TVRINews - Los Angeles, Amerika Serikat

Jesse Marsch memberikan pujian kepada timnya atas keberhasilan mereka mengalahkan Afrika Selatan dan berhasil lolos ke 16 besar.

Pelatih Kanada, Jesse Marsch, menyebut timnya sebagai "Pahlawan Kanada" setelah berhasil ke 16 besar Piala Dunia 2026 dengan mengalahkan Afrika Selatan dalam laga 32 besar yang digelar Minggu (28/6/2026) atau Senin dini hari tadi WIB. Kanada menang 1-0 lewat gol dramatis pada menit terakhir (90+2) yang diciptakan Stephen Eustaquio, dalam laga di Stadion Los Angeles Stadium, Amerika Serikat.

Jesse Marsch menyampaikan pujian tersebut tepat setelah laga berakhir. Dia mengumpulkan pemainnya di pinggir lapangan dan menyatakan kepada mereka; "kalian adalah pahlawan Kanada", momen yang kemudian viral di media sosial. Pelatih berusia 52 tahun ini menyatakan bahwa dia ingin pemainnya langsung memahami betapa pentingnya kemenangan di laga 32 besar ini yang membuat Kanada lolos ke 16 besar, sebuah pencapaian bersejarah bagi sepak bola negeri ini.

"Saya hanya ingin menyampaikan kepada mereka (pemain), betapa pentingnya momen ini bagi olahraga Kanada," kata Jesse Marsch, kemudian dalam wawancara singkat kepada wartawan setelah "team talk" tersebut. Pelatih asal Amerika Serikat ini menyatakan tidak peduli tentang penilaian terkait briefing di pinggir lapangan yang memang terkadang mendapat sorotan kamera.

"Ada orang yang mengatakan bahwa pertemuan di lapangan itu hanya sandiwara. Terus terang, saya tidak peduli apa yang orang katakan. Yang saya pedulikan hanyalah tim kami sendiri dan apa yang kami lakukan bersama," kata Jesse Marsch lagi.

Lolos ke fase berikutnya, dalam hal ini 16 besar merupakan pencapaian bersejarah bagi Kanada, negeri yang memang lebih dikenal dengan olahraga hoki es. Dalam sejarahnya, ini merupakan edisi Piala Dunia ketiga bagi Kanada setelah Piala Dunia 2022 dan yang pertama adalah Piala Dunia 1986.

Untuk edisi Piala Dunia 2026 ini, mereka tentu saja tampil di Piala Dunia ini sebagai tuan rumah yang berarti tanpa melalui kualifikasi. Namun demikian, Jonathan David dan kawan-kawan berhasil membuktikan bahwa mereka mampu bersaing sepanjang Piala Dunia 2026 ini walau tanpa melalui fase kualifikasi.

Kanada lolos sebagai ke 32 besar dengan status runner-up grup setelah kalah dari Swiss dalam laga terakhir Grup B, 24 Juni lalu. Karena kegagalan menjadi juara grup, membuat mereka harus kehilangan kesempatan untuk tetap bermain di Kanada, seperti saat ini main di Los Angeles, Amerika Serikat. Bermain di Kanada memiliki peluang bagi mereka untuk tetap dekat dengan fans dan meningkatkan atmosfer semangat Piala Dunia 2026 di negeri mereka sendiri.

"Kami kecewa harus meninggalkan Kanada, mengingat kemeriahan dan semangat di sekitar Piala Dunia dan tim kami. Tetapi para pemain dengan cepat fokus kembali dan tahu bahwa ini adalah kesempatan besar," kata Jesse Marsch, terkait hal tersebut.

Jesse Marsch menilai, situasi tersebut seharusnya bukanlah persoalan. Apalagi, timnya sudah sangat familiar dengan bermain di Amerika Serikat. Negeri tetangga mereka ini yang berstatus tuan rumah Utama pernah menggelar ajang internasional, seperti edisi terakhir Piala Emas CONCACAF dan Copa America, serta pertandingan persahabatan Kanada.

Saat menghadapi Afrika Selatan, Stadion Los Angeles Stadium pun didominasi warna merah yang memperlihatkan dukungan besar untuk Kanada. Kini, fokus Jesse Marsch dan tim selanjutnya adalah menatap laga 16 besar. Kanada akan menghadapi pemenang dari laga Belanda vs Maroko. Siapapun lawan yang akan dihadapi, keduanya sama-sama tim yang kuat.

Maroko contohnya, adalah tim yang mencapai semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar, dan Belanda, yang telah tiga kali menjadi finalis di ajang ini. Belum lagi jika membandingkan kualitas para pemain lawan dengan barisan pemain yang mereka miliki. Meski demikian, Jesse Marsch menilai selalu ada kesempatan untuk membuat perbedaan di ajang seperti Piala Dunia.

Bahkan, sebagai pelatih, dia menyatakan bahwa ia menikmati kesempatan untuk menghadapi "salah satu raksasa" sepak bola dunia. Dia menyebut Maroko sebagai "raksasa modern" karena kesuksesan mereka baru-baru ini. Sementara Belanda tentu saja sebagai "raksasa tradisional."

"Saya merasa ini seperti kesempatan emas, dan kami akan memanfaatkannya dan melakukan segala yang kami bisa untuk melihat apakah kami dapat menemukan cara untuk meraih kemenangan," kata Jesse Marsch dengan nada optimistis.

Lawan Afrika Selatan, kapten dan bintang mereka yaitu Alphonso Davies memang sudah bisa bermain kembali. Jesse Marsch menurunkan bintang Bayern Munchen tersebut di menit ke-75 menggantikan Tajon Buchanan. Dengan kehadiran Alphonso Davies di posisi bek kanan, Kanada akan menjadi lebih kuat saat menghadapi pertarungan di 16 besar nanti.