TVRINews – Paris, Prancis

Kylian Mbappe diminta menjaga komentarnya dan tidak mengeluarkan pernyataan berbau politik dalam forum dan seragam Timnas Prancis.

Pernyataan bernuansa politik yang diucapkan Kylian Mbappe (27) baru-baru ini telah menimbulkan kontroversi. Ini bukan pertama kalinya pemain sayap Real Madrid itu berbicara tentang isu-isu sensitif bernuansa politis, terutama yang berkaitan dengan Prancis. 

Dalam sebuah wawancara dengan Vanity Fair, Mbappe mengatakan bahwa dirinya tidak menyukai ekstremisme. “Saya tahu apa artinya dan tahu apa yang bisa terjadi pada negara saya jika orang-orang ini berkuasa,” kata Mbappe, merujuk pada partai sayap kanan ekstrem di negaranya.

Menanggapi komentar bintang Tim Nasional Prancis tersebut, ikon dan legenda sepak bola Prancis, Michel Platini, menyarankan agar ia menahan diri untuk tidak berbicara tentang politik selama Piala Dunia, setidaknya saat mengenakan ban kapten tim nasional Prancis. 

“Ia berhak untuk mengungkapkan pendapatnya ketika tidak mengenakan ban kapten atau seragam tim nasional. Jika ia berada di Madrid atau di tempat lain, ia dapat mengambil sikap politik,” tutur Platini, menanggapi pernyataan Mbappe.

“Tetapi dengan ban kapten dan seragam tim nasional (Prancis), ia bermain untuk seluruh rakyat Prancis. Karena itu ia seharusnya tidak memihak,” ucap pahlawan Timnas Prancis saat memenangi Kejuaraan Eropa (Euro) 1984 itu.

Lebih lanjut pemenang tiga Ballon d'Or secara beruntun pada 1983, 1984, dan 1985 itu menyebut memang bagus jika orang-orang cerdas menyuarakan pendapat mereka tentang isu-isu sosial. 

“Pemain sepak bola tidak selalu bodoh. Beberapa di antaranya cukup cerdas dan seharusnya bersuara. Tetapi saya akan menyarankan Mbappe untuk mengambil inspirasi dari pemain sepak bola lain yang kurang vokal,” tutur Platini. 

“Saya akan mengatakan Mbappe bahwa mengingat situasi saat ini, komunikasi, dan media sosial, dia harus mengambil inspirasi dari apa yang telah dilakukan Zinedine Zidane, Lionel Messi, atau Cristiano Ronaldo, karena mereka biasanya tidak mengambil sikap pada banyak isu. Begitu Anda mengambil sikap, Anda membuat separuh dunia marah. Anda harus berhati-hati.”

Latar Belakang Komentar Politis Mbappe

Kylian Mbappe terpancing mengeluarkan pernyataan berbau politis setelah partai sayap kanan ekstrem National Rally (RN) yang dipimpin oleh Marine Le Pen dan Jordan Bardella mendapatkan lonjakan suara luar biasa dalam pemilihan Eropa pada 2024. 

Situasi tersebut mendorong Presiden Prancis Emmanuel Macron membubarkan parlemen dan menyerukan pemilihan nasional secara tiba-tiba.

Dalam konferensi pers nasional, Mbappe dengan tegas mendesak warga—khususnya kaum muda—untuk memilih. Ia menyatakan bahwa kelompok ekstremis “berada di ambang kekuasaan” dan menyatakan bahwa ia tidak ingin mewakili negara yang tidak sejalan dengan nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan rasa hormat yang dianutnya.