Bola resmi Piala Dunia 2026, Adidas Trionda. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Washington D.C., Amerika Serikat
Bola Trionda Pro palsu yang sangat mirip yang asli sangat mungkin mengecoh pembeli.
Peringatan buat penggemar sepak bola yang senang mengoleksi atau memainkan bola resmi Piala Dunia. Kelompok ini mesti berhati-hati bila ingin membeli Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026, turnamen akbar yang menyihir dunia yang kali ini akan dihelat di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Pada Senin (25/5/2026), terungkap bahwa Trionda palsu sudah beredar luas di pasaran. Repotnya, palsuan bola resmi ini cukup sulit dibedakan dari yang asli produksi Adidas.
Situs Footy Headlines mengutip laporan Gennaro Felice, salah seorang anggota komunitas kolektor, yang menyebut adanya sejumlah besar Trionda Pro baru tapi tidak asli yang menyerbu pasar sekunder. Beberapa platform penjualan kembali yang populer seperti eBay, Vinted, dan Wallapop, terpantau digunakan penjual bola palsu ini.
Sasaran para penjual bola tiruan ini tak lain dari peminat serius tapi kurang waspada. Harga miring dibandingkan banderol Trionda asli tentu menggoda, terutama bagi mereka yang ingin memiliki bola resmi sebelum turnamennya dimulai pada 11 Juni nanti.
Arus bola tiruan ini perlu diwaspadai betul karena tingkat kemiripannya. Jahitan panel-panel dan bentuk secara keseluruhan mendekati Trionda asli. Kolektor-kolektor yang jeli bahkan menduga bahwa para pemalsu menggunakan cetakan produksi orisinal Adidas hasil curian dari produsen perlengkapan olahraga dari Jerman itu.
Hanya saat disandingkan bersebelahan dengan bola Trionda orisinal maka terlihat perbedaan dari bola tiruan. Yang disebut paling kentara adalah kesalahan cetak huruf dan kode batang.
Meski terdapat cacat kecil tersebut, bola Trionda palsu bisa membuat banyak orang terkecoh hingga dinilai sebagai asli. Tanda mereka kecele adalah harga yang dicantumkan para pemalsu, yakni seharga 120 dolar AS (sekitar 2,1 juta dengan kurs rupiah yang tengah merosot saat ini). Banderol itu dapat dianggap masuk akal karena tidak berbeda jauh dengan harga bola orisinal.
Tak kurang, meluasnya Trionda Pro tiruan menjadi peringatan terakhir mengenai industri pemalsuan dalam sepak bola. Industri tiru-meniru ini tak hanya merambah jersei-jersei replika.