TVRINews – Jakarta

Marcelo Bielsa masih berpegang teguh kepada filosofi sepak bola menyerang dengan intensitas tinggi.

Marcelo Bielsa memiliki julukan El Loco, yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah Si Gila. Julukan itu disematkan kepadanya bukan semata karena kebiasaan saat memimpin anak asuh bertanding, tetapi karena obsesinya mewujudkan permainan sepak bola yang ideal.

Bagi pria yang akan memimpin Tim Nasional Uruguai di Piala Dunia 2026 tersebut, sepak bola bukan hanya soal memenangi pertandingan. Ia ingin tim yang dibesut memainkannya dengan keberanian. Agresif menekan dan intensitas tinggi menjadi ciri khas dari strateginya.

Bielsa teguh memegang filosofinya tersebut meski banyak pelatih memilih pendekatan pragmatis demi mendapatkan hasil terbaik. Baginya, taktik yang berisiko tinggi membuat pertahanan anak asuhnya terlihat rapuh adalah bagian dari identitas permainan.

Pemain yang berada di dalam tim asuhan Bielsa dituntut untuk tidak sekadar memiliki kualitas teknik, namun juga kekuatan fisik dan stamina yang mumpuni. Bahkan, ia akan mendorong para pemain melampaui batas kemampuan masing-masing.

"Pelatih bisa melakukan dua dosa: membuat pemain yang bisa terbang menjadi berjalan, atau memaksa yang berjalan untuk terbang. Jika saya harus masuk neraka, saya lebih memilih karena dosa yang kedua," kata Bielsa, dikutip dari La Vanguardia.

Di usianya yang sudah menginjak 70 tahun, Bielsa masih tetap menjadi seorang pelatih agresif. Bersama Uruguai sejak 2023, ia menerapkan filosofi sama yang sejauh ini sudah menghasilkan 16 kemenangan, 10 imbang, dan tujuh kali kalah.

Perjalanan tim berjuluk La Celeste di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Conmebol berakhir dengan finis pada peringkat keempat. Salah satu pertandingan yang berkesan adalah kemenangan 2-0 di markas Argentina.

Kapten Argentina, Lionel Messi, mengakui kegigihan Uruguai asuhan Bielsa. Meski timnya mendominasi penguasaan bola, para pemain lawan terus melakukan penjagaan ketat dan memberi hukuman lewat serangan balik cepat.

"Kami tidak pernah merasa nyaman. Kami tidak mampu menguasai bola dalam waktu lama, tidak menciptakan peluang, dan memainkan permainan yang mereka inginkan, sesuai ritme mereka," ujar Messi, dikutip dari Fox Sports.

Bielsa juga berhasil membawa Uruguai menempati peringkat ketiga Copa America 2024. Capaian tersebut menjadi yang terbaik setelah terakhir kali juara pada edisi 2011.

Menaklukkan Piala Dunia

Pertanyaan selanjutnya adalah mampukah strategi Marcelo Bielsa menaklukkan Piala Dunia 2026? Dari dua kesempatan sebelumnya memimpin tim di turnamen besutan FIFA tersebut, ia belum mampu menorehkan prestasi gemilang.

Piala Dunia 2002 menjadi yang pertama baginya. Ia datang dengan memimpin Argentina, akan tetapi terhenti di fase grup karena kalah bersaing dari Swedia dan Inggris.

Kesempatan kedua bagi Bielsa adalah Piala Dunia 2010 saat menangani Cili. Ia berhasil membawa tim besutannya sampai ke babak 16 besar, sebelum dikalahkan tiga gol tanpa balas oleh Brasil.

Keberhasilannya mengubah identitas Uruguai dari tim dengan permainan keras dan pragmatis menjadi lebih agresif serta berani menekan lawan memunculkan harapan baru. Ia juga dinilai mampu mengeluarkan potensi terbaik Federico Valverde dan kawan-kawan.

"Ia memberi kami ketenangan karena kami bermain 70 meter dari gawang sendiri, bukan 40 meter seperti sebelumnya. Ada perubahan substansial dalam postur, sikap, dan performa," ujar mantan bek Uruguai, Hugo De Leon, memuji Bielsa.

Ujian awal bagi Bielsa dan Urugai datang dari Arab Saudi, Tanjung Hijau, dan Spanyol yang menjadi pesaing di Grup H Piala Dunia 2026. Ini bisa menjadi panggung terakhirnya untuk membuktikan bahwa idealisme dalam sepak bola belum mati.

Biodata

Nama: Marcelo Alberto Bielsa Caldera

Kelahiran: Rosario (Argentina), 21 Juli 1955

Karier Pemain

Newell's Old Boys (1975-1977)

Instituto (1978-1979)

Argentino de Rosario (1979-1980)

Karier Pelatih

Newell's Old Boys II (1987-1990)

Newell's Old Boys (1990-1992)

Atlas (1993-1995)

America (1995-1996)

Velez Sarsfield (1997-1998)

Espanyol (1998)

Argentina (1998-2004)

Argentina U-23 (2004)

Cili (2007-2011)

Athletic Bilbao (2011-2013)

Marseille (2014-2015)

Lazio (2016)

Lille (2017)

Leeds United (2018-2022)

Uruguai (2023-sekarang)

Prestasi

Newell's Old Boys

Primera Division: 1990/1991, 1992

Velez Sarsfield

Primera Division: 1998

Argentina

Olimpiade 2004

Leeds United

Divisi Championship: 2019/2020