Bek senior Qatar, Pedro Miguel. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Doha, Qatar
Kombinasi antara pemain senior berpengalaman dan talenta muda berbakat menjadi senjata utama Qatar.
Bek senior tim nasional Qatar, Pedro Miguel menetapkan target realistik di Piala Dunia 2026. Ia meyakini negaranya bisa lolos dari penyisihan grup ajang bergengsi empat tahunan tersebut.
Qatar dijadwalkan bertolak ke Amerika Serikat setelah menyelesaikan laga uji coba internasional terakhir. Armada Julen Lopetegui tersebut akan menantang Irlandia di Dublin pada 28 Mei mendatang.
Pedro yang kini aktif membela klub Al-Sadd merupakan salah satu pilar penting saat Qatar menjuarai Piala Asia 2019. Pemain berusia 35 tahun tersebut juga masuk skuad utama saat Qatar sukses mempertahankan takhta juara Asia di kandang pada Februari 2024 lalu.
"Kami memetik banyak pelajaran berharga dari kegagalan performa kami pada Piala Dunia 2022 lalu. Waktu empat tahun terakhir berjalan sangat cepat dan kini saya merasa skuad kami sudah jauh lebih siap menghadapi Piala Dunia ini," kata Pedro dikutip dari Gulf Time.
"Kami memiliki pengalaman yang jauh lebih matang sebagai sebuah tim serta diperkuat banyak pemain yang mampu membuat perbedaan di lapangan. Faktor tersebut sangat krusial, terlebih para pemain muda datang membawa energi yang luar biasa besar untuk memenuhi target lolos ke babak kedua," Pedro menambahkan.
Butuh perjuangan keras untuk Qatar menembus fase gugur. Skuad Al-Annabi menempati Grup B bersama tuan rumah Kanada, Swis, serta Bosnia dan Herzegovina.
Dalam daftar 35 pemain sementara yang dirilis, pelatih Qatar Julen Lopetegui masih mengandalkan sosok Akram Afif yang merupakan peraih dua gelar Pemain Terbaik Asia serta striker karismatik Hasan al-Haydos. Ketajaman lini serang Qatar juga akan bertumpu pada Al-Moez Ali, sementara ketangguhan penjaga gawang Meshal Barsham bakal menjadi faktor pembeda dalam mewujudkan ambisi lolos grup.
Catatan sejarah mengukir performa Qatar sangat mengecewakan saat bertindak sebagai tuan rumah pada Piala Dunia 2022. Kala itu, langkah mereka langsung terhenti di fase awal setelah menelan kekalahan beruntun dari Ekuador dengan skor 2-0, Senegal 3-1, serta ditumbangkan Belanda dua gol tanpa balas.
"Ada beban mental yang sangat besar yang kami rasakan sepanjang turnamen edisi 2022 lalu karena besarnya ekspektasi fan lokal. Kami gagal menyajikan permainan terbaik di depan publik sendiri, namun kini kami mendapatkan kesempatan kedua di panggung Piala Dunia untuk membuktikan kapasitas tim yang sesungguhnya," ucapnya.
"Saat ini saya merasakan tekanan yang ada jauh lebih ringan dibanding edisi sebelumnya karena status kami kali ini bukan sebagai tim tuan rumah. Fokus utama tim sekarang adalah memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi fisik terbaik menjelang laga perdana melawan Swis."
"Bisa berkompetisi di Piala Dunia yang merupakan turnamen terbaik di bumi adalah momentum yang sangat kami nantikan. Meskipun berada di grup yang sulit karena dihuni tim-tim kuat Eropa dan Amerika, saya yakin rekan-rekan setim mampu memberikan kejutan yang berbeda dari edisi sebelumnya."
Senada dengan Pedro, bek tengah Qatar Tarek Salman juga mengungkapkan adanya gairah yang sangat tinggi di dalam internal skuad menjelang keberangkatan tim. "Ada hasrat yang begitu besar dari seluruh pemain untuk keluar ke lapangan dan memberikan kemampuan terbaik mereka," ujar pemain berusia 28 tahun tersebut.
"Ini akan menjadi partisipasi kedua kami di Piala Dunia, dan saya bisa memastikan bahwa proses persiapan tim berjalan sangat baik pasca-berakhirnya kompetisi liga. Kami membidik hasil positif dalam dua laga uji coba melawan Irlandia serta El Salvador pada 6 Juni di Los Angeles demi mematangkan aspek taktik strategi tim," Salman menambahkan.
"Mayoritas pemain telah memetik pengalaman yang sangat berharga sejak debut kami di Piala Dunia 2022. Kematangan bermain yang kami miliki sekarang diyakini akan memberikan dampak instan yang masif terhadap performa keseluruhan tim di lapangan."