TVRINews - Tokyo, Jepang

Hajime Moriyasu menjadikan Jepang tim kuda hitam yang semakin diperhitungkan.

Seperti halnya kerendahan hati khas Negeri Matahari Terbit, nyaris tidak ada kesan pongah pada sosok Hajime Moriyasu, bahkan ketika tim asuhannya, Jepang, menghasilkan kemenangan di luar perkiraan. Profil rendah yang ia pertahankan tidak lantas membuat Samurai Blue gampang patah. Sebaliknya, Jepang berbahaya dengan caranya.

The Japan Times menilai bahwa Samurai Blue saat ini terbilang dibentuk sesuai citra Hajime Moriyasu. Fokus pada pertahanan dan sedikit pendekatan pragmatis boleh jadi karena perjalanan kariernya sebagai gelandang bertahan.

Saat bermain, Moriyasu menorehkan 271 penampilan bersama Sanfrecce Hiroshima. Di klub itu, saat masih bernama Mazda, Moriyasu memapankan diri sebagai jangkar tim di bawah arahan Hans Ooft. Pelatih asal Belanda itu kemudian menjadi pelatih 

Timnas Jepang pada 1992, dan memainkan Moriyasu di pertandingan pertamanya menghadapi Argentina pada 31 Mei 1992. Selama bermain untuk Jepang di bawah Ooft, Hajime Moriyasu mendapatkan instruksi untuk merebut bola dan mengopernya ke Ruy Ramos, pemain berdarah Brasil pengatur serangan Jepang.

Hajime Moriyasu, yang sempat bermain sebagai pinjaman di Kyoto Purple Sanga yang juga ditangani Ooft, masuk Timnas Jepang yang menjuarai Piala Asia 1992. Eks pemain Vegalta Sendai ini berada di lapangan saat Jepang gagal lolos ke Piala Dunia 1994 akibat gol Irak saat injury time (yang dikenal dengan "Agony of Doha").


Gantikan Nishino

Karier kepelatihan sosok yang mengukir 35 kap dan 1 gol di Timnas Jepang itu diawali dengan menjadi staf pelatih di Sanfrecce Hiroshima pada 2004. Moriyasu melatih pula Jepang junior di Kejuaraan Asia Junior 2006 dan Piala Dunia U-20 2007. Moriyasu menjadi pelatih kepala Sanfrecce pada 2007-2009 sebelum pindah sebentar ke Albirex Niigata. 

Hajime Moriyasu kembali ke Hiroshima untuk melatih per 2012. Hasilnya, Sanfrecce Hiroshima meraih gelar J-League 2012 dan 2013. Eks gelandang bertahan itu hengkang pada Juli 2017 setelah serangkaian hasil buruk.

Hajime Moriyasu melatih Jepang U-23 di Olimpiade 2020. Di depan publik Tokyo, Jepang mencapai semifinal.

Moriyasu kemudian menjadi asisten pelatih Akira Nishino yang mencapai 16 besar Piala Dunia 2018. Hajime Moriyasu dipromosikan menjadi pelatih kepala Samurai Blue setelah Nishino mundur. 

Di bawah asuhannya, Samurai Biru kalah 1-3 dari Qatar di final Piala Asia 2019. Meski menjadi kekalahan pertama Jepang di final ajang benua, Moriyasu tetap dipercaya menukangi Jepang. 

Kepercayaan itu berbuah catatan impresif di Qatar 2022. Samurai Blue menumbangkan Spanyol dan Jerman di fase grup sebelum disingkirkan Kroasia di 16 besar lewat adu penalti.

Delapan tahun setelah pengangkatan Moriyasu, Jepang disebut memperlihatkan kemajuan berarti dan menciptakan beberapa kisah yang patut dikenang. Selain kejutan di Piala Dunia 2022, Jepang mengukir kemenangan atas Brasil serta Inggris dalam uji coba tahun lalu.

Terdapat kesan kuat bahwa publik sepak bola Jepang menaruh harapan besar pada penanganan Hajime Moriyasu hingga mendekati percaya bisa mencetak kesuksesan. Sebagai bukti sahih naiknya kepercayaan kepada kemampuannya, Moriyasu pun menjadi pelatih pertama yang memimpin Timnas Jepang melakoni lebih dari 100 pertandingan. 

Tahun ini, catatan mengesankan pelatih berusia 57 tahun tersebut hampir pasti akan bertambah. Hajime Moriyasu akan menjadi pelatih pertama yang memimpin Samurai Biru di dua Piala Dunia secara beruntun. 


Kebanggaan Wakil Negara

Karena Moriyasu, Jepang semakin lekat dengan kesan sebagai tim yang lebih tabah. Pendekatan berhati-hati terpancar pula pada keengganan sang pelatih menjadi jemawa karena kesuksesan. 

"Saya merasakan kebanggaan yang nyata, tapi bukan karena saya melakukannya sendirian. Pemain dan staf mendukung saya dengan kekuatan hebat. Para pemain memberikan kemampuan terbaik, dan itulah bagaimana pencapaian terbuat. Jadi, saya merasa sangat bersyukur dan ingin berterima kasih Kepada setiap orang," ucapnya.

Tekanan di pundaknya diperkirakan besar. Moriyasu tidak menyangkal, tetapi melihatnya sebagai tanggung jawab yang tidak perlu sampai mengganggu jiwa.

"Saya benar-benar tidak merasa stres apa pun. Saya rasa ada tekanan, yaitu saat saya ingin menang, ingin membantu tim menang, dan tahu rakyat berharap kami menang. Bila begitu, terdapat tekanan untuk menang dan berbagi kebahagiaan dengan setiap orang. Namun, alih-alih merasa stres, saya merasakan kebanggaan dan kebahagiaan bisa mewakili Jepang," lanjutnya.

Jepang diproyeksi mencapai perempat final Piala Dunia 2026, yang akan menjadi pencapaian terbaik mereka. Moriyasu kembali merangkul tekanan itu.

"Saya pikir Jepang sekarang memiliki kualitas untuk mencapai perempat final. Setelah itu, siapa yang tahu kami akan menang atau kalah. Fakta yang bisa kita katakan sekarang mengenai Jepang, tanpa merendahkan lawan, adalah sungguh luar biasa," tuturnya.


Biodata


Nama: Hajime Moriyasu


Kelahiran: Kakegawa, Shizouka, Jepang, 23 Agustus 1968 (57 tahun)




Karier Bermain 


Sanfrecce Hiroshima (1987-2001)

Kyoto Purple Sanga (1998)

Vegalta Sendai (2002-2003)



Karier Timnas

Jepang (1992-1996)



Karier Melatih: 

Sanfrecce Hiroshima (2012-2017)

Jepang U-23 (2017-2021)

Jepang (2018-sekarang)



Prestasi sebagai Pemain: 

Jepang

Piala Asia 1992


Prestasi sebagai Pelatih:

Klub

J1-League (2012, 2013, 2015)

Piala Super Jepang (2013, 2014, 2016)


Biodata

Nama: Hajime Moriyasu

Kelahiran: Kakegawa, Shizouka, Jepang, 23 Agustus 1968 (57 tahun)


Karier Bermain 

  • Sanfrecce Hiroshima (1987-2001)
  • Kyoto Purple Sanga (1998)
  • Vegalta Sendai (2002-2003)


Karier Timnas

  • Jepang (1992-1996)


Karier Melatih: 

  • Sanfrecce Hiroshima (2012-2017)
  • Jepang U-23 (2017-2021)
  • Jepang (2018-sekarang)


Prestasi sebagai Pemain: 

Jepang

  • Piala Asia 1992


Prestasi sebagai Pelatih:

Klub

  • J1-League (2012, 2013, 2015)
  • Piala Super Jepang (2013, 2014, 2016)

Jepang

  • Kejuaraan Asia Timur E-1 (2022, 2025)

Individual

  • Pelatih Terbaik J-League (2012, 2013, 2015)
  • Pelatih Terbaik Asia (2022)