Kapten Mesir, Mohamed Salah. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRInews - Washington, Amerika Serikat
Saat imbang lawan Iran di laga terakhir fase grup, Mohamed Salah meminta dirinya diganti karena sakit yang dirasakannya.
Timnas Mesir telah mengamankan tempat di 32 besar Piala Dunia 2026. Tim berjulukan The Pharaohs lolos sebagai runner-up Grup G bersama Belgia yang merupakan juara grup. Dalam 32 besar nanti, Mesir akan menghadapi Australia dalam laga yang bergulir 3 Juli di Stadion Dallas Stadium, Amerika Serikat.
Namun, kurang dari sepekan lawan Australia, tim asuhan Hossam Hassan ini menghadapi ketidakpastian terkait bintang andalannya, Mohamed Salah. Penyerang 34 tahun ini dikabarkan mengalami cedera hamstring. Cedera tersebut membuat pemain yang baru meninggalkan klub Liverpool ini terancam tidak dapat tampil dalam pertandingan penting tersebut.
Mo Salah pemain yang sangat penting bagi Timnas Mesir. Perannya sangat besar membawa timnya melangkah ke 32 besar. Dalam tiga laga fase grup, Mesir tidak terkalahkan dengan meraih satu kemenangan, 3-1 lawan Selandia Baru, dan dua kali imbang lawan Belgia (1-1) dan Iran (1-1). Mohamed Salah memberikan asis saat lawan Belgia dan mencetak gol dan asis di laga lawan Selandia Baru.
Mesir salah satu tim yang memiliki sejumlah pemain berkualitas. Namun, jika ada tim yang sangat mengandalkan satu pemain bintang, Mesir salah satunya. Karena itu, cederanya Mo Salah membuat Mesir sangat khawatir. Mohamed Salah mengalami cedera tersebut saat lawan Iran di laga terakhir Grup G. Pelatih Hossam Hassan kemudian menarik Mohamed Salah dari lapangan di menit ke-57 karena sang pemain meminta dirinya untuk diganti.
Kini, sang pemain berpacu dengan waktu untuk mempersiapkan dirinya agar dapat bermain untuk Mesir di laga penting nanti saat lawan Australia. Mohamed Salah tidak berlatih pada Minggu lalu Menurut pernyataan dari Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA), Mohamed Salah bersama Mohamed Abdel-Moneim dan Ahmed Fotouh, menjalani pemulihan sementara rekan-rekan setimnya berlatih di Spokane, Washington.
“Mohamed Salah merasakan sedikit ketegangan di hamstring-nya," kata Direktur Timnas Mesir, Ibrahim Hassan seperti yang diberitakan ON Sports Channel, Senin (29/6/2026) ini. “Begitu dia merasakan sakit yang dialaminya, dia berhenti dan meminta untuk diganti karena dia tidak akan bisa melanjutkan pertandingan.”
Ibrahim Hassan menyatakan bahwa Mohamed salah telah menjalani perawatan dengan baik sejak setelah pertandingan melawan Iran dan sedang mempersiapkan diri, dan ada kemungkinan besar ia akan tersedia melawan Australia.
Dokter Timnas Mesir, Dr. Mohamed Aboul Ela menyatakan bahwa Mohamed Salah cedera otot posterior. Cedera otot posterior adalah adanya ketegangan atau robekan pada otot di bagian belakang tubuh, paling sering terjadi pada otot paha belakang (hamstring) atau betis.
Mohamed Abul Ela mengungkapkan bahwa pemain sayap itu telah menjalani ronsen, yang mengkonfirmasi adanya cedera otot paha belakang. Hal ini dengan cepat menimbulkan kekhawatiran tentang pertandingan mendatang melawan Socceroos.
Sementara itu, Hossam Hassan juga menyatakan bahwa setelah laga menghadapi Iran, dia telah berbicara dengan Mohamed salah terkait cedera yang dialami pemain bintangnya itu. "Dia meyakinkan saya bahwa dia akan baik-baik saja, bahwa itu bukan cedera serius," kata Hossam Hassan.
Saat menghadapi Iran, Mohamed Salah tampil sebagai starter untuk kelima kalinya di Piala Dunia, menjadi pemain Mesir pertama yang mencatat sejarah tersebut. Dia berhasil membawa Mesir untuk pertama kalinya tidak terkalahkan di Piala Dunia yang diikutinya setelah pada 2018, Mesir gagal lolos karena mengalami tiga kekalahan.