Stadion Atleti Azzurri d'Italia akan menjadi kandang Italia untuk laga play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 lawan Irlandia Utara. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Bergamo, Italia
Italia akan menjamu Irlandia Utara di kandang klub Atalanta, stadion di mana Italia tidak pernah mengalami kekalahan.
Timnas Italia akan bermain dalam laga penting dan menentukan saat menjamu Irlandia Utara di play-off Piala Dunia 2026, Kamis (26/3/2026) atau Jumat pukul 02.45 WIB. Laga ini krusial bagi nasib Italia, apakah dapat bermain di Piala Dunia 2026 atau untuk ketiga kalinya harus absen di ajang terbesar sepak bola dunia ini.
Hasil laga lawan Irlandia Utara juga tidak langsung membawa Italia ke Piala DUnia 2026. Jika menang atas Irlandia Utara, Gli Azzurri melangkah ke final dan akan menghadapi pemenang duel Wales vs Bosnia dan Herzegovina.
Karena itulah, pasukan Gennaro Gattuso harus fokus kepada tantangan di depan yaitu mengalahkan Irlandia Utara. Para pemain yang masuk dalam daftar pemanggilan sudah hadir di Coverciano, pusat latihan Timnas Italia yang ada di Firenze (Fiorentina).
Gianluigi Donnarumma dan kawan-kawan kemudian akan menuju Bergamo di hari pertandingan. Laga ini memang akan digelar di Stadion Atleti Azzurri d'Italia yang merupakan kandang klub Liga Italia, Atalanta yang jaraknya sekitar 250 kilometer dari Coverciano.
Pemilihan Stadion Atleti Azzurri d'Italia ini cukup mengejutkan karena biasanya Italia menggelar laga internasional di Stadion San Siro (Milan) atau di Stadion Olimpico (Roma). Apalagi, kedua stadion ini memiliki kapasitas lebih dari 70 ribu penonton.
Kapasitas tersebut sangat jauh dibandingkan dengan Stadion Atleti Azzurri d'Italia yang berkapasitas hanya 24.900. Karena itulah, pemilihan stadion yang berada di Bergamo ini cukup menjadi pertanyaan. Mengapa Italia justru menggelar laga besar yang penting justru di stadion ini? Menurut pers Italia, stadion ini memberikan tuah atau keberuntungan bagi Gli Azzurri.
"Bergamo dan Atalanta ada contoh yang bagus bagi sepak bola Eropa. Ini stadion yang menyenangkan dan ini stadion yang penting bagi sepak bola Italia," kata seorang jurnalis Italia, Daniele Verri.
Di sisi lain, menurut Daniele Verri, pemilihan Stadion Atleti Azzurri d'Italia bukan tidak mungkin ada unsur "keyakinan" atau "keberuntungan" di sana. Stadion klub Atalanta Bergamo ini memang menjadi stadion pertama Gennaro Gattuso menampingi Timnas Italia.
Pertandingan pertama Italia di bawah asuhan Gennaro Gattuso terjadi pada 5 September 2025 lalu. Dalam laga tersebut, Italia menang 5-0 atas Estonia lewat gol Moise Kean, Alessandro Bastoni, Giacomo Raspadori, dan dua gol Mateo Retegui.
Wajar jika sejumlah publik Italia percaya, termasuk Daniele Verri, bahwa pemilihan stadion tersebut juga atas pertimbangan itu. Ada sedikit unsur "takhayul" meski tentu bukan yang utama. Di stadion ini Italia tidak pernah mengalami kekalahan, setidaknya di tiga laga terakhir.
"Kami sangat jelas butuh untuk lolos dan karena itu ada tekanan. Kami dua kali beruntun gagal ke Piala Dunia yang menjadi bencana bagi sepak bola Italia," kata Daniele Verri. "Mengalami kegagalan untuk ketiga kalinya secara beruntun tentu akan sangat sulit diterima," dia menambahkan.
Di stadion ini pula, Italia juga tidak pernah mengalamai kekalahan jika bermain kandang di kandang Atalanta yang juga dikenal dengan nama Stadion Gewiss atau stadion dengan nama yang mengambil nama sponsor, New Balance.
Sejak 2020, ada tiga laga Italia dimainkan di stadion ini. Pertama pada 14 Oktober 2020 di mana Italia imbang 1-1 lawan Belanda di ajang Liga Negara Eropa. Lalu sebelumnya pada 15 November 2006, Italia imbang 1-1 lawan Turki dalam laga uji coba. Dan, pada 24 Januari 1987, Italia menang 5-0 atas Malta di kualifikasi Piala Eropa 1988.
"Ini memang bukan San Siro atau Olimpico, tapi ini stadion kecil dengan atmosfer yang sangat bagus. Jika pertandingan akan berjalan makin ketat, maka suara-suara suporter akan semakin terdengar," kata Daniele Verri.
Dengan stadion yang tidak terlalu besar, dukungan akan lebih terasa begitu dekat. Inilah yang sangat dibutuhkan pemain Italia dari fans mereka di fase yang memang sangat krusial dalam upaya lolos ke Piala Dunia.
Sejak meraih gelar Piala Dunia 2006, Italia justru mencatat pencapaian yang tidak bagus. Mereka gagal lolos dari fase grup di dua edisi Piala Dunia selanjutnya, yaitu 2010 dan 2014.
Bahkan, Italia tidak lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022 karena dalam laga play-off mereka kalah dari Swedia dan Masedonia Utara. Dengan situasi tersebut, tekanan yang lebih besar tentu ada di Italia. Mereka bisa mencatat rekor negatif, yaitu sebagai negara atau tim pertama yang juara Piala Dunia (2006) tapi kemudian tidak lolos di tiga Piala Dunia beruntun.
Kini, pada 26 Maret 2026 nanti, Italia akan kembali berharap stadion ini dapat memberikan tuah atau keberuntungan bagi Timnas Italia. Tujuannya jelas, menang atas Irlandia Utara dalam upaya mereka lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.