Takefusa Kubo, andalan sektor serangan Jepang di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Tokyo, Jepang
Pendukung Jepang menanti pengaruh Takefusa Kubo, "Messi Jepang", dalam serangan Samurai Blue.
Bagi tim yang cenderung defensif seperti Jepang di bawah arahan Hajime Moriyasu, serangan tetap merupakan elemen penting. Untuk keperluan ofensif itu, gelandang serang lincah seperti Takefusa Kubo akan krusial, apalagi bila Kaoru Mitoma belum cukup bugar.
Karena kemungkinan besar Kubo menjadi andalan serangan, para pendukung Jepang bakal menantikan kemahiran sang sayap kelahiran 4 Juni 2001 itu yang sudah terdeteksi sejak masih kecil sehingga penggemar di Jepang menjulukinya sebagai "Messi Jepang".
Saat berusia 7 tahun, Takefusa Kubo sudah mulai bermain di tim-tim lokal di kota kelahirannya, Kawasaki. Kubo lalu menjadi pemain terbaik dalam Barcelona Soccer Camp, terpilih masuk ke dalam FC Barcelona School dan berlaga di turnamen di Belgia dan menjadi pemain terbaik. Setelah kembali ke Jepang, Kubo mulai bermain untuk tim junior Kawasaki Frontale.
Tonggak penting di awal kariernya adalah undangan untuk bergabung dengan La Masia, akademi Barcelona yang termasyhur itu. Di musim penuh pertamanya di Barca Aleci C (U-11), 2012/13, Kubo menjadi top-scorer dengan 74 gol dari 30 laga. Dua tahun kemudian, Kubo dinaikkan ke ke Barca Infantil A (U-14). Namun, klub Catalonia itu mendapati telah melanggar aturan FIFA soal transfer pemain di bawah 18 tahun. Kubo tidak bisa memperkuat Barcelona hingga kembali ke Jepang pada Maret 2015.
Untuk mendapatkan waktu bermain, Takefusa Kubo bergabung ke tim FC Tokyo U-18 pada 2016 dan dipromosikan ke tim seniornya saat berusia 15 tahun. Kubo mencetak rekor pemain termuda debutan profesional dan pencetak gol termuda di J-League. Pada November 2017, FC Tokyo mengganjarnya dengan kontrak tim pertama.
Per 16 Agustus 2018, Takefusa Kubo dipinjamkan ke Yokohama F. Marinos selama setengah tahun. Debut Kubo di Marinos diwarnai golnya. Musim berikutnya, Kubo menjadi stater reguler di FC Tokyo.
Pada 14 Juni 2019, Takefusa Kubo diikat Real Madrid selama lima tahun. Namun, El Real meminjamkan Kubo ke Mallorca selama semusim. Saat debutnya di La Liga pada 1 September 2019, Kubo menjadi pemain Jepang termuda di empat liga teratas di Eropa pada usia 18 tahun 2 bulan 28 hari.
Pada musim 2020/21, Kubo menjalani peminjaman lagi dari Madrid ke Villarreal dan Getafe. Musim berikutnya, Mallorca kembali meminjam Kubo semusim penuh dari Los Blancos.
Takefusa Kubo akhirnya pindah secara permanen dari Real Madrid. Pada 19 Juli, sang sayap yang fasih berbahasa Spanyol itu resmi menjadi pemain Jepang pertama di Real Sociedad.
Musim perdananya di Sociedad menjadi musim terbaik Kubo dengan sumbangan 9 gol dan 4 assist. Yang jelas, Takefusa Kubo merupakan pilihan utama klub kota San Sebastian itu jika tidak mengalami cedera. Bersama Sociedad, Kubo merasakan kenikmatan mengangkat trofi Copa del Rey 2005/26.
Gemar Giring
Menurut Whoscored, Real Sociedad memaksimalkan Kubo di sisi kanan lapangan, dari gelandang kanan sampai penyerang kanan. Rata-rata nilai performanya stabil di tiga posisi kanan.
Di Timnas Jepang, Kubo lebih sering ditempatkan di titik kanan di belakang ujung tombak. Peran itu tidak terlalu jauh dari kebiasaannya di Sociedad.
Saat Jepang membutuhkan daya gedor di Piala Dunia 2026, Takefusa Kubo dapat menawarkan sejumlah kebolehan. Dribel menjadi kelebihan Kubo yang akan merepotkan barisan pertahanan lawan-lawan Jepang di Amerika Utara pada musim panas nanti.
Mengikuti kegemarannya menggiring bola, Kubo akan lebih memilih mengirimkan operan-operan pendek. Kecenderungan berikutnya, pemain kelahiran Asao-ku, Kawasaki, itu akan sering mendapatkan pelanggaran lawan.
Meski dribelnya terbilang bagus, tapi Kubo masih memiliki kekurangan. Ia terlihat masih sering kehilangan bola justru saat menahan si kulit bundar.
Pemimpin Masa Depan
Takefusa Kubo masih berusia 24 tahun saat ini. Walau begitu, dengan pengalamannya, tak mengherankan bila sang sayap disebut sebagai calon pemimpin di Samurai Blue. Saat debutnya menjadi kapten Jepang di laga kualifikasi meladeni Indonesia, Kubo mencetak 1 gol dan 2 asis untuk mencukur Indonesia dengan selusin gol tanpa balas. Koleksi pemain bertinggi bada 173 cm itu menjadi 7 gol dan 14 asis dari 48 pertandingan buat Samurai Biru.
"Saya pikir itu merupakan sebuah kesempatan bagus. Di latihan, Kubo selalu memperlihatkan bahwa ia akan menjadi salah satu pemain yang memimpin tim meski anggota-anggota tim berubah-ubah," ucap kapten pertama Jepang, Wataru Endo, kepada Soccer Digest seperti dikutip pula VOI.
Tanggung jawab kapten Jepang bukan sesuatu yang menyita Takefusa Kubo. Ia cenderung tidak menikmati peran tersebut. "Sejak saat ini, saya akan meminta Endo untuk mengenakannya sampai Piala Dunia 2026," kata Si Messi Jepang kepada Gekisaka.
"Saya rasa saya akan memakainya bila lebih lama di tim. Namun, saya tidak terlalu ingin menjadi kapten. Tapi saya akan melakukannya lagi kalau memang harus," ucap pemain yang masuk ke dalam Tim Terbaik Asia versi IFFHS untuk 2021, 2024, dan 2025 ini.
Biodata
Nama: Takefusa Kubo
Lahir: Asao-ku, Kawasaki, Kanagawa, Jepang, 4 Juni 2001 (24 tahun)
Tinggi Badan: 173 cm
Karier Klub
- FC Tokyo U-23 (2016-2018)
- FC Tokyo (2016-2019)
- Yokohama F. Marinos [pinjaman] (2018)
- Real Madrid (2019-2022)
- Mallorca [pinjaman] (2019-2020)
- Villarreal [pinjaman] (2020-2021)
- Getafe [pinjaman] (2021)
- Mallorca [pinjaman] (2021-2022)
- Real Sociedad (2022-sekarang)
Karier Timnas
- Jepang (2019-sekarang)
Prestasi
Villarreal
- Europa League (2020/21)
Real Sociedad
- Copa del Rey (2025/26)