TVRINews - Amman, Yordania

Pelatih Yordania, Jamal Al-Salami, akan mengandalkan Mousa Al-Tamari sebagai motor serangan tim dalam menghadapi persaingan berat di Grup J.

Timnas Yordania memasuki babak baru dalam sejarah sepak bola mereka setelah pelatih Jamal Al-Salami resmi mengumumkan skuad berisi 26 pemain yang akan tampil di Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Ini merupakan penampilan pertama Yordania di putaran final Piala Dunia sejak negara tersebut bergabung dengan FIFA pada 1948.

Pelatih asal Maroko itu akan mengandalkan penyerang andalan Mousa Al-Tamari sebagai motor serangan tim dalam menghadapi persaingan berat di Grup J. Al-Tamari, yang bermain untuk klub Prancis Stade Rennais, diharapkan menjadi sosok kunci yang mampu membawa Yordania bersaing dengan lawan-lawan tangguh di fase grup.

Federasi Sepak Bola Yordania mengumumkan daftar pemain melalui sebuah video yang diunggah di Instagram pada Selasa (2/6/2026) malam. Sebelum memulai petualangan mereka di Piala Dunia, Yordania masih akan menjalani laga persahabatan melawan Kolombia pada 8 Juni 2026 sebagai bagian dari persiapan akhir.

Perjalanan Al-Nashama di turnamen akan dimulai pada 17 Juni 2026 saat menghadapi Austria di San Francisco. Setelah itu, mereka akan berhadapan dengan Aljazair pada 23 Juni sebelum menantang juara bertahan Argentina lima hari kemudian.

Yordania Percaya Diri

Meski berstatus debutan, Yordania datang ke Piala Dunia dengan kepercayaan diri tinggi. Negara yang dijuluki Al-Nashama atau “orang-orang mulia” itu tengah menikmati periode keemasan setelah berhasil mencapai final Piala Asia 2023 dan final Piala Arab 2025.

Sejak Jamal Al-Salami mengambil alih kursi pelatih pada Juni 2024, Yordania berkembang menjadi salah satu kekuatan penting sepak bola Arab. Ia melanjutkan fondasi yang sebelumnya dibangun oleh kompatriotnya, Hussein Ammouta.

Al-Salami percaya timnya mampu menciptakan kejutan seperti yang pernah dilakukan Aljazair saat mengalahkan Jerman pada 1982, Kamerun ketika menumbangkan juara bertahan Argentina pada 1990, atau Senegal yang mengejutkan Prancis pada 2002.

“Hasil-hasil seperti itu membuka cakrawala harapan dan ambisi bagi para pendukung sehingga mereka bisa bermimpi,” kata Al-Salami kepada saluran olahraga Arab, TFK.

“Dan kami juga berhak untuk bermimpi serta berjuang menjadi tim yang kuat dan menampilkan permainan terbaik kami,” ia menambahkan.

“Saat ini orang-orang bertanya: ‘Siapa Al-Nashama? Dari mana mereka berasal?’ Maka ini adalah kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan mereka dan tampil menonjol di panggung besar,” ujar Al-Salami.

Mantan gelandang yang pernah membela Maroko di Piala Dunia 1998 itu membangun tim yang terorganisasi, disiplin, dan mampu melakukan transisi serangan dengan sangat cepat. Kekuatan utama Yordania terletak pada kreativitas lini depan yang kerap menghukum lawan melalui serangan balik.

Pengganti Striker Andalan Yazan Al-Naimat

Namun, Yordania harus menghadapi kenyataan pahit dengan absennya Yazan Al-Naimat. Penyerang dinamis tersebut mengalami cedera ligamen lutut anterior (ACL) saat tampil di perempat final Piala Arab pada Desember lalu. Kehilangan ini cukup besar mengingat Al-Naimat mencetak delapan gol sepanjang fase kualifikasi.

“Yazan adalah pemain yang tidak bisa digantikan,” ujar Al-Salami. “Tetapi kami akan menemukan kombinasi yang membuat tim tetap berbahaya bagi lawan sekaligus memberikan keseimbangan dalam permainan bertahan.”

Sebagai pengganti potensial, Ali Olwan telah pulih dari cedera Achilles dan masuk dalam skuad. Selain itu, kapten tim Mousa Al-Tamari tetap menjadi ancaman utama dari sisi kanan serangan.

“Banyak sekali pemain bagus dan talenta yang kami miliki. Tetapi bagi kami sebagai sebuah tim, yang terpenting adalah kebersamaan,” kata Al-Salami.

Yordania tergabung dalam grup yang tidak mudah. Selain menghadapi Austria dan Aljazair di San Francisco, mereka juga harus bertemu juara bertahan Argentina di Dallas.

Untuk mempersiapkan diri menghadapi Austria, Yordania telah menjalani laga uji coba melawan Swis pada akhir Mei lalu. Sementara pertandingan melawan Kolombia diharapkan memberi gambaran mengenai gaya permainan khas tim-tim Amerika Selatan sebelum menghadapi Argentina.

Menurut Al-Salami, pertandingan pertama melawan Austria akan sangat menentukan arah perjalanan timnya di turnamen. 

“Laga itu akan menentukan jalur Anda,” ujarnya. “Kami berharap saat menghadapi Argentina nanti kami sudah mengumpulkan poin, dan pertandingan tersebut menjadi langkah untuk terus melanjutkan perjalanan kami di Piala Dunia.”

Skuad Yordania untuk Piala Dunia 2026

Kiper: Yazeed Abu Laila (Al-Hussein), Abdullah Al-Fakhouri (Al-Wehdat), Noor Bani Attieh (Al-Faisaly)

Belakang: Abdullah Nasib (Al-Zawraa), Saad Al-Rosan (Al-Hussein), Yazan Al-Arab (FC Seoul), Saleem Obeid (Al-Hussein), Mohammad Abu Al-Nadi (Selangor), Hossam Abu Al-Dahab (Al-Faisaly), Ehsan Haddad (Al-Hussein), Anas Bani (Al-Faisaly), Muhannad Abu Taha (Al-Quwa Al-Jawiya), Mohammad Abu Hasheesh (Al-Karma).

Tengah: Noor Al-Rawabdeh (Selangor), Nizar Al-Rashdan (Qatar Sports Club), Ibrahim Saadeh (Al-Karma), Rajaei Ayed (Al-Hussein), Amer Jamous (Al-Zawraa), Mohammad Al-Daoud (Al-Wehdat), Mahmoud Al-Mardi (Al-Hussein)

Depan: Mousa Al-Tamari (Stade Rennais), Ouda Al-Fakhouri (Pyramids), Mohammad Abu Zraiq (Raja Casablanca), Ali Azaizeh (Al-Shabab), Ibrahim Sabra (Lokomotiva Zagreb), Ali Olwan (Al-Sailiya)