Pemain Timnas Jepang merayakan gol dalam sebuah laga. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Jakarta
Piala Dunia 2026 menanti tim-tim yang dapat mengagetkan jagat.
Meskipun tim juara tidak jauh dari beberapa tim, Piala Dunia sering menghadirkan kejutan-kejutan dari tim yang kurang diperhitungkan. Di Piala Dunia 2026 nanti, para kuda hitam ini sudah siap menyalip kelengahan tim-tim yang lebih diunggulkan.
Sejumlah tim kuda hitam telah menebar ancaman sejak kualifikasi. Ancaman itu semakin pekat setelah beberapa kesempatan uji coba. Tidak mustahil salah satu atau beberapa dari tim calon pemberi kejutan besar ini akan sampai ke titik tinggi seperti semifinal, kira-kira seperti Bulgaria di Piala Dunia 1994, Kroasia 1998, Turki dan Korea Selatan pada 2002, dan Maroko empat tahun lalu.
Agar lebih mendebarkan, daftar akan dibuat dengan cara hitung mundur. Kira-kira ada di peringkat berapa wakil Asia yang diramal akan semakin tangguh di turnamen pada 11 Juni-19 Juli di Amerika Utara nanti?
10. Pantai Gading
Setelah absen di dua perhelatan terakhir, Pantai Gading bisa menjaga tidak kebobolan saat kualifikasi. Wajar bila mereka diperkirakan bisa menembus fase grup untuk pertama kali.
Keberhasilan meraih Piala Afrika 2023 akan menjadi tambahan kepercayaan diri buat Pantai Gading. Kubu dari Afrika Barat ini memiliki banyak pemain muda berbakat yang dapat merepotkan siapa saja di Amerika Utara nanti.
9. Turki
Kelolosan Turki ke Piala Dunia 2026 cuma melalui play-off. Al-Yildizlilar semakin dianggap sebagai salah satu tim yang paling tidak stabil. Akan tetapi, Turki dapat berbicara banyak mengingat Piala Dunia sering mengganjar tim-tim yang susah ditebak.
Anak-anak muda yang berani sekaligus berambisi dan memiliki kemampuan mumpuni seperti seperti Arda Guler dan Kenan Yildiz merupakan aset Turki di Amerika Utara nanti. Turki bisa memanfaatkan pula basis pendukung di kota-kota tuan rumah untuk membalikkan perkiraan.
8. Austria
Di bawah arahan Ralf Rangnick, Austria menjelma menjadi tim dengan aksi menekan yang intensif sepanjang laga. Tempo cepat yang mereka usung sejak awal laga kerap menyulitkan tim yang lambat panas.
Sistem permainan itu dibangun dengan permainan operan kolektif alih-alih kemahiran individual. Ya, kekuatan Austria terletak pada organisasi permainan, meski kemampuan pemain seperti Konrad Laimer dan Marcel Sabitzer tidak bisa dikesampingkan kala membahas kemantapan di lini tengah.
Jika dapat menjaga intensitas fisik pada musim panas ini melalui rotasi, Austria bisa berbahaya.
7. Swis
Sering dipandang sebelah mata, Swis kerap menjawabnya dengan penampilan yang di luar dugaan. Mereka pernah menyingkirkan Italia dan Prancis. Keluwesan taktis Swis sesuai kebutuhan terbukti dapat membawa Swis menjadi lawan yang sulit ditebak.
Ketangguhan mental menjadi kelebihan Swis selama ini. Mereka tidak mudah panik. Pengalaman di level atas yang dibawa sejumlah pemain seperti Manuel Akanji, Granit Xhaka, dan Yann Sommer, dapat menambah ketangguhan.
6. Senegal
Gelar di Piala Afrika 2005 lalu, walau tampaknya dianulir CAF, sudah menunjukkan kapasitas besar Senegal. Ancaman Senegal terlihat pula dengan kemampuan mereka menekuk Inggris dan Brasil dalam uji coba beberapa tahun terakhir.
Isyarat bahaya buat para lawan adalah bakat yang berjibun saat ini. Kombinasi pemain senior seperti Sadio Mane dan Kalidou Koulibaly dengan pemain yang lebih muda kayak Nicolas Jackson, Ismaila Sarr, dan Pape Matar Sarr, Senegal bisa jadi melangkah jauh seperti ketika mencapai perempat final pada 2022.
5. Ekuador
Ekuador seringnya tidak diunggulkan, tapi kali ini layak diwaspadai, termasuk oleh tim-tim kuat. Gaya bermain menekan yang diperagakan Ekuador bisa membuat lawan tidak nyaman hingga membuat kesalahan yang siap dilahap.
Ekuador menampilkan pasukan yang kuat, atletis, dan terorganisasi hingga fasih menampilkan kedisiplinan defensif dan keuletan tim. Andalan-andalan semacam Moises Caicedo di tengah ditopang pertahanan yang digalang bek seperti Piero Hincapie menawarkan kemantapan defensif. Namun, tidak seperti di edisi-edisi sebelumnya, La Tri kini menawarkan kemampuan membongkar pertahanan rendah yang disajikan lawan.
4. Kolombia
Absensi di Qatar 2022 melecut Kolombia. Los Cafeteros melesat hingga mencapai final Copa America 2024. Tak hanya itu, Kolombia bisa membalaskan kekalahan di final tersebut dengan mengalahkan Argentina beberapa bulan kemudian.
Dengan sepasukan pemain bertalenta dahsyat semacam James Rodriguez dan Luis Diaz, Los Cafeteros lolos dari kualifikasi zona Amerika Selatan dengan catatan secara cukup nyaman. Bila mampu melupakan ingar-bingar pengunggulan dan tampil kompak seperti pada 2014, Kolombia berpotensi besar menggebrak Piala Dunia 2026.
3. Jepang
Bila sebelumnya lebih mengedepankan kerja keras semata, Jepang kini menawarkan kedalaman skuad sehingga mampu mendikte permainan lawan bahkan tim kuat sekalipun. Dengan Takefusa Kubo dan Kaoru Mitoma di sayap dan Wataru Endo menjadi jangkar yang menjaga struktur defensif, Jepang disebut memiliki skuad terkuat sepanjang partisipasi mereka di Piala Dunia.
Blue Samurai mengusung formasi cair antara empat bek atau tiga bek yang menyertai tekanan yang cerdas terhadap lawan. Transisi cepat setelah lawan masuk perangkap bertahan mereka, Jepang dapat menghukum tim mana saja.
Perempat final dalam jangkauan, asal permainan Jepang tidak memuncak di 16 besar saja.
2. Maroko
Setelah semifinal di Qatar 2022, Maroko diperkirakan bakal merosot. Perkiraan yang salah besar. Selain hampir memenangi Piala Afrika 2024 (atau juara menurut CAF menyusul sanksi terhadap Senegal), skuad Singa Atlas tampak semakin lengkap.
Gaya bertahan Maroko dinilai sebagai buah kecerdikan taktis. Mereka memanfaatkan kekuatan fisik untuk mengendalikan ruang. Kesulitan lawan saat menyerang ditambah kemampuan bek sayap seperti Achraf Hakimi untuk menangkal sayap-sayap serang lawan. Tambahan kreatif dalam Brahim Diaz membuat Maroko patut diperhitungkan.
1. Norwegia
Penampilan bengis Norwegia di kualifikasi memakan korban tim besar. Tim Skandinavia ini dua kali menggebuk Italia sehingga bisa lolos secara otomatis sebagai juara grup melewati Azzurri.
Strategi Norwegia disebut mengandalkan perpaduan kemantapan pertahanan dan ketajaman Erling Haaland yang mungkin berhasrat jadi pemain tersubur. Namun, Norwegia bukan cuma Haaland. Martin Odegaard menjadi nyawa serangan. Lesatan pemain separti Oscar Bobb dan Alexander Sorloth menambah kedalaman ofensif.
Bila dapat menjawab bahwa mereka bukan tim yang dinilai terlalu tinggi (overrated), Nowegia bisa memberikan kemalangan bagi kubu mana pun.