TVRINews - Kansas City, Amerika Serikat

Giuliano Simeone tampil dalam debutnya di Piala Dunia saat Argentina menang 3-1 atas Yordania dalam laga fase grup pada Sabtu (27/6/2026) lalu.

Bintang Timnas Argentina, Giuliano Simeone, tidak hanya mewujudkan impiannya bermain di Piala Dunia. Kehadirannya saat lawan Yordania juga bagai keajaiban. Karena tiga tahun lalu, harapannya main di turnamen terbesar ini seolah sirna karena cedera serius yang dialaminya.

Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, memang menurunkan Giuliano Simeone, putra dari legenda sepak bola Argentina yang juga pelatih top yaitu Diego Simeone. Giuliano Simeone tampil sebagai starter dalam kemenangan Argentina, 3-1 atas Yordania dalam laga Sabtu (27/6/2026) lalu itu. Pertandingan yang bergulir di Stadion Dallas Stadium memang tidak lagi menentukan bagi Tim Tango karena mereka sudah dipastikan lolos ke 32 besar saat itu.

Karena itu pula, boleh jadi Lionel Scaloni memberikan kesempatan kepada para pemain bintangnya yang dalam dua laga sebelumnya tidak mendapatkan kesempatan tampil. Giuliano Simeone salah satunya. Pada pertandingan tersebut, Giuliano Simeone tampil sepanjang 70 menit sebelum Lionel Scaloni menurunkan Valentin Barco untuk menggantikannya.

Bagi Giuliano Simeone, apapun latar belakang keputusan Lionel Scaloni menurunkannya, tidaklah penting. Baginya, dia dapat bermain untuk Argentina, mengenakan kostum Albiceleste di turnamen Bernama Piala Dunia.

“Bermain dalam debut Piala Dunia saya sungguh luar biasa. Saya memimpikannya sejak kecil,” kata Giuliano Simeone, terkait laga tersebut. “Semuanya terjadi begitu cepat. Tiga tahun yang lalu saya mengalami masa sulit, tetapi dengan banyak usaha dan pengorbanan, saya pulih, dan saya harus berterima kasih kepada semua yang pernah saya bela yang telah membantu saya.”

Untuk debutnya ini, dia pun mengabadikan dalam akun media sosialnya pada Minggu (28/6/2026) dengan menampilkan momen saat dirinya dirawat di rumah sakit karena cedera parah, sebuah foto 6 Agustus 2023 dengan tulisan: "Percaya kepada saya, saya akan tampil di Piala Dunia berikutnya."

Ya, pada tiga tahun lalu dari ranjang rumah sakit dengan kaki yang baru saja dioperasi, Giuliano Simeone menulis kepada keluarganya bahwa ia akan bermain di Piala Dunia berikutnya. Hampir tiga tahun kemudian, Lionel Scaloni menurunkannya sebagai starter dalam pertandingan ketiga babak penyisihan grup melawan Yordania.

Cedera memang salah satu tantangan yang dilalui selain statusnya sebagai anak dari mantan bintang Argentina, Diego Simeone. Sebuah akun media sosial pun memberikan narasi. "Banyak yang berpikir, menjadi anak dari legenda Argentina dan Atletico Madrid akan memberikannya kemudahan untuk mencapai impian. Tapi, itu tidaklah benar."

Nama Diego Simeone boleh jadi selalu membayangi karier Giuliano Simeone. Namun demikian, faktanya, dirinya berjuang seperti pemain lainnya. Termasuk mengalami cedera yang sangat serius itu yang membuat nyaris terhenti. Dalam pertandingan pramusim saat bermain untuk Alaves sebagai pinjaman, pergelangan kakinya patah karena tackle pemain Burgos CF saat itu, Jose Joaquin Matos.

Giuliano Simeone mendapatkan tekel keras dari belakang pada menit ke-85 yang membuatnya tergeletak di lapangan. Diagnosisnya saat itu, patah tulang fibula patah dan pergelangan kaki kiri terkilir. Ambulan memasuki lapangan, membawanya dengan tandu, dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

Pemulihannya akan membuatnya absen dari lapangan selama berbulan-bulan. Selama di rumah sakit dan dalam proses penyembuhannya, dia pun menyampaikan banyak pesan yang memperlihatkan keinginannya untuk bermain di Piala Dunia.

Dalam obrolan WhatsApp saat itu, keluarganya langsung merespons dengan pesan-pesan dukungan. “Siapa pun yang takut bisa mundur. Tidak ada yang akan mundur di sini. Kami akan berada di sana bersama Albiceleste," demikian pesan dari salah satu keluarganya.

Semua percakapan itulah yang dia pilih untuk dibagikan di akun Instagram-nya dengan keterangan "Saya Memilih untuk Percaya"—disertai dengan hati berwarna biru muda dan putih serta tanggal debutnya melawan Yordania.

“Pada tanggal 6 Agustus, saya mengatakan ingin bermain di Piala Dunia, bahwa saya tidak tahu apakah saya akan berhasil, tetapi tekad saya besar saat itu," kata Giuliano Simeone. Dan, harapan tiga tahun silam itu kini terwujud.