TVRINews – Kota Vatikan, Vatikan

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah media sosial mengutip pernyataan Paus Leo XIV soal tim favoritnya di Piala Dunia 2026

Pada akhir April hingga awal Mei 2026, sejumlah media massa maupun sosial menyebut pemimpin gereja Katolik dunia Paus Leo XIV “mungkin” lebih menjagokan Peru dibanding negara asalnya, Amerika Serikat, jika kedua tim lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Singkatnya, Paus Leo XIV benar-benar mengatakan ini. Dalam jawaban yang sama, dia juga mengatakan tentang semua olahraga bahwa sebagai Paus, dirinya adalah penggemar semua tim.

Leo mengatakan “mungkin Peru” selama wawancara video Juli 2025 dengan Elise Ann Allen, seorang penulis biografi Leo dan koresponden senior untuk Crux, sebuah situs web yang menyediakan liputan independen tentang Vatikan dan gereja Katolik.

Para pengguna membagikan klip yang sangat singkat — atau transkrip sebagian — yang hanya menampilkan bagian “mungkin Peru” dari jawaban Leo, tanpa menyertakan pemikiran lengkapnya tentang masalah tersebut.

Mungkin belum banyak yang mengetahui bila pria yang lahir dengan nama Robert Francis Prevost itu memiliki dua kewarganegaraan, AS dan Peru. Hampir sepanjang hidupnya Leo melayani di Peru sebagai misionaris dan kemudian menjadi uskup. 

Semua mengetahui bila Peru akhirnya tidak mampu lolos ke Piala Dunia 2026, sama seperti Italia — negara lain yang disebut Leo dalam jawaban utuhnya di dalam video. 

Di Piala Dunia, Paus Leo XIV Perhatikan Tiga Tim

Pada September 2025, Crux menerbitkan video YouTube yang berisi pertanyaan Allen tentang Piala Dunia dan jawaban lengkap Leo, serta transkrip sebagian dari wawancara multi-bagian tersebut. 

Di awal video wawancara pertama Allen, ia bertanya apakah Leo merasa lebih seperti Paus pertama dari AS atau Paus kedua yang mewakili Amerika Latin, termasuk, “Apakah Anda merasa lebih Amerika? Apakah Anda merasa lebih Amerika Latin?” 

Leo menjawab dengan membagi kekagumannya pada AS dan Peru dengan cara yang sama seperti ia membagi hidupnya saat tinggal di kedua negara tersebut. 

Allen kemudian mengajukan pertanyaan seputar Piala Dunia 2026: “Jika skenarionya begini: Amerika Serikat kacau di Piala Dunia. Siapa yang Anda dukung?” 

Leo menjawab dengan kalimat pembuka yang sangat singkat: “Hm, pertanyaan bagus. Mungkin Peru (bagian ini yang ditampilkan dalam unggahan di banyak media sosial). Dan itu hanya karena ikatan emosional, jika boleh dibilang begitu.” 

Leo lalu memisahkan kehidupan pribadi dirinya sebelum menjalani hidup kepausan, dengan menjelaskan bahwa sebagai Paus, ia adalah penggemar semua tim.

“Ada sebuah kasus beberapa tahun lalu. Karena saya juga penggemar berat Italia di level Piala Dunia, saya biasanya mengikuti tiga tim. Anda menyebutkan dua tim (AS dan Peru), dan Italia akan menjadi tim ketiga,” kata Leo.

“Jadi, Anda tahu, saya mengikuti Piala Dunia. Bahkan ketika orang-orang tahu saya penggemar White Sox (Chicago White Sox, tim bisbol AS anggota MLB) dan saya berkata: ‘Yah, Robert Prevost adalah penggemar White Sox. Tetapi sebagai Paus saya adalah penggemar semua tim. Anda tahu itu’. 

“Saya adalah penggemar tim sepak bola AS Roma. Tetapi ketika tim SSC Napoli datang setelah mereka memenangi Scudetto (juara Liga Italia Serie A), saya jelas menyemangati dan memberi selamat kepada mereka.”

Leo lantas mengisahkan kehidupan di rumahnya sebelum menapaki kehidupan pelayanan gereja Katolik. Ia mengaku tumbuh sebagai penggemar White Sox. Namun, ibunya adalah penggemar Cubs, klub bisbol lainnya asal kota Chicago. 

“Jadi, Anda tidak bisa menjadi salah satu penggemar yang menutup diri dari pihak lain. Itu seperti, kita belajar—bahkan dalam olahraga—untuk memiliki semacam sikap terbuka, dialogis, ramah, dan tidak kompetitif yang penuh amarah dan hal-hal seperti itu,” ujarnya.