Tim nasional sepak bola Belgia. (TVRI/Grafis/Dede Mauladi) Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Brussel, Belgia
Kemenangan ini menjadi awal yang baik untuk Belgia, meski perjalanan menuju Piala Dunia 2026 penuh liku.
Kemenangan dua gol tanpa balas yang diraih tim nasional Belgia atas Kroasia dalam laga uji coba di Rijeka menjadi modal penting menjelang Piala Dunia 2026. Pertandingan persahabatan pada Selasa (2/6/2026) tersebut sekaligus menjadi tolok ukur kesiapan kedalaman skuad The Red Devils.
Dua gol penentu kemenangan dalam pertandingan pemanasan tersebut berhasil dilesakkan oleh Youri Tielemans dan penyerang Romelu Lukaku. Hasil positif ini langsung menaikkan kepercayaan diri Belgia di tengah padatnya jadwal persiapan internasional.
Meskipun sukses mengamankan hasil maksimal, skuad Belgia tetap melakukan evaluasi mendalam terkait performa yang ditampilkan. Gelandang senior Kevin De Bruyne menyatakan level permainan timnya saat ini sebenarnya belum berada di titik maksimal.
De Bruyne menjelaskan performa di lapangan masih dipengaruhi oleh proses adaptasi taktik. Para pemain Belgia terus mencoba beberapa skema alternatif guna memperkaya variasi strategi bermain sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.
“Pertandingan ini cukup sulit. Kami mencoba beberapa hal, bukan untuk digunakan sepanjang Piala Dunia, tetapi sebagai bagian dari latihan. Secara defensif kami tampil cukup solid dan tidak memberikan banyak peluang kepada lawan,” kata De Bruyne, dikutip dari Tuttomercatoweb.
Eksperimen formasi yang diterapkan di lapangan yang diterapkan pelatih Roberto Martinez diakui sempat membuat para pemain Belgia harus bekerja ekstra keras di sepanjang laga. Kendati demikian, De Bruyne menilai tantangan tersebut sangat bagus sebagai fondasi awal guna memotivasi mental bertanding.
"Masih ada beberapa hal yang harus kami perbaiki, tetapi kami baru menjalani beberapa hari latihan bersama. Jadi ini merupakan sinyal yang positif. Kemenangan ini menjadi awal yang baik, meski perjalanan kami masih panjang," tuturnya.
Proses penyatuan visi bertanding antarlini dinilai berjalan ke arah positif meskipun waktu pemusatan latihan terhitung sangat mepet. Fokus utama dari jajaran tim pelatih saat ini adalah menyatukan kemantapan taktis sekaligus memulihkan kebugaran fisik pemain.
Selain itu, De Bruyne membeberkan situasi di dalam internal tim sangat kompetitif sejak hari pertama berkumpul. Porsi latihan berat yang diberikan oleh staf kepelatihan langsung direspons dengan dedikasi tinggi oleh seluruh anggota skuad.
“Saya sudah bersama grup ini sejak Sabtu dan sesi latihannya berjalan dengan intensitas tinggi. Sejauh ini semua pemain terlihat berada dalam kondisi yang bagus,” ucapnya.
Setelah menyelesaikan ujian pertama, agenda pertandingan persahabatan internasional Belgia dipastikan masih berlanjut. Skuad The Red Devils dijadwalkan melakoni laga pemanasan terakhir melawan Tunisia.
Pertandingan menghadapi Tunisia dipandang sebagai simulasi terakhir yang sangat krusial sebelum skuad Belgia bertolak menuju Piala Dunia 2026. Tim kepelatihan ingin memastikan seluruh pemain siap menghadapi tekanan intensitas tinggi dalam ajang bergengsi sejagat tersebut.
Langkah persiapan matang ini diambil mengingat ketatnya peta persaingan yang menanti Belgia di babak penyisihan grup Piala Dunia nanti. Belgia menempati Grup G bersama Iran, Mesir, dan Selandia Baru.