Penyerang Timnas Kamerun, Roger Milla, masih memegang rekor sebagai pencetak gol tertua Piala Dunia. Ia mencetak gol di Piala Dunia 1994 dalam usia 42 tahun. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Jakarta
Catatan rekor pencetak gol tertua dalam sejarah Piala Dunia bukan sekadar angka, melainkan simbol daya tahan, kecerdikan, dan mentalitas.
Piala Dunia identik dengan pemain muda yang sedang berada di puncak performa. Namun sejarah menunjukkan bahwa pengalaman juga bisa berbicara lantang. Beberapa pemain bahkan mencetak gol di usia yang secara “normal” sudah melewati masa emas seorang pesepak bola.
Rekor ini bukan sekadar angka, melainkan simbol daya tahan, kecerdikan, dan mentalitas pemain yang masuk kategori elite. Dengan tuntutan fisik modern yang makin tinggi, rekor pencetak gol tertua (usia 42 tahun) sepertinya mustahil untuk dipecahkan di Piala Dunia 2026.
Para bintang veteran seperti Cristiano Ronaldo, Luka Modric, atau Lionel Messi memang diprediksi tampil, namun usia mereka belum akan melewati angka 42 tahun saat turnamen berlangsung. Kecuali jika Pepe (43 tahun) membatalkan pensiunnya atau ada pemain "kejutan" lain di atas 42 tahun yang didaftarkan ke Piala Dunia 2026, ada kemungkinan rekor itu tumbang.
Berdasarkan data dari laman FIFA.com usai Piala Dunia 2022 di Qatar, berikut daftar 10 pencetak gol tertua dalam sejarah Piala Dunia, diawali dari peringkat ke-10.
10. Olivier Giroud – 36 tahun 71 hari
Giroud mencetak gol di Piala Dunia 2022 saat menghadapi Australia di laga pembuka fase grup. Ia bahkan mencetak dua gol dalam pertandingan yang dimenangkan Prancis 4-1 tersebut, menyamai rekor Thierry Henry sebagai top-scorer sepanjang masa Prancis saat itu.
Tidak berhenti di situ, Giroud juga mencetak gol penting di babak 16 besar melawan Polandia dan perempat final melawan Inggris. Dalam usia 36 tahun, ia tetap menjadi ujung tombak utama Prancis dalam perjalanan mereka hingga ke final.
9. Georges Bregy – 36 tahun 152 hari
Pemain Timnas Swis ini mencetak gol di Piala Dunia 1994. Bregy mencetak gol saat Swiss menghadapi Amerika Serikat di fase grup. Pertandingan berakhir imbang 1-1.
Sebagai gelandang berpengalaman, ia menunjukkan kemampuan membaca ruang dan timing yang tepat. Gol tersebut membantu Swis tampil kompetitif di turnamen tersebut.
8. Martin Palermo – 36 tahun 227 hari
Striker Argentina ini mencetak gol dramatis saat menghadapi Yunani di fase grup Piala Dunia 2010. Palermo masuk sebagai pemain pengganti dan langsung mencetak gol, membantu Argentina menang 2-0.
Gol ini menjadi kisah emosional karena Palermo dikenal sebagai striker yang penuh naik turun dalam kariernya. Dalam usia 36 tahun, ia membuktikan bahwa insting striker sejati tidak pernah hilang.
7. Obdulio Varela – 36 tahun 279 hari
Kapten legendaris Uruguay ini mencetak gol di Piala Dunia 1954 saat timnya menang 4-2 atas Inggris di perempat final. Varela dikenal sebagai pemimpin karismatik, terutama setelah membawa Uruguay juara dunia 1950.
Golnya di usia 36 tahun menunjukkan bahwa pemain generasi lama pun mampu bersaing di level tertinggi. Ia bukan hanya pemain, tetapi simbol kepemimpinan dan mentalitas juara Uruguay di era klasik sepak bola.
6. Felipe Baloy – 37 tahun 120 hari
Baloy mencetak gol bersejarah bagi Panama saat menghadapi Inggris di Piala Dunia 2018. Gol tersebut bukan sekadar statistik, itu adalah gol pertama Panama dalam sejarah Piala Dunia. Ia mencetaknya melalui situasi bola mati.
Meski Panama kalah 1-6, momen tersebut disambut meriah oleh para pemain dan fans karena nilai emosionalnya sangat tinggi. Baloy menjadi pahlawan nasional karena mengabadikan nama Panama di papan skor Piala Dunia untuk pertama kalinya.
5. Cuauhtemoc Blanco – 37 tahun 151 hari
Ikon Timnas Meksiko ini mencetak gol lewat penalti saat menghadapi Prancis di fase grup Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Gol tersebut membantu Meksiko meraih kemenangan penting 2-0 atas tim kuat Eropa tersebut. Blanco tampil sebagai pemimpin di lapangan.
Dengan gaya bermain yang cerdas dan tidak bergantung pada kecepatan, Blanco tetap efektif meski sudah berusia 37 tahun. Ia menjadi simbol pemain “street football” yang mengandalkan teknik dan visi, bukan hanya fisik.
4. Gunnar Gren – 37 tahun 236 hari
Pemain Swedia ini mencetak gol pada Piala Dunia 1958—turnamen yang digelar di negaranya sendiri. Gren mencetak gol saat Swedia menghadapi Jerman Barat di semifinal. Dalam pertandingan itu, Swedia menang 3-1 dan melaju ke final.
Sebagai bagian dari generasi emas Swedia, Gren menunjukkan bahwa pengalaman sangat penting dalam pertandingan besar. Meski Swedia akhirnya kalah di final dari Brasil, kontribusi Gren tetap dikenang sebagai bagian dari perjalanan bersejarah tim tersebut.
3. Cristiano Ronaldo – 37 tahun 292 hari
Cristiano Ronaldo mencatatkan namanya dalam daftar ini saat mencetak gol penalti melawan Gana di fase grup Piala Dunia 2022. Gol tersebut menjadikannya pemain pertama yang mencetak gol di lima edisi Piala Dunia berbeda (2006–2022). Sebuah rekor luar biasa dalam konsistensi di level tertinggi.
Eksekusi penaltinya menunjukkan ketenangan khas Ronaldo, bahkan di usia yang sudah mendekati 38 tahun, ia tetap menjadi pusat permainan Portugal. Gol ini juga menjadi simbol umur hanyalah angka bagi pemain dengan disiplin tinggi dan kondisi fisik elite seperti Ronaldo.
2. Pepe – 39 tahun 283 hari
Bek Portugal ini mencetak gol dalam kemenangan telak 6-1 atas Swiss di babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Qatar. Golnya tercipta melalui sundulan keras setelah menerima umpan sepak pojok. Sebagai seorang bek tengah, kontribusi ofensif ini menjadi bukti bahwa pengalaman membaca permainan sangat krusial.
Selain menjadi pencetak gol tertua kedua, Pepe juga menjadi pemain tertua yang mencetak gol di fase gugur Piala Dunia. Ini menambah nilai historis gol tersebut. Momen ini mempertegas bahwa posisi bek sekalipun tidak menghalangi kontribusi penting di lini serang, terutama dalam situasi bola mati.
1. Roger Milla – 42 tahun 39 hari
Legenda Kamerun ini mencetak gol ikonik saat Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Momen tersebut terjadi dalam laga fase grup melawan Rusia pada 28 Juni 1994.
Dalam pertandingan itu, Kamerun kalah 1-6, namun Milla mencetak satu gol hiburan yang justru menjadi sejarah. Ia memanfaatkan kelengahan lini belakang Rusia dan menyelesaikan peluang dengan tenang, sekaligus membuktikan instingnya belum hilang meski sudah berusia 42 tahun.
Gol ini membuatnya menjadi pencetak gol tertua sepanjang sejarah Piala Dunia, memecahkan rekornya sendiri dari edisi 1990. Milla juga dikenal dengan selebrasi khas menari di bendera sudut lapangan. Hingga hari ini, rekor tersebut belum tersentuh dan dianggap hampir mustahil dipecahkan dalam era sepak bola modern yang makin menuntut fisik ekstrem.
Bahkan, usai Piala Dunia 1990, ia belum memutuskan pensiun dan sempat bermain di Liga Indonesia bersama Pelita Jaya Jakarta dan Putra Samarinda pada 1994-1996 dengan produktivitas yang tetap terjaga (masing-masing mencetak 23 gol dan 18 gol di kedua klub itu).