Mantan pemain Timnas Inggris, Joe Cole. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - London, Inggris
Komposisi ini mencerminkan kedalaman opsi Inggris yang luar biasa untuk Piala Dunia 2026.
Mantan gelandang tim nasional Inggris, Joe Cole, memicu perdebatan hangat setelah merilis daftar susunan pemain ideal versinya untuk Piala Dunia 2026. Secara mengejutkan, ia tidak menyertakan salah satu pilar paling berpengaruh milik Arsenal dalam skema tim yang diyakininya mampu membawa pulang trofi juara.
Padahal, Arsenal saat ini tengah berada dalam persaingan ketat memperebutkan gelar Liga Primer Inggris dan Liga Champions, sehingga para pemain kuncinya akan memegang peranan vital di level internasional. Nama-nama seperti Declan Rice dan Bukayo Saka selama ini dianggap sebagai sosok yang hampir tidak tergantikan di skuad Inggris.
Rice dipandang sebagai nama pertama yang akan ditulis dalam lembar susunan pemain Inggris karena perannya yang krusial di lini tengah. Sementara itu, Saka telah mengukuhkan dirinya sebagai penyerang sayap kanan utama Inggris dalam beberapa tahun terakhir berkat performa impresifnya bersama Arsenal.
Namun, Cole memiliki pandangan yang berbeda dengan memilih untuk mencadangkan Saka demi mengakomodasi sistem permainan yang lebih fleksibel. Ia lebih condong memilih Cole Palmer untuk beroperasi di sisi kanan dengan kebebasan untuk bergerak ke area sentral, menyerupai peran yang dijalani sang pemain di Chelsea saat ini.
Pilihan Cole ini memberikan sinyal kuat bahwa persaingan memperebutkan posisi inti di skuad Inggris masih sangat terbuka dan kompetitif. Thomas Tuchel selaku manajer akan terus melakukan eksperimen sistem sebelum menentukan kerangka tim final yang diberangkatkan menuju Amerika Utara.
Melalui laporan dari Metro, Cole menjelaskan struktur yang dinilainya dapat memberikan peluang terbesar bagi Inggris memenangkan Piala Dunia 2026. Fokus utamanya terletak pada kedisiplinan permainan tanpa bola serta koordinasi ketat di sektor depan.
"Saya akan memberi tahu Declan bahwa dia adalah pemain paling krusial di lapangan dan dia perlu memimpin lini tengah tersebut. Jika Inggris ingin memenangkan Piala Dunia, kami harus tampil sangat baik saat tidak menguasai bola," kata Cole mengenai peran vital Rice.
Terkait posisi kreatif, Cole memberikan mandat utama kepada Jude Bellingham untuk mengisi slot nomor 10 di jantung serangan tim. Namun, ia juga menekankan pentingnya fleksibilitas bagi pelatih jika pemain bintang tersebut tidak mampu menunjukkan performa puncaknya di lapangan.
"Saya akan menempatkan Jude Bellingham sebagai pemain nomor 10, tetapi jika dia tidak tampil maksimal, Anda bisa dengan mudah melakukan perubahan di posisi tersebut," ucapnya mengenai kedalaman opsi lini tengah Inggris.
Alasan utama di balik pencoretan Saka adalah keinginan Cole untuk menumpuk pemain kreatif di area tengah guna membongkar pertahanan lawan yang rapat. Cole membayangkan skema di mana Inggris bermain dengan dua pemain bertipe pengatur serangan sekaligus untuk meningkatkan daya dobrak.
"Saya akan menempatkan Cole Palmer masuk dari sisi kanan seperti yang dia lakukan di Chelsea, membebaskannya, dan hampir bermain dengan dua pemain nomor sepuluh. Lini tengah yang diisi Rice, Anderson, Bellingham, dan Palmer memiliki kekuatan, kemampuan, dan potensi gol," ucapnya.