TVRINews – Jakarta, Indonesia

Jumlah grup di Piala Dunia 2026 bertambah menjadi 12 menyusul ekspansi yang dilakukan FIFA

Ekspansi yang dilakukan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah membuat Piala Dunia 2026 menjadi lebih banyak peserta, yang otomatis menambah jumlah pertandingan. 

Bakal dimulai 11 Juni mendatang, Piala Dunia 2026 akan terdiri dari 12 grup, 48 tim, dan 72 pertandingan. Itu semua baru di fase awal alias penyisihan grup. Banyaknya laga di fase grup sudah pasti akan menambah drama dibandingkan dengan edisi-edisi sebelumnya.

Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, saat negara-negara dari keenam federasi kontinental saling beradu kekuatan dalam babak penyisihan grup yang mendebarkan. 

Tim-tim kecil menghadapi tim-tim raksasa, para raksasa bakal bentrok, dan tim-tim debutan – Tanjung Hijau (Cabo Verde), Curacao, Yordania, dan Uzbekistan – akan menikmati perjalanan perdana mereka. 

Meskipun hanya sepertiga tim yang akan tereliminasi pada akhir babak pertama nanti, memimpin grup yang terdiri dari empat tim menawarkan undian yang menguntungkan di babak 32 besar. Di atas kertas, juara grup akan menghadapi lawan yang lebih mudah di babak gugur pertama.

Lantas, tim nasional negara mana saja yang difavoritkan mampu memimpin grup di akhir fase pertama Piala Dunia 2026 nanti? Berikut mereka yang dijagokan memenangi grup dan analisis singkatnya.

Grup A: Meksiko

Tim-tim Grup A: Meksiko, Korea Selatan, Afrika Selatan, Republik Ceko

Sebagai salah satu tuan rumah, Meksiko otomatis masuk Pot 1 (daftar unggulan) dalam undian grup pada Desember lalu. Kendati hanya berada di peringkat 15 dunia, Meksiko diuntungkan karena terhindar dari tim-tim besar dan cenderung bertemu lawan-lawan yang relatif inferior di fase grup.

El Tri memang akan turun di Piala Dunia dalam kondisi tidak menentu, tetapi mereka seharusnya bisa tetap memuncaki grup berkat dukungan penonton. Korea Selatan dan Rep. Ceko akan menjadi lawan berat sedangkan Afrika Selatan bisa membuat kejutan.

Grup B: Swis

Tim-tim Grup B: Kanada, Swis, Qatar, Bosnia-Herzegovina

Seperti Meksiko, sebagai salah satu tuan rumah, Kanada masuk Pot 1 saat undian grup dan mendapatkan calon-calon lawan yang agak ringan. Namun, tim peringkat 30 dunia itu tampaknya akan sangat sulit untuk menguasai grup kendati peluang mereka lolos ke babak gugur sangat terbuka.

Swis bisa menjadi favorit kuat untuk memuncaki grup yang secara statistik menjadi salah satu yang terlemah di Piala Dunia 2026 ini. Swis kaya akan pengalaman turun di turnamen elite plus skuad yang cukup mumpuni di setiap lini dan lebih baik daripada Qatar serta Bosnia dan Herzegovina. 

Grup C: Brasil

Tim-tim Grup C: Brasil, Maroko, Skotlandia, Haiti 

Saat ini sangat sulit memprediksi bakal seperti apa performa Brasil di Grup C karena semua tahu semifinalis Piala Dunia 2022 lalu, Maroko, bakal memberikan perlawanan sengit. 

Tim asal Afrika Utara itu kini berada di peringkat 8 dunia, hanya dua di bawah Brasil dan siap melibas Canarinha jika lengah.

Kendati begitu, jika mengacu pengalaman, Brasil masih lebih unggul dan seharusnya bisa mulus memenangi grup untuk memperpanjang rekor jumlah Piala Dunia mereka menjadi enam (setelah 1958, 1962, 1970, 1994, 2002).

Namun, kiprah Skotlandia dan Haiti tidak bisa dipandang remeh dan sangat mungkin menyulitkan Brasil maupun Atlas Lions.

Grup D: Amerika Serikat

Tim-tim Grup D: Amerika Serikat, Australia, Paraguai, Turki 

Harapan setinggi langit dibebankan pada Tim Nasional Sepak Bola Pria Amerika Serikat (United States Men’s National Team/USMNT) di Piala Dunia 2026 karena turun di kandang, khususnya dengan Mauricio Pochettino sebagai pelatih. 

Seperti Meksiko dan Kanada, AS berada di Pot 1 saat undian grup yang seharusnya mendapatkan lawan-lawan lebih ringan di fase awal. Namun, salah satu pemenang play-off UEFA, Turki, justru menjadi penantang utama The Stars and Stripes untuk memuncaki grup. Sementara, kiprah Australia dan Paraguai juga sangat mungkin mengejutkan.

Grup E: Jerman

Tim-tim Grup E: Jerman, Ekuador, Pantai Gading, Curacao

Setelah memenangi Piala Dunia keempatnya pada 2014 (sebelumnya 1954, 1974, 1990), performa Timnas Jerman kurang memuaskan. Namun, Jerman tetaplah Jerman, tim spesialis turnamen. Melihat kualitas dan calon lawan, rasanya Die Mannschaft takkan berkesulitan untuk menguasai Grup E.

Ekuador yang impresif di kualifikasi bisa saja membuat satu atau dua kejutan di Amerika Utara. Namun, Jerman masih terlalu kuat. Pantai Gading kini bukan lagi kekuatan dari Afrika setelah usainya generasi Didier Drogba dan Yaya Toure. Adapun Curacao sebagai debutan sepertinya tidak akan terlalu menyulitkan.

Grup F: Belanda

Tim-tim Grup F: Belanda, Jepang, Tunisia, Swedia

Komposisi tim di Grup F menjanjikan pul ini akan menjadi salah satu yang paling kompetitif. Normalnya, Belanda menjadi favorit kuat untuk memenangi grup. Runner-up Piala Dunia tiga kali (1974, 1978, 2010) itu kuat dari sisi kedalaman tim dan kualitas individu, namun jalan untuk menguasai grup bakal berat.

Jepang yang baru saja mengalahkan Inggris di laga persahabatan bisa saja mengulang sukses mereka pada Piala Dunia 2022, saat meredam Spanyol dan Jerman di fase grup. 

Sementara, Swedia yang memiliki lini serang kuat bisa membuat masalah. Bahkan, Tunisia yang mengandalkan kekompakan tim juga bisa memberikan kejutan. 

Grup G: Belgia

Tim-tim Grup G: Belgia, Mesir, Iran, Selandia Baru

Tim Nasional Belgia hampir selalu menjadi favorit turnamen sepak bola besar di era 2010-an. Namun, kini era generasi emas mereka sudah tidak ada lagi. Pemain seperti Kevin De Bruyne dan kiper Thibaut Curtois memang masih ada. Tetapi kedalaman skuad dan kualitas lini pertahanan mereka menjadi masalah serius.

Pun demikian, melihat kualitas calon rival, De Rode Duivels seharusnya mudah untuk menjadi yang terbaik di grup. Mesir bisa menjadi pesaing terberat. Partisipasi Iran masih tanda tanya meskipun FIFA sudah memastikan mereka turun. Selandia Baru, satu-satunya wakil Oseania (OCF) di atas kertas masih sulit untuk bersaing.

Grup H: Spanyol

Tim-tim Grup H: Spanyol, Uruguai, Arab Saudi, Tanjung Hijau

Juara Piala Dunia 2010 dan kampiun Kejuaraan Eropa (Euro) empat kali, Spanyol, bisa dibilang hanya memiliki satu lawan berat untuk memuncaki Grup H, yakni Uruguai (jawara Piala Dunia 1930 dan 1950).

Ditangani Marcelo Bielsa, Uruguai kerap menyulitkan tim-tim elite dan mereka kini bisa saja menggeser Spanyol. La Roja seharusnya bisa mengatasi Arab Saudi—yang sempat mengalahkan Argentina di Piala Dunia 2022—dan skuad debutan Tanjung Hijau (Cabo Verde). 

Pertandingan antara Spanyol melawan Uruguai sepertinya bakal menentukan siapa yang menjadi terbaik di grup ini.

Grup I: Prancis

Tim-tim Grup I: Prancis, Senegal, Norwegia, Irak

Inilah “Grup Neraka” di Piala Dunia 2026. Prancis, juara Piala Dunia 1998 dan 2018, masih di atas lawan-lawannya dan bahkan dijagokan memenangi trofi ketiga di Amerika Utara. Namun, peringkat ke-14 dunia Senegal dan Norwegia yang kini berada di posisi 31 dunia akan menjadi ancaman sangat serius.

Irak mungkin masih akan kesulitan bersaing. Tetapi, laga-laga antara tiga tim yang lain jelas menjanjikan drama. Prancis secara teori seharusnya mampu mengungguli Senegal dan Norwegia.

Grup J: Argentina

Tim-tim Grup J: Argentina, Austria, Aljazair, Yordania

Peluang terjadinya kejutan di Grup J terbilang kecil. Austria dan Aljazair terbilang lawan yang sulit ditebak namun keduanya akan bersaing untuk posisi kedua. 

Juara bertahan Argentina - jawara Piala Dunia 1978, 1986, 2022 - seharusnya bisa melaju memuncaki grup jika melihat materi pemain yang superior, dengan meredam Austria dan Aljazair. Sebagai tim debutan, perjalanan Yordania bisa berakhir mengenaskan. 

Grup K: Portugal

Tim-tim Grup K: Portugal, Kolombia, Uzbekistan, Republik Demokratik Kongo

Grup K tampaknya bisa lebih rumit untuk diprediksi dibanding grup lainnya. Portugal dan Kolombia menjadi tim paling realistis untuk memenangi grup. Pertemuan keduanya tampaknya akan menentukan penguasa grup.

Portugal lebih difavoritkan untuk mengatasi wakil Amerika Selatan itu. Namun, Uzbekistan yang merupakan debutan atau RD Kongo sepertinya bakal memberikan perlawanan lebih sengit dibanding yang diperkirakan. 

Grup L: Inggris

Tim-tim Grup L: Inggris, Kroasia, Panama, Gana

Serupa dengan Grup K, di pul ini ada dua tim yang diyakini bakal bersaing untuk menduduki posisi teratas Grup L. Di peringkat dunia, Inggris dan Kroasia hanya dipisahkan delapan tingkat dan keduanya saling berhadapan di semifinal Piala Dunia 2018 (Kroasia menang). 

Meskipun keduanya bisa merebut posisi teratas Grup L, Inggris yang dilatih Thomas Tuchel lebih difavoritkan. Tetapi, Inggris harus melewati tim pendatang baru Panama dan skuad yang sulit ditebak Gana untuk memastikan mampu mengalahkan Kroasia untuk posisi puncak.