala Dunia 2026, Panama, sempat berkunjung ke Afrika Selatan untuk melakoni serangkaian laga uji coba. Tim asal Amerika Tengah tersebut sukses menahan imbang tuan rumah di Durban dan meraih kemenangan saat berlaga di Cape Town.

Setelah pengumuman skuad Afrika Selatan resmi dilakukan fokus tim langsung beralih ke laga uji coba terakhir. Mereka dijadwalkan menjamu Nikaragua di Stadion Soweto pada Jumat (29/5/2026), sebagai persiapan final sebelum bertolak ke Piala Dunia 2026.

Selain berambisi membawa Bafana lolos dari fase grup untuk pertama kalinya dalam empat partisipasi mereka, Broos berharap panggung sebesar Piala Dunia bisa menjadi etalase bagi talenta lokal. Turnamen ini diharapkan mampu memikat pemandu bakat internasional untuk melirik potensi para pemainnya.

"Ketika kami menghadapi negara Afrika lainnya di Piala Dunia atau Piala Afrika, kami selalu berhadapan dengan tim yang dipenuhi pemain dari klub-klub Eropa. Hal itu menjadi kerugian tersendiri bagi Afrika Selatan karena ada kesenjangan kualitas yang nyata antara liga domestik kami dan kompetisi di Eropa," kata Broos dikutip dari Daily Mail.

"Untuk mengikis kesenjangan tersebut, kita membutuhkan lebih banyak pemain Afrika Selatan yang terbiasa berkompetisi di lingkungan yang sangat kompetitif. Jika mereka mampu membuktikan diri dan sukses di Eropa, Afrika Selatan otomatis akan tumbuh menjadi kekuatan sepak bola yang menakutkan," Broos melanjutkan.

Saat pertama kali mendarat di Afrika Selatan pada 2021 silam, Broos mengaku sempat dibuat terkejut oleh kondisi fisik para pemainnya. Ia mendapati banyak anak asuhnya yang kelebihan berat badan serta memiliki kebiasaan buruk mengonsumsi alkohol menjelang pertandingan penting.

"Menikmati bir setelah berhasil memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia tentu merupakan hal yang wajar dan bisa dimaklumi. Namun, Anda sama sekali tidak boleh melakukan kebiasaan itu saat tim sedang dalam masa persiapan intensif menghadapi sebuah laga," ucapnya.

Dari total 32 nama yang saat ini bersaing memperebutkan tempat di skuad utama Piala Dunia 2026, tercatat hanya ada lima pemain yang merumput di Eropa. Sementara itu, dua pemain lainnya saat ini sedang berkarier di kompetisi Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat.

Ironisnya, tidak ada satu pun dari kelima pemain di Eropa tersebut yang akan membela klub kasta tertinggi pada musim depan. Hal ini terjadi setelah klub Burnley, yang diperkuat penyerang andalan Lyle Foster, dipastikan terdegradasi dari Liga Primer Inggris.

Di sektor pertahanan, bek tengah Ime Okon saat ini tercatat membela klub kasta kedua Jerman, Hannover. Di posisi lain, bek sayap Samukele Kabini bermain reguler untuk klub Molde di kompetisi utama Norwegia.

Sementara sektor tengah, gelandang Sphephelo Sithole tercatat menjadi andalan bagi klub Tondela di kompetisi sepak bola Portugal. Sementara itu, lini serang diperkuat oleh Thapelo Maseko yang kini bermain untuk klub Siprus, AEL Limassol.

Dua pemain yang berbasis di Amerika Serikat sama-sama beroperasi sebagai pemain bertahan di klub masing-masing. Mereka adalah Mbekezeli Mbokazi, yang membela Chicago Fire, dan Olwethu Makhanya yang berseragam Philadelphia Union.

Mbokazi bukan sekadar bek tengah muda yang sedang naik daun di kompetisi Amerika Serikat. Pemain berbakat ini juga dikenal memiliki kelebihan dalam melepaskan tembakan jarak jauh yang sangat bertenaga menggunakan kaki kirinya.