TVRINews – Bogota, Kolombia

Salah satu calon Presiden Kolombia yang sering mengenakan jersei Timnas Kolombia saat kampanye dan rapat besar, berhasil memenangi putaran pertama pemilihan umum.

Jersei atau seragam tim nasional sepak bola seharusnya menjadi simbol persatuan dan kebanggaan sebuah negara, apalagi bagi mereka yang sudah berhasil lolos ke Piala Dunia FIFA 2026. 

Namun yang terjadi di Kolombia agak lain. Jersei yang akan dikenakan James Rodriguez, Luis Diaz, dan kawan-kawan untuk bertarung di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, itu justru terlibat dalam pemilihan presiden di negara tersebut, hingga memicu perdebatan tentang apakah jersei timnas pantas digunakan dalam demonstrasi politik. 

Setelah sebelumnya sering dikenakan dalam pertandingan, hari libur nasional, atau acara-acara khusus lainnya, jersei kuning Los Cafeteros belakangan ini sering dipakai di rapat umum politik oleh pendukung salah satu kontestan pemilihan Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella. 

De la Espriella sebenarnya maju sebagai calon independen. Namun, politisi yang juga pengacara dan pebisnis top itu sudah lama terafiliasi dengan National Salvation Movement, partai politik sayap kanan Kolombia. 

Entah terkait atau tidak dengan jersei Timnas Kolombia yang rutin dipakainya, Minggu (31/05/2026) lalu De la Espriella dinyatakan memenangi putaran pertama pemilihan Presiden Kolombia. 

De la Espriella yang mendapatkan dukungan dari Presiden AS Donald Trump, memenangi 43,74 persen suara, mengungguli kandidat lainnya dari sayap kiri, Ivan Capeda. Senator yang merupakan sekutu Presiden Kolombia saat ini, Gustavo Petro, tersebut hanya mengantongi 40,90 persen suara. 

Kemenangan De la Espriella di putaran pertama pemilihan Presiden Kolombia itu tak pelak langsung mendapatkan kecaman dari Capeda yang menudingnya telah mencuri simbol nasional yang tidak lain jersei Timnas Kolombia.  

Dalam sebuah pesan di platform media sosial X pada hari Senin (01/06/2026), Cepeda menulis bahwa penggunaan jersei tim nasional di rapat umum politik adalah “tindakan oportunistik” yang legalitasnya perlu diperiksa. 

“Tim nasional (sepak bola) adalah milik kita semua,” kata Cepeda, yang didukung partai pengusung Presiden Gustavo Petro, koalisi Historic Pact. 

Adapun pemungutan suara putaran kedua akan diadakan pada 21 Juni mendatang. “Hentikan pencurian hal-hal yang menjadi milik seluruh bangsa,” kata Cepeda. 

Cepeda, yang muncul di rapat umum kampanye mengenakan kardigan gelap dan kemeja putih berkerah mandarin, pekan ini meminta para pendukungnya untuk tidak mengenakan jersei Kolombia atau simbol nasional lainnya di rapat umumnya.

“Mari kita jalankan kampanye yang bersih dan transparan,” tutur Cepeda, putra senator komunis Kolombia, Manuel Cepeda Vargas, yang tewas dibunuh pada tahun 1994. 

De la Espriella, seorang pengacara selebritas konservatif yang menyebut dirinya “harimau”, belum menanggapi komentar Cepeda tentang penggunaan jersei tersebut. Namun, anggota tim kampanyenya kini mendorong para pendukung untuk menggunakannya sebanyak mungkin—sebagai cara untuk menentang Cepeda dan pemerintahan Petro. 

“Jersei ini, selain menunjukkan dukungan untuk para pemain kita, kini juga mewakili pembelaan terhadap kebebasan yang ingin diambil Cepeda dari kita,” ujar Daniel Briceno, seorang anggota kongres yang mendukung De la Espriella, dalam sebuah video.

Carlos Andres Arias, seorang konsultan pemasaran politik di Bogota, mengatakan bahwa politisi dari partai pendukung Cepeda, termasuk Presiden Petro, juga terlihat telah menggunakan jersei kuning Kolombia di rapat umum dan iklan politik, tetapi kurang konsisten.

Arias mengatakan bahwa De la Espriella mendapat manfaat dari penggunaan jersei tersebut karena membangkitkan patriotisme, salah satu nilai yang dipromosikannya di rapat umum. 

De la Espriella telah berjanji untuk mengambil pendekatan yang lebih tegas terhadap keamanan dan mengakhiri pembicaraan damai dengan kelompok pemberontak. 

Dari hasil analisisnya, Arias menjelaskan bahwa upaya Cepeda untuk menghentikan lawan-lawan politiknya menggunakan jersei Timnas Kolombia tersebut di rapat umum politik kemungkinan akan menjadi bumerang, karena hal itu justru memperkuat hubungan antara kampanye De la Espriella dan jersei tim nasional.

“Orang-orang sekarang akan berpikir bahwa mengenakan jersei (Timnas Kolombia) adalah cara pasti untuk mendukung De la Espriella,” ujar Arias.

Federasi Sepak Bola Nasional Kolombia (FCF), yang memiliki hak pemasaran atas jersei tersebut, mengatakan awal pekan ini bahwa mereka tidak memiliki cara untuk mengontrol bagaimana jersei mereka digunakan dalam acara non-komersial, meskipun mereka menyatakan penyesalan bahwa jersei tersebut digunakan untuk tujuan yang tidak terkait dengan olahraga.

Di Piala Dunia 2026, Kolombia akan tergabung di Grup K bersama Portugal, Republik Demokratik Kongo, dan Uzbekistan. Mereka akan memulai kampanye Piala Dunia 2026 dengan melawan Uzbekistan di Estadio Azteca, Meksiko, pada 18 Juni mulai pukul 09:00 WIB.