TVRINews – New York, Amerika Serikat

Otoritas di New York dan New Jersey meminta para pelaju untuk bekerja dari rumah selama Piala Dunia 2026 karena tinggi harga dan terbatasnya jumlah tiket kereta api

Jutaan penduduk di New Jersey (NJ) dan New York (NY), dua negara bagian di Amerika Serikat (AS) telah diminta untuk bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) selama musim panas ini karena Piala Dunia 2026 diperkirakan akan membuat harga tiket kereta api melonjak.

Seperti diketahui, mulai 11 Juni sampai 19 Juli, AS bersama Kanada dan Meksiko akan menjadi tuan rumah gelaran Piala Dunia 2026.

Ketika negara bersiap untuk Piala Dunia, para pemimpin di New York dan New Jersey telah mendesak para pelaju (komuter) untuk bekerja dari rumah pada hari-hari tertentu di bulan Juni dan Juli untuk menghindari kenaikan harga dan keterbatasan tiket kereta api.

NJ Transit – perusahaan transportasi publik milik Pemerintah New Jersey – telah memperingatkan para pelaju bahwa hanya 40 ribu tiket pergi-pulang dari Penn Station di Manhattan ke Stadion MetLife di East Rutherford, New Jersey, yang akan dijual per pertandingan. 

Ketersediaan tiket yang terbatas akan menaikkan harga tiket pergi-pulang menjadi sekitar 150 dolar AS (sekitar Rp2,6 juta) dari harga biasanya yang hanya 12,90 dolar AS (Rp224 ribu). 

Kenaikan harga hingga lebih dari 11 kali lipat ini sudah disetujui oleh Gubernur Mikie Sherrill karena acara tersebut diperkirakan akan menelan biaya sekitar 48 juta dolar AS (Rp832,04 miliar) bagi NJ Transit, seperti yang dilaporkan NBC 4.

“Jika Anda tidak menghadiri salah satu acara tersebut, mohon, jika memungkinkan, bekerjalah dari rumah karena kota akan sangat padat dan begitu pula New Jersey,” kata Kathryn Garcia, Direktur Eksekutif Otoritas Pelabuhan, seperti dikutip Daily Mail

“Saya juga akan melarang siapa pun untuk menggunakan layanan berbagi tumpangan. Kami akan melakukan banyak sosialisasi kepada orang-orang yang datang melalui bandara untuk memastikan mereka mengetahui tentang taksi ilegal, tetapi ini juga berlaku untuk mereka yang berada di kota.

“Kami mendorong Anda untuk menggunakan transportasi umum jika memungkinkan,” ucap,” Kathryn Garcia.

Garcia memperingatkan bahwa perjalanan pergi-pulang akan sangat sulit karena daerah tersebut bersiap untuk kedatangan ribuan orang ke Stadion MetLife, yang akan menjadi tuan rumah delapan pertandingan dari 13 Juni hingga 19 Juli.

Pertandingan Brasil melawan Maroko akan membuka turnamen di NJ pada 13 Juni pukul 18.00 waktu setempat. Kemudian, Prancis melawan Senegal pada 16 Juni pukul 15.00 dan Norwegia melawan Senegal pada 22 Juni pukul 20.00.

Pada 25 Juni akan ada pertandingan Ekuador melawan Jerman pukul 16.00 lalu Panama menghadapi Inggris pukul 17.00 pada 27 Juni. 

Babak 32 besar (pemenang Grup I melawan peringkat ketiga grup C/D/F/G/H) akan berlangsung pada 30 Juni pukul 17.00. Lantas, babak 16 besar digelar pada 5 Juli pukul 16.00, dan final Piala Dunia pada 19 Juli pukul 15.00.

Lalu lintas pejalan kaki diperkirakan akan melonjak di sekitar Stasiun Penn bagi mereka yang bepergian ke New Jersey dari kota dan Long Island, karena bagian Stasiun Penn milik NJ Transit akan dibatasi hanya untuk pemegang tiket Piala Dunia selama empat jam sebelum pertandingan dan tiga jam setelahnya.

“Untuk mengurangi kemacetan dan memastikan keselamatan, tidak akan ada tempat parkir umum untuk penonton di area stadion pada hari pertandingan,” demikian peringatan situs web NJ Transit.

“Akses ke stadion akan dibatasi hanya untuk pilihan transportasi resmi, dan tidak ada operator bus atau sewa pribadi yang akan menyediakan layanan pada hari pertandingan. 

“Para penggemar sangat disarankan untuk merencanakan terlebih dahulu, membeli transportasi di muka, dan mengikuti panduan resmi.”