TVRINews - Accra, Gana

Sementara Addo bertugas di balik layar, Gana bersiap memulai laga perdana Grup L di bawah asuhan Carlos Queiroz.

Mantan pelatih Gana, Otto Addo, resmi ditunjuk sebagai anggota Technical Study Group (TSG) untuk Piala Dunia 2026. Penunjukan tersebut menandai kembalinya ke turnamen yang sebelumnya berhasil ia capai bersama skuad Black Stars sebagai juru formasi.

Addo menjadi salah satu dari 10 mantan pemain dan pelatih yang terpilih dalam panel elite tersebut. Tugas utama mereka adalah melakukan analisis mendalam terhadap 104 pertandingan yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Grup ini bekerja di bawah arahan Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger, serta dipimpin oleh Pakar Sepak Bola Senior FIFA, Pascal Zuberbuhler. Selain Addo, panel ini diisi nama-nama besar seperti Jurgen Klinsmann, Gilberto Silva, Pablo Zabaleta, Jon Dahl Tomasson, Tobin Heath, Jayne Ludlow, Michael O'Neill, Paulo Wanchope, dan Aron Winter.

Sebagai satu-satunya perwakilan dari Afrika, Addo akan memantau pertandingan dari posisi taktis di stadion atau melalui ruang performa khusus di Miami. Melalui fasilitas tersebut, para analis memiliki akses ke berbagai sudut video dan ribuan poin data untuk setiap pertandingan yang berlangsung.

Selain tugas teknis, para anggota panel ini memegang peranan penting dalam menentukan peraih penghargaan individu Piala Dunia 2026. Mereka akan memilih pemenang Bola Emas, Sepatu Emas, hingga Sarung Tangan Emas berdasarkan performa sepanjang kompetisi.

"TSG membantu mengidentifikasi tren dalam permainan, mempersiapkan generasi mendatang untuk pengembangan sepak bola, dan berkontribusi untuk membuat olahraga ini lebih menarik dengan menyoroti kualitas yang akan dibutuhkan pemain di masa depan," kata Wenger dalam pernyataan resminya dikutip dari ESPN.

"Dengan tingkat data berkualitas tinggi yang belum pernah ada sebelumnya, TSG akan mampu mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan apa yang terjadi di lapangan dengan cara yang menginspirasi para ahli teknis dan penggemar sepak bola."

"Kami tidak hanya mengumpulkan lebih banyak data daripada sebelumnya, tetapi juga mencoba mencapai keseimbangan yang tepat antara keahlian teknis dan data. Pada saat yang sama, kami ingin membagikan pengamatan teknis kami secara real time selama turnamen," mantan manajer Arsenal tersebut melanjutkan.

Penunjukan Addo ini cukup menyita perhatian publik karena terjadi hanya enam minggu setelah dirinya diberhentikan oleh Federasi Sepak Bola Gana (GFA). Pemecatan tersebut dilakukan pada 31 Maret lalu, tepat 72 hari sebelum upacara pembukaan Piala Dunia 2026 dimulai.

Langkah GFA tersebut diambil menyusul hasil mengecewakan dalam laga uji coba, termasuk kekalahan 1-2 dari Jerman dan hasil memilukan saat ditekuk Austria 1-5. Meski demikian, rekor Addo saat membawa Gana lolos ke kualifikasi Piala Dunia 2026 tetap tercatat sebagai salah satu pencapaian terbaiknya.

Pada Oktober 2025, Addo berhasil memandu Gana memuncaki grup kualifikasi zona Afrika dengan catatan delapan kemenangan dari sepuluh laga. Hal ini menjadikannya satu-satunya pelatih yang mampu meloloskan Gana ke Piala Dunia dua kali, baik sebagai pemain maupun pelatih.

Namun, kejayaan di kualifikasi tersebut dibayangi oleh kegagalan Gana menembus putaran final Piala Afrika (AFCON) 2025. Hasil tanpa kemenangan di fase kualifikasi benua tersebut membuat Gana harus absen dari turnamen tingkat Afrika untuk pertama kalinya sejak 2004.

Sementara Addo mengemban tugas baru dari FIFA, Gana telah memulai era baru di bawah kendali Carlos Queiroz. Skuad Black Stars dijadwalkan melakoni laga perdana di Grup L melawan Panama pada 17 Juni mendatang di Stadion Toronto.