Penyerang sayap tim nasional sepak bola Bosnia dan Herzegovina, Kerim Alajbegovic. (TVRI/Grafis/Jovi Arnanda) Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Zurich, Swis
Piala Dunia 2026 siap memunculkan nama-nama yang berpeluang menyeruak.
Seperti edisi-edisi sebelumnya, Piala Dunia 2026 akan dihiasi aksi-aksi energik dari pemain-pemain belia. Nama-nama pemain muda usia seperti Lamine Yamal (Spanyol), Desire Doue (Prancis), Joao Neves (Portugal), Arda Guler (Turki), Aleksandar Pavlovic (Jerman) siap mempertontonkan kebolehan mereka di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Kans mereka tampil membela timnas masing-masing tampak besar seiring kiprah sebagai andalan di seperti di klub.
Di belakang mereka, sudah antre beberapa nama yang juga bersiap menapak ke panggung besar Piala Dunia 2026. Pemanggilan para belia lapis selanjutnya ini tentu masih menanti keputusan pelatih. Kontribusi yang mulai tinggi di klub pada musim ini dapat memperbesar kesempatan mereka mencuat di turnamen akbar pada 11 Juni sampai 19 Juli tersebut.
Siapa saja? Disarikan dari Sports Illustrated, berikut ini 10 anak muda yang siap mencuri perhatian di Piala Dunia 2026.
Ibrahim Maza (Aljazair) - 20 tahun, gelandang, Bayer Leverkusen
Nama baru siap melesat di kubu Aljazair untuk menemani Riyad Mahrez. Gelandang serang Ibrahim Maza sudah mendapatkan pujian di Jerman menyusul penampilan apik untuk Leverkusen sejak bergabung dari Hertha Berlin pada musim panas lalu.
Ibrahim Maza sudah mendapatkan kepercayaan di Leverkusen. Angka penampilannya sudah menembus 40 kali di musim debutnya. Jawaban sang pemain adalah kontribusi pada 10 gol Die Werkself di semua kompetisi.
Pemain berusia 20 tahun ini sudah membukukan 15 kap di Aljazair senior. Kecerdikan Maza dalam menerobos pertahanan lawan bisa sangat berguna buat Aljazair pada musim panas nanti.
Nestory Irankunda (Australia) - 20 tahun, sayap, Watford
Nestory Irankunda mencuat sebagai harapan baru di Australia. Keputusannya untuk menerima tawaran Watford pindah dari akademi Bayern Munchen pada 2024 semakin memperkuat permainannya di sayap.
Irankunda meneruskan kiprah mengesankan dalam peminjaman di Swis musim lalu di Inggris. Kecepatan dan kerja keras sang sayap segera berfaedah buat Watford.
Australia sudah menuai ketajamannya. Irankunda telah menorehkan 5 gol dari 13 kap di Socceroos. Angka-angka itu bisa bertambah di Amerika Utara nanti.
Kerim Alajbegovic (Bosnia dan Herzegovina) - 18 tahun, sayap, RB Salzburg
Edin Dzeko cukup identik dengan Bosnia dan Herzegovina. Namun, lesatan anak muda bernama Kerim Alajbegovic membuat Bosnia tak harus tergantung pada striker berusia 40 tahun itu.
Tempat Alajbegovic tampak mantap di RB Salzburg setelah membuahkan 15 gol. Bayer Leverkusen, klub pemilik, memanggilnya kembali pada musim panas ini.
Bosnia dapat memaksimalkan kemampuan Alajbegovic bermain di kedua sisi sayap. Dengan preferensinya menggunakan kaki kiri dan bermain di sisi kanan, ia bisa berbahaya buat lawan saat mengiris ke dalam.
Bintang Timnas Bosnia dan Herzegovina, Esmir Bajraktarevic, pilih Timnas Bosnia. (Grafis: Dede Sopatal Mauladi)
Foto: Grafis: Dede Sopatal Mauladi
Esmir Bajraktarevic (Bosnia dan Herzegovina) - 21 tahun, sayap, PSV Eindhoven
Sayap Bosnia dan Herzegovina bakal sangat merepotkan karena tenaga belia berikutnya. Esmir Bajraktarevic akan sangat diandalkan dengan kreativitasnya di sisi lapangan.
Sebuah keuntungan dari Esmir Bajraktarevic, ia akrab dengan kondisi tempat gelaran. Sayap kelahiran Wisconsin ini tumbuh di AS, dan bahkan sudah mencatat 1 kap buat The Yanks.
Setelah pindah dari New England Revolution, Bajraktarevic mencuat di Eredivisie bersama PSV musim ini. Torehan 10 kontribusi gol untuk klub Eindhoven menjadi bukti kemapanan permainannya yang akan mengangkat Bosnia di Piala Dunia 2026 nanti.
Kojo Peprah Oppong (Gana) - 21 tahun, bek tengah, Nice
Walau diwarnai kekacauan dalam manajemen setelah pemecatan Otto Addo hanya 72 hari sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, Gana bersiap mengedepankan talenta muda. Kojo Peprah Oppong salah satunya. Ia siap mengimbangi pengalaman seperti yang digenggam Mohammed Kudus dan Antoine Semenyo.
Oppong telah tampil mantap di jantung pertahanan untuk Gana dan Nice. Pada musim debutnya di Nice, sang bek sentral sudah menunjukkan konsistensi yang bakal krusial dalam upaya klub Ligue 1 itu menghindari degradasi.
Di bawah arahan Carlos Queiroz, Kojo Peprah Oppong berpeluang menambah kap timnas yang saat ini baru empat kali.
Bazoumana Toure (Pantai Gading) - 20 tahun, sayap, Hoffenheim
Bundesliga terus tampil sebagai pengasuh bakat-bakat muda bagus dari seluruh dunia. Bazoumana Toure berpotensi mendapatkan tempat di Timnas Pantai Gading setelah menjalani musim bagus di Jerman.
Perawakan Bazoumana Toure boleh kecil, tapi liukan sang sayap tampak penting bagi kampanye Hoffenheim tampil di Liga Champion musim depan. Toure secara teratur mengukir gol atau assist buat Hoffenheim.
Meski bukan yang paling tajam di klub, Toure tampil seperti tidak kenal lelah untuk menciptakan peluang terutama dari sayap kiri. Nyali teristimewa dalam duel satu lawan satu, kecepatan, dan kecerdikannya bisa sangat penting buat Pantai Gading di Piala Dunia 2026.
Johan Manzambi (Swis) - 20 tahun, gelandang, Freiburg
Musim lalu, Johan Manzambi sudah melejit sebagai bintang muda bagi Freiburg. Namun, musim ini layak dianggap sebagai penegas talenta ciamiknya.
Manzambi berperan besar dalam langkah Freiburg di DFB Pokal dan semifinal Europa League. Swis bakal sulit melewatkan kemampuan Johan Manzambi bermain di berbagai posisi di lini tengah.
Johan Manzambi telah mencatatkan 10 penampilan untuk Swis dengan koleksi 3 gol dan 1 asis. Giringan mantapnya yang susah ditahan dengan dukungan postur membawanya sebagai salah satu penyedia peluang.
Akan menarik menanti kerja samanya dengan gelandang berpengalaman seperti Granit Xhaka di putaran final. Bila bisa menarik pelajaran dari sana, Manzambi bisa menjadi pemain penting buat Swis.
Can Uzun (Turki) - 20 tahun, gelandang, Frankfurt
Turki sudah dijejali banyak bakat belia mumpuni. Sebut saja Arda Guler dan Kenan Yildiz. Akan tetapi, wonderkid berikutnya, Can Uzun, telah memperlihatkan pengaruh saat Turki menang di play-off baik sebagai starter maupun pengganti.
Frankfurt belum menampilkannya sebagai andalan reguler, tapi pengaruhnya dalam kesempatan yang terbatas terbilang besar. Dari penampilan di kurang dari 30 laga, Uzun menggoreskan hampir 15 kontribusi gol klub Bundesliga itu.
Laga Can Uzun berseragam Turki juga masih sedikit, baru 4 kali, tapi pemain berusia 20 tahun ini dapat menjadi kartu penting. Pemanfaatan peluang ditopang teknis memadai, Uzun siap menjadi pilihan reguler.
Bek Augsburg, Noahkai Banks
Foto: TVRI - Jovi Arnanda
Noahkai Banks (Amerika Serikat) - 19 tahun, bek tengah, Augsburg
Satu lagi anak muda yang merekah di Bundesliga. Baru berusia 19 tahun, Noahkai Banks telah mengukir 30 penampilan buat Augsburg, sebagian besar sebagai starter di posisi krusial, bek tengah.
Bermodalkan tinggi badan 193 cm, Noahkai Banks menawarkan keteguhan di jantung pertahanan. Kecepatan yang tidak diduga memudahkannya meliputi lini belakang saat membaca pergerakan lawan yang coba menusuk. Banks pun kerap memperlihatkan ketenangan termasuk saat menguasai bola.
Dengan kemampuan tersebut dan pengalaman di Augsburg, Banks pun dianggap pantas masuk skuad Mauricio Pochettino untuk Piala Dunia 2026. Hanya, masih harus dinanti apakah sang pelatih bersedia mengabaikan kap Banks yang masih kosong di The Yanks senior mesti sudah beberapa kali bermain untuk AS junior.
Abbosbek Fayzullaev (Uzbekistan) - 22 tahun, sayap, Istanbul Basaksehir
Pada musim panas mendatang, Uzbekistan akan melakoni debut mereka di Piala Dunia. Peran Abbosbek Fayzullaev menjadi krusial bagi kelolosan perdana Uzbek ini dengan sumbangan 5 gol saat kualifikasi.
Abbosbek Fayzullaev semakin mematri status pilar Uzbekistan di Piala Dunia 2026 menyusul musim mengesankan bersama Istanbul Basaksehir. Kiprah sayap lincah dan lihai ini layak dinanti karena mendapatkan arahan dari mantan gelandang Madrid, Dortmund, dan Turki, Nuri Sahin.
Di kesempatan perdana, Uzbekistan bakal membutuhkan sumber inspirasi terutama di sepertiga lapangan depan. Fayzullaev memiliki kapasitas untuk menjadi otak serangan bagi skuad besutan Fabio Cannavaro tersebut.