TVRINews - Madrid, Spanyol

Louis Saha, mantan rekan setim Cristiano Ronaldo di Manchester United, menilai tubuh dan fisik Ronaldo setara dengan pemain berusia 32 tahun.

Nama Cristiano Ronaldo tetap identik dengan level tertinggi sepak bola Eropa, meski kini usianya telah menginjak 41 tahun dan bermain di Arab Saudi bersama Al-Nassr. Perdebatan mengenai apakah megabintang Timnas Portugal itu masih mampu kembali bermain di Eropa dan tampil impresif pun terus bergulir.

Salah satu mantan rekan setimnya di Manchester United, Louis Saha, memberikan pandangannya. Saha mengungkapkan tiga alasan utama mengapa Ronaldo masih memiliki peluang besar untuk bersinar kembali di Eropa, termasuk di kompetisi Liga Champions.

Menurut Saha, faktor pertama adalah kondisi fisik Ronaldo yang luar biasa, ditopang profesionalisme tingkat tinggi. “Pertama, tubuhnya itu jelas bukan seperti usia 41 tahun. Mungkin lebih seperti 32 atau 33 tahun,” ujarnya, dikutip dari Marca

Legenda asal Prancis itu juga menyoroti kekuatan mental serta ambisi Ronaldo yang tidak pernah surut. “Dia sudah mencetak 969 atau 970 gol, tapi keinginannya untuk terus mencetak gol tetap sama. Ada striker yang mungkin tidak mau melakukan usaha ekstra, tapi itu justru keunggulannya. Dia tahu ke mana harus bergerak.”

Alasan kedua, lanjut Saha, adalah kecerdasan bermain yang dimiliki Ronaldo. Ia menyebut mantan rekan setimnya itu sebagai salah satu striker paling serbabisa dengan kemampuan membaca permainan yang luar biasa. 

“Ronaldo punya pengetahuan tentang posisi yang tidak dimiliki banyak pemain. Dia selalu berada di tempat yang tepat. Memang sekarang dia lebih menjadi striker tradisional dibanding saat masih sering bermain di sayap, tapi itu tidak mengurangi efektivitasnya,” kata Saha, yang bersama Timnas Prancis meraih posisi runner-up Piala Dunia 2006.

Faktor ketiga yang dianggap krusial adalah rasa lapar akan kemenangan yang masih membara dalam diri Ronaldo. “Mungkin tubuhnya kadang terasa seperti 33 tahun, tapi secara keseluruhan dia pemain yang unik ketika bermain di Liga Champions," ujar Saha. 

"Semua ditentukan oleh konsentrasi, taktik, dan detail kecil. Dan Cristiano masih yang terbaik dalam hal itu karena hasratnya,” ia menambahkan. Saha menegaskan bahwa kombinasi konsentrasi, posisi, teknik, dan determinasi membuat Ronaldo menjadi sosok yang sulit ditandingi.

Louis Saha mulai menjadi rekan setim Cristiano Ronaldo di Manchester United pada Januari 2004. Saha didatangkan dari Fulham pada bursa transfer musim dingin 2003/2004. Sementara itu, Ronaldo sudah lebih dulu bergabung dengan Manchester United sejak Agustus 2003.

Selama kurun waktu tersebut, mereka menjadi bagian dari skuad asuhan Alex Ferguson dan di antaranya meraih gelar Liga Inggris (2006/07) dan Piala Liga Inggris (2005/06).

Ronaldo sendiri masih terus menambah catatan golnya. Ia baru saja mencetak gol ke-971 saat menghadapi Al-Ahli dan berpeluang meraih trofi pertamanya bersama Al-Nassr sejak bergabung pada 2023. 

Selain itu, CR7, julukan Ronaldo, juga bersiap tampil di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni-19 Juli mendatang bersama Timnas Portugal. Ajang Piala Dunia mendatang merupakan yang terbesar sepanjang sejarah karena akan diikuti 48 tim.