Marcelo Bielsa, melatih tim nasional sepak bola Uruguai sejak 2023. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Montevideo, Uruguai
Kini, fokus pria 70 tahun itu tertuju pada penyisihan Grup H melawan Spanyol, Tanjung Hijau, dan Arab Saudi.
Marcelo Bielsa memberikan sinyal kuat bahwa masa jabatannya sebagai pelatih Uruguai memasuki babak akhir. Mantan bos Leeds United tersebut mengisyaratkan akan menyudahi kebersamaannya dengan skuad La Celeste tepat setelah gelaran Piala Dunia 2026.
Bielsa diketahui mulai menukari Uruguai sejak Mei 2023. Sepanjang 36 pertandingan di bawah kendalinya, ia sukses menerapkan gaya permainan berintensitas tinggi khas dirinya hingga membawa anaka asuhnya merebut peringkat ketiga di Copa America 2024.
Namun, komentar terbaru dari Bielsa mengindikasikan petualangannya bersama Uruguai akan berakhir. Spekulasi mengenai masa depannya pun langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola internasional.
Saat berbicara dalam sebuah acara resmi yang diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola Uruguai (AUF), Bielsa secara mengejutkan sangat terbuka mengenai masa depannya. "Pekerjaan kami akan berakhir seiring selesainya Piala Dunia," ujarnya.
"Adalah sebuah mukjizat dalam karier olahraga profesional mana pun untuk bisa ambil bagian dalam ajang sekelas Piala Dunia. Saya akan selamanya berterima kasih kepada Uruguai karena telah mengizinkan saya menikmati kompetisi seakbar Piala Dunia," Bielsa melanjutkan.
Rezim kepelatihan Bielsa di Uruguai sejauh ini memang diwarnai oleh kombinasi antara kejeniusan taktik dan friksi internal yang lazim menyertai karakter kepemimpinannya. Meski ia sukses mencatatkan persentase kemenangan yang meyakinkan hingga hampir 42 persen, metode latihan kerasnya tidak selalu bisa diterima dengan baik oleh beberapa pemain senior.
Salah satu kritik tajam sempat datang dari penyerang legendaris Luis Suarez yang secara terbuka menyuarakan ketidakpuasannya terhadap gaya kepelatihan Bielsa di luar lapangan. Eks Liverpool tersebut juga mengkritik atmosfer latihan terlalu kaku dan penuh tekanan yang diciptakan pria asal Argentina itu.
Terlepas dari ketegangan internal yang sempat memanas tersebut, publik sepak bola Uruguai secara umum tetap mendukung penuh perombakan skuad yang dilakukan Bielsa. Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, muncul keyakinan tinggi di masyarakat bahwa Uruguai mampu melewati hadangan berat di Grup H.
Grup tersebut diprediksi tidak mudah karena Uruguai harus bersaing ketat dengan Spanyol, Tanjung Hijau, dan Arab Saudi. Laporan media lokal di Montevideo pun kini makin menguatkan pernyataan Bielsa kalau bakal meninggalkan Uruguai selepas Piala Dunia 2026.
Bagi Bielsa, Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan terakhirnya untuk mengukuhkan warisan emas di panggung internasional setelah sempat membesut tim nasional Argentina dan Cili pada masa lalu. Ia tetap diakui sebagai salah satu sosok paling berpengaruh dalam dunia kepelatihan modern saat ini.