Bek dan kapten Timnas Kanada, Alphonso Davies. Foto: TVRI/Grafis/Mohamad Yusuf
TVRINews - Los Angeles, Amerika Serikat
Alphonso Davies dimainkan pada saat yang tepat. Kanada terlihat berbeda dengan keberadaan sang kapten.
Piala Dunia 2026 melibatkan total 1.248 pemain yang tersebar masuk ke dalam skuad 48 tim peserta. Tidak semua pemain tersebut tampil dalam pertandingan turnamen yang diadakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini.
Alphonso Davies masuk pada menit ke-75 pertandingan antara Kanada dan Afrika Selatan di 32 besar. Pendukung Les Rouges Kanada bersorak menyambut kehadiran Davies, yang menurut situs FIFA merupakan pemain ke-1.000 yang turun di pertandingan Piala Dunia 2026.
Pelatih Kanada, Jesse Marsch, tetap memasukkan nama Alphonso Davies ke dalam daftar 26 pemain untuk Piala Duni 2026. Saat pendaftaran, sayap Bayern Munchen itu masih menderita cedera lutut saat bermain di Liga Champion.
Awalnya, Alphonso Davies diperkirakan sudah pulih untuk hari laga kedua Kanada di Grup B menghadapi Qatar. Akan tetapi, cedera pemain berusia 25 tahun itu masih berisiko tambah parah sehingga tidak dimainkan sama sekali di fase grup.
Momen yang ditunggu-tunggu pendukung Kanada itu pun tiba. Jesse Marsch memasukkan Alphonso Davies sebagai pemain pengganti terakhir di laga 32 di Los Angeles Stadium.
Terjadi perubahan dalam skuad Kanada yang bermain di lapangan. Alphonso Davies bukan hanya menambah variasi serangan dengan operan-operan yang menunjukkan kemahiran teknis tinggi kendati kemudian agak teredam karena para pemain Afsel lebih waspada dan mulai menutup ruang geraknya.
Lebih dari segi teknis, Alphonso Davies seperti menyuntikkan mentalitas baru bagi Les Rouges. Para rekannya di lapangan tampil lebih bersemangat sekaligus tenang dan percaya diri.
Jesse Marsch sudah memperkirakan hal ini sebelum laga. "Kini kami melihat Alphonso kembali bugar dan siap tampil. Saya pikir ini merupakan momen dan dorongan besar bagi tim," ucap Marsch.
Sang pelatih memberikan sedikit alasan soal pengunduran laga pertama Alphonso Davies di Piala Dunia 2026 ini. Marsch ingin pemain binaan Vancouver Whitecaps tersebut tidak dipaksa buru-buru menjalankan protokol cedera agar mencapai puncak kebugaran dan kekuatan pada saat yang tepat.
"Bagi saya, memberi tahu pemain terbaik kami, kepingan besar dari semua yang kami lakukan, bahwa ia harus menunggu, juga sama tidak mengenakkannya. Namun, kami melakukannya demi kepentingan terbaik bagi Alphonso dan kariernya. Jadi, menyenangkan kami bisa merancang rencana mengembalikannya ke lapangan," tutur Marsch.
Masih harus dinanti apakah Marsch berani memainkan Alphonso Davies sejak awal laga perdelapan final nanti, yang masih menunggu pemenang antara Belanda dan Maroko. Dengan sejarah cedera, peran pendukung penting seperti di 32 besar sepertinya masih bisa dianggap sebagai tugas besar dan masuk akal buat Alphonso Davies.