Kiper Timnas Italia, Gianluigi Donnarumma. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Firenze, Italia
Kiper Timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, menyatakan dirinya dan rekan setimnya tidak pernah meminta satu sen pun uang bonus.
Kapten dan kiper Timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, menyanggah dengan tegas terkait isu para pemain Italia meminta bonus kepada Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Kiper berusia 27 tahun tersebut juga menyatakan kabar itu sangat menyakitkan di tengah kesedihan dan kekecewaan yang dirasakan para pemain.
"Hati saya sakit mendengar komentar-komentar itu. Sebagai kapten, saya tidak pernah meminta sepeser euro pun kepada Timnas Italia. Federasi akan memberikan bonus kepada para pemain jika berhasil lolos, tetapi hanya itu. Tidak ada yang meminta apapun dari federasi," kata Gianluigi Donnarumma lagi, seperti yang diberitakan La Gazzetta dello Sports, Rabu (8/4/2026).
Gianluigi Donnarumma, mewakili rekan setimnya, menegaskan bahwa uang bukanlah prioritas dibandingkan dengan kebanggaan mengenakan kostum Italia. Karena itu, kiper klub Manchester City ini menyanggah spekulasi yang beredar terkait isu tuntutan bonus yang beredar tersebut.
Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia-Herzegovina dalam play-off Piala Dunia 2026 memang menyisakan kontroversi terkait permintaan pemain tentang jumlah uang bonus. Salah satu pers Italia yaitu La Repubblica, menyatakan bahwa skuad Italia meminta bonus yang besarnya mencapai 300 ribu euro yang berarti setiap pemain akan mendapatkan 10 ribu euro.
Isu tersebut kemudian berkembang hingga munculnya penilaian bahwa konsentrasi para pemain Italia terpecah jelang lawan Bosnia dan menjadi salah satu penyebab dari kekalahan Gli Azzurri. Namun, Gianluigi Donnarumma menyatakan bahwa berita tersebut sangat kejam ketika para pemain Italia serta pelatih mengalami kesedihan dan kekecewaan karena kegagalan tersebut.
"Hadiah untuk kami adalah berhasil lolos ke Piala Dunia, tapi sayang itu tidak terjadi. Tidak ada pemain yang meminta bonus walau memang hadiah itu nanti akan diberikan oleh tim nasional jika lolos," kata Gianluigi Donnarumma lagi menegaskan.
Italia gagal ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah sebelumnya Gli Azzurri juga absen di Piala Dunia 2018 dan 2022. Langkah Italia untuk ke Piala Dunia 2026 memang terhenti karena kalah dalam adu penalti dari Bosnia di final play-off Piala Dunia 2026, 31 Maret 2026 lalu.
Setelah imbang di waktu normal dan extra time (1-1), Italia asuhan Gennaro Gattuso kalah adu penalti 1-4. Bagi Gianluigi Donnarumma, kekalahan tersebut sangat menyakitkan. Dia juga memahami bagaimana kekecewaan dan kesedihan publik sepak bola Italia tentang kenyataan ini.
"Kami juga merasakan apa yang dirasakan publik Italia yang sangat menginginkan lolos ke Piala Dunia. Itu adalah hari-hari yang sangat sulit dan melelahkan," kata Gianluigi Donnarumma, yang telah tampil dalam 81 laga bersama Gli Azzurri sejak 2016 silam.
Mantan bintang Paris Saint-Germain ini juga tampak emosional dan nyaris menangis saat membahas keputusan Gennaro Gattuso dan Gianluigi Buffon yang pergi meninggalkan Timnas Italia.
Dua hari setelah kekalahan Italia dari Bosnia, Gabriel Gravina mundur dari jabatannya sebagai pemimpin FIGC. Keputusan tersebut kemudian diikuti Gianluigi Buffon yang juga mundur dari jabatannya sebagai ketua delegasi Timnas Italia.
Sehari kemudian atau 3 April 2026 lalu, giliran Gennaro Gattuso memutuskan meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Timnas Italia. Menurut Gianluigi Donnarumma kepergian Gennaro Gattuso dan Gianluigi Buffon hal yang wajar meski itu tetap menyakitkan.
"Wajar jika Anda merasa bertanggung jawab atas semua yang terjadi. Tetapi kami harus terus maju. Saya berterima kasih kepada semua orang, mereka yang memberikan bantuan dan terus memberikan dukungan," kata Gianluigi Donnarumma.
"Kami harus terus maju. Bagaimanapun, di samping kekecewaan yang kami rasakan, kami telah melakukan hal-hal penting. Tidak semuanya harus dibuang begitu saja. Kami harus bereaksi. Ini sulit, tetapi kami harus terus maju dengan kekuatan kami," dia menegaskan.