Selebrasi pemain Timnas Portugal dalam sebuah pertandingan. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Florida, Amerika Serikat
Gelang tersebut bertuliskan nama Diogo Jota dan pemain Portugal lainnya yang masuk skuad di Piala Dunia 2026 ini.
Portugal memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Republik Demokratik Kongo. Pertandingan di Grup K ini akan bergulir pada Rabu (17/6/2026) malam WIB. Tim asuhan Roberto Martinez ini telah mempersiapkan diri mereka untuk laga tersebut, baik kondisi terkait Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan serta latihan yang sudah dimulai sejak pekan lalu.
Dari sejumlah persiapan, ada satu ketetapan yang telah disepakati semua bagian dari tim berjulukan Selecao das Quinas ini yaitu mereka akan mengenakan gelang spesial yang dibuat khusus sebagai penghormatan kepada rekan mereka yang telah meninggal, Diogo Jota.
Semua pemain akan mengenakan gelang tersebut selama di turnamen ini dan di setiap pertandingan yang akan dijalani Portugal. Mereka sudah mengenakan gelang tersebut saat latihan pada Rabu lalu di pusat latihan mereka di Gardens North County District Park yang berada di Palm Beach Gardens.
Gestur bermakna ini secara pribadi dipresentasikan oleh Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro selama pertemuan dengan para pemain. Dia memberikan motivasi kepada skuad sebelum dimulainya kompetisi.
Penghormatan ini bertujuan untuk menghormati peran Diogo Jota yang dalam kariernya telah memainkan total 49 pertandingan resmi untuk Portugal dan mencetak 14 gol sebelum secara tragis meninggal pada tahun lalu dalam kecelakaan mobil di Spanyol.
Kehilangan pemain sepak bola yang tak terduga itu meninggalkan bekas luka yang dalam kepada tim. Namun demikian, dengan mengenang Diogo Jota menjadi sumber motivasi tambahan bagi tim dalam penampilan mereka di Piala Dunia 2026 ini.
Gelandang Vitinha menjelaskan arti penting gelang tersebut. Dia menyatakan bahwa gelang itu dirancang khusus agar tetap memenuhi peraturan FIFA di lapangan. "Pada dasarnya, cerita tentang gelang ini adalah, ketika kami bertemu dengan Perdana Menteri, beliau menawarkan gelang ini kepada kami," kata Vitinha yang merupakan pemain Paris Saint-Germain.
"Mereka memastikan bahwa itu adalah gelang yang bisa kami kenakan di lapangan. Gelang itu memiliki semua spesifikasi agar kami dapat memasuki lapangan dengan mengenakannya, dengan nama semua pemain ditambah nama khusus Diogo Jota," dia menambahkan.
"Dia membiarkan kami memilih, apakah kami ingin menggunakannya atau tidak, lalu menjelaskan bagaimana kami menggunakannya, di siang hari atau selama pertandingan. Kami menerimanya dengan penuh kasih sayang dan kami memilih untuk menggunakannya."
Sebelumnya, Roberto Martinez juga sudah menyinggung tentang makna Diogo Jota bagi pemain Portugal. Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, Diogo Jota merupakan bagian penting dari atmosfer ruang ganti. Roberto Martinez percaya bahwa kenangan akan mantan penyerang tersebut akan memberikan energi yang dibutuhkan untuk menghadapi momen-momen sulit di Piala Dunia.
"Diogo Jota adalah cahaya kami," kata Roberto Martinez kepada The Athletic. "Diogo adalah adalah referensi kami tentang keinginan untuk mewujudkan apa yang menjadi mimpinya, yaitu memenangkan gelar untuk Portugal, seperti yang ia lakukan dengan memenangkan Liga Negara Eropa. Dia adalah bagian penting dari apa yang telah kami bangun di ruang ganti."
Roberto Martinez juga menyatakan bahwa impian Diogo Jota adalah memberikan gelar Piala Dunia untuk Portugal. "Dia ingin memenangkan Piala Dunia sehingga ini menjadi sebuah contoh, karena Diogo adalah contoh dari keyakinan bahwa apapun mungkin terjadi. Di lapangan, dia selalu menemukan jawaban pada saat yang tepat di saat-saat sulit."
Diogo Jota meninggal pada 3 Juli 2025 dalam sebuah kecelakaan di Cernadilla, Spanyol. Dalam kariernya, dia telah bermain di sejumlah klub besar termasuk di Liverpool. Momen terbaiknya bersama Timnas Portugal saat membawa negeri ini juara Liga Negara Eropa pada 2018-2019 dan 2024-2025.