Ilustrasi Trofi Piala Dunia Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Toronto, Amerika Serikat
Polisi telah bersiap selama tiga tahun untuk mengamankan lokasi utama, termasuk Stadion Toronto yang akan menggelar enam pertandingan.
Kurang dari dua bulan sebelum Piala Dunia 2026 dimulai di Toronto, pihak kepolisian setempat akhirnya merilis rencana keamanan resmi untuk ajang tersebut. Meski persiapan sudah matang, masih ada beberapa latihan simulasi yang harus diselesaikan guna menyambut salah satu acara olahraga terbesar sejagat raya.
Rencana keamanan tersebut dipaparkan di hadapan dewan kepolisian dengan fokus utama pada empat lokasi strategis di seluruh penjuru kota. Pusat kota akan menjadi titik kumpul massa di stadion dan festival penggemar, sementara Downsview Park serta Centennial Park digunakan sebagai lokasi latihan tim peserta.
Berbagai unit khusus akan dikerahkan, mulai dari anjing pelacak untuk menyisir stadion hingga unit kavaleri untuk mengendalikan kerumunan besar. Petugas kepolisian Toronto nantinya mendapatkan dukungan tambahan dari personel RCMP, wilayah Durham, York, Peel, hingga Kepolisian Provinsi Ontario.
“Tim ini telah mengerjakan persiapan ini selama tiga setengah tahun terakhir. Ini merupakan langkah antisipasi menyambut acara terbesar di dunia yang akan datang ke Kota Toronto,” kata Inspektur Polisi Toronto, Barry O’Neill dikutip CBC.
Satuan tugas darurat yang menangani situasi berisiko tinggi akan disiagakan di area stadion serta lokasi festival penggemar sepanjang turnamen berlangsung. Selain itu, unit penjinak bom akan bekerja sama dengan tim penjaga ketertiban umum, dibantu peningkatan patroli dari unit kepolisian perairan.
Toronto dijadwalkan menjadi tuan rumah bagi enam pertandingan yang berlangsung pada Juni hingga awal Juli di Stadion Toronto. Diperkirakan sekitar 65.000 orang akan memadati kawasan tepi laut kota untuk menyaksikan laga di stadion maupun meramaikan festival penggemar Fort York.
“Tentu saja dalam sepak bola ada potensi holiganisme, meskipun hal itu tidak terlalu umum terjadi di ajang sekelas Piala Dunia. Namun, kemungkinan besar kita akan melihat peningkatan aksi protes dan demonstrasi karena besarnya sorotan media global di sini,” ucapnya.
O’Neill menjelaskan Piala Dunia edisi sebelumnya berhasil menjangkau miliaran penonton di seluruh dunia melalui siaran internasional. Hal ini membuat setiap potensi unjuk rasa memiliki peluang besar untuk mendapatkan perhatian luas dari masyarakat global secara instan.
Berdasarkan data yang diterima dari FIFA, polisi menyebutkan bahwa sekitar 70 persen pemegang tiket pertandingan adalah wisatawan mancanegara. Kedatangan turis internasional dalam jumlah besar ini menuntut skenario pengaturan lalu lintas yang lebih dinamis dan fleksibel di lapangan.
“Banyak dari penggemar ini datang dari negara-negara yang sangat terbiasa berjalan kaki menuju lokasi acara,” ujarnya.
Ketua dewan kepolisian, Shelley Carroll, juga menyoroti adanya pembatasan terencana mengenai lokasi di mana warga diizinkan berkendara dan parkir. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah kota dalam memastikan seluruh informasi mengenai pembatasan ini sampai ke telinga masyarakat luas.
“Saya khawatir Kepolisian Toronto akan dianggap bertanggung jawab jika terjadi kendala, padahal ini adalah bagian dari penyampaian informasi komunitas yang lebih luas,” tuturnya.
Carroll merujuk pada penyelenggara Olimpiade Paris 2024 yang sudah menyosialisasikan penutupan jalan sejak April untuk acara di bulan Juli. Meskipun rilis mengenai rencana mobilitas Toronto sudah keluar sejak akhir Maret, lokasi spesifik penutupan jalan hingga kini belum dirinci secara detail.
Walaupun persiapan jangka panjang telah dilakukan, pihak kepolisian masih memiliki beberapa agenda latihan simulasi sebelum sepak mula pertama dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel siap menghadapi segala skenario darurat yang mungkin terjadi di lapangan.
Pada Rabu (15/4/2026), polisi akan menggelar latihan penanganan korban massal yang dilakukan melalui kerja sama dengan rumah sakit lokal setempat. Selanjutnya, pertandingan Inter Miami melawan Toronto FC pada 9 Mei mendatang akan menjadi ajang simulasi atmosfer pertandingan FIFA yang sesungguhnya.
Selain mengantisipasi kerusuhan fan dan demonstrasi, polisi juga bersiap menghadapi potensi peningkatan kasus perdagangan manusia yang sering terjadi saat ajang olahraga internasional. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena secara statistik menunjukkan tren kenaikan di kota-kota yang menjadi tuan rumah acara besar.
Pihak kepolisian saat ini juga tengah mengedukasi masyarakat terkait potensi penipuan penjualan tiket yang menyasar pertandingan-pertandingan yang sangat diminati. Edukasi ini dianggap mendesak untuk mencegah warga menjadi korban kriminalitas siber yang memanfaatkan antusiasme tinggi terhadap Piala Dunia 2026.
“Tentu saja, kita sudah melihat pola penipuan serupa pada konser Taylor Swift sebelumnya,” ungkap O’Neill memperingatkan masyarakat.