TVRINews - Jakarta

Hossam Hassan menghapus kekecewaan suporter Mesir dengan kelolosan ke Piala Dunia 2026.

Hossam Hassan akan memimpin tim nasional Mesir di Piala Dunia 2026. Pria berusia 59 tahun itu sudah sangat lekat dengan tim berjuluk The Pharaohs karena sejak masih aktif bermain merupakan andalan di lini depan.

Jauh sebelum Mohamed Salah muncul sebagai ikon sepak bola Mesir, Hassan lebih dulu dikenal publik sebagai penyerang berbakat. Selama 21 tahun berkarier bersama tim nasional, ia menyumbangkan 69 gol dari 177 pertandingan.

Dengan jumlah gol tersebut, Hassan menempati daftar teratas pemain tersubur sepanjang masa Mesir. Ia unggul dua gol dari Salah yang sejauh ini sudah tampil dalam 115 laga.

Sejak dipercaya menjadi pelatih Mesir pada 2024, Hassan sudah menjalani 28 pertandingan. Hasil yang ia dapatkan terbilang bagus, yakni 17 kemenangan, tujuh kali imbang, dan empat kekalahan.

Mayoritas pemain yang diandalkan Hassan dalam skuad besutannya adalah yang berkarier di kompetisi domestik. Mereka dipadukan dengan sejumlah nama yang dalam beberapa tahun terakhir mentas di kompetisi Eropa.

Pembuktian tangan dingin Hassan pertama kali untuk Mesir adalah keberhasilan di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika. Tergabung ke dalam Grup A, mereka mencatatkan delapan kemenangan dan dua kali imbang.

Hasil tersebut menempatkan Mesir ke puncak klasemen dan berhak lolos ke putaran final yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko. Hassan menunaikan janjinya kepada suporter yang kecewa karena Mesir gagal lolos pada Piala Dunia 2022.

“Kami pasti ingin lolos ke Piala Dunia, dan saya ingin melakukannya dengan generasi saat ini, yang terdiri dari beberapa pemain hebat,” kata Hassan dalam sebuah wawancara dengan FIFA.com.

Memori Piala Dunia

Ini adalah kali kedua Hossam Hassan meloloskan Mesir ke Piala Dunia. Pada 1990, ia menjadi bintang dalam tim yang berhasil mengembalikan The Pharaohs kembali ke turnamen besutan FIFA tersebut setelah 56 tahun absen.

Mesir berstatus sebagai tim non-unggulan dalam Grup F bersama Inggris, Belanda, dan Irlandia. Namun, mereka berhasil membuat kejutan dengan menahan imbang Belanda dengan skor 1-1 dan tanpa gol menghadapi Irlandia.

Peluang Mesir untuk lolos ke babak gugur terbuka. Akan tetapi, pada pertandingan terakhir menghadapi Inggris, tim yang dibesut oleh Mahmoud Al-Gohari menyerah 0-1. Langkah mereka terhenti karena berakhir di dasar klasemen. 

Kini, Hassan datang sebagai pelatih. Ia percaya diri Mesir dapat mematahkan catatan buruk selalu terhenti di fase grup dalam tiga partisipasi sebelumnya. Sejumlah uji coba dilakukan jelang Piala Dunia 2026, salah satunya imbang di markas Spanyol pada Maret lalu.

“Saya senang dengan penampilan para pemain. Pertandingan melawan tim kuat seperti Spanyol sangat berguna bagi kami untuk meningkatkan performa sebelum putaran final,” tutur Hassan, dikutip dari Kingfut.

Masih ada dua pertandingan uji coba lagi yang diagendakan Mesir sebelum berangkat ke Piala Dunia 2026 menghadapi Rusia dan Brasil. Hassan ingin anak asuhnya benar-benar siap mengarungi persaingan di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Iran.

Biodata Hossam Hassan

Nama: Hossan Hassam Hassanein Hassan

Kelahiran: Kairo (Mesir), 10 Agustus 1966

Karier Pemain

Al Ahly (1984-1990)

PAOK (1990-1991)

Neuchal Xamax (1991-1992)

Al Ahly (1992-1999)

Al Ain (1999-2000)

Zamalek (2000-2004)

Al Masry (2004-2006)

Tersana (2006-2007)

Al Ittihad Alexandria (2007-2008)

Karier Pelatih

Al Masry (2008)

Telecom Egypt (2009)

Zamalek (2009-2011)

Ismaily (2011)

Al Masry (2012)

Jordania (2013-2014)

Zamalek (2014)

Al Ittihad Alexandria (2014-2015)

Al Masry (2015-2018)

Pyramids (2019-2019)

Smouha (2019-2020)

Al Ittihad Alexandria (2020-2022)

Al Masry (2022-2023)

Modern Future (2024)

Mesir (2024-sekarang)