Ilustrasi Kota New Jersey Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – New York, Amerika Serikat
Para pejabat pemerintah di Amerika Serikat turut menyoroti rencana kenaikan biaya transportasi selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
Senator Amerika Serikat, Chuck Schumer, mendesak FIFA menanggung biaya transportasi selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Pernyataan itu disampaikan melalui media sosial setelah muncul rencana kenaikan tarif oleh perusahaan transportasi publik New Jersey, NJ Transit.
The Athletic melaporkan NJ Transit berencana untuk menaikkan tarif secara drastis. Dari yang awalnya orang hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp223.000 untuk perjalanan pergi dan pulang, naik menjadi Rp1,7 juta.
Piala Dunia 2026 akan mendatangkan banyak penggemar dari berbagai negara. NJ Transit melihatnya sebagai peluang untuk mendapatkan pemasukan tambahan.
Namun, Schumer menilai kebijakan tersebut berpotensi merugikan warga lokal yang bergantung pada transportasi umum. Karena itu, ia mendesak FIFA untuk menanggung biaya perjalanan selama ajang berlangsung.
"FIFA diperkirakan akan meraup hampir Rp189 triliun dari Piala Dunia musim panas ini, tapi para komuter dan penduduk wilayah New York yang harus menanggung biayanya," kata Schumer melalui akun media sosial X pribadinya.
"Setidaknya FIFA harus memastikan warga New York dapat pergi ke stadion tanpa harus membayar mahal di pintu masuk. Saya menuntut FIFA untuk bertindak dan menanggung biaya transportasi bagi kota dan negara bagian tuan rumah," ia menambahkan.
Kabar mengenai rencana NJ Transit menaikkan biaya transportasi turut menyita perhatian Gubernur New York, Kathy Hochul. Ia mengkritik kebijakan tersebut karena dianggap berlebihan.
"Piala Dunia seharusnya terjangkau dan mudah diakses sebisa mungkin. Membebankan biaya lebih dari Rp1,7 juta untuk perjalanan kereta api singkat terdengar sangat mahal bagi saya," tuturnya.
Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, coba menenangkan masyarakat. Ia menegaskan bahwa para wajib pajak setempat tidak akan dibebani oleh biaya transportasi para penonton pertandingan Piala Dunia 2026.
"Kami tidak akan membayar biaya transportasi bagi orang-orang yang menonton Piala Dunia dengan membebani wajib pajak dan para komuter New Jersey," tegasnya.
Kenaikan biaya ini berpotensi menambah beban pengeluaran bagi para suporter yang datang ke Amerika Serikat untuk menyaksikan langsung Piala Dunia 2026. Sebelumnya, mereka sudah dibuat resah dengan mahalnya harga tiket pertandingan.
Perihal harga tiket Piala Dunia 2026 membuat FIFA banyak mendapat kritik. Mulai dari Anggota Kongres Amerika Serikat hingga perkumpulan suporter Eropa meminta otoritas tertinggi sepak bola dunia itu mengubah kebijakan.
Penetapan harga dinamis untuk tiket Piala Dunia 2026 menjadi salah satu yang disorot. Hal itu membuat lonjakan kenaikan tidak terkontrol. Meski demikian, FIFA tetap teguh pada kebijakannya karena merasa tidak melanggar aturan di negara tuan rumah.