Vitinha, gelandang tim nasional sepak bola Portugal dan Paris Saint-Germain (PSG). (TVRI/Grafis/Dede Mauladi) Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Jakarta, Indonesia
Fernando Muslera di bawah mistar, masuk dalam kelompok 11 pemain dengan performa terburuk di Piala Dunia 2026 ini.
Piala Dunia 2026 telah berakhir dengan Spanyol sebagai juaranya. Sepanjang Piala Dunia 2026 ini bergulir, sejumlah pemain tampil cemerlang dan mengesankan. Bahkan, FIFA telah menentukan Tim Terbaik untuk Piala Dunia 2026 ini.
Meski demikian, jika ada tim terbaik tentu menarik pula untuk melihat siapa saja pemain yang tampil buruk atau bisa juga disebut dengan tidak beruntung di Piala Dunia 2026 ini. Sejumlah pers Eropa atau dunia menempatkan sejumlah nama pemain bintang yang sama untuk kategori ini.
Cristiano Ronaldo salah satu yang muncul dalam kategori "Tim Terburuk" di Piala Dunia 2026 ini. Yang menarik, salah satu media terbesar Italia yaitu La Gazzetta dello sport, juga menempatkan nama Roberto Ayala. Ya, dia adalah asisten pelatih Lionel Scaloni yang dalam final kedapatan tengah memukul pemain muda Spanyol, Dani Olmo. Roberto Ayala tidaklah asing Namanya karena dia salah satu mantan bintang Timnas Argentina.
Roberto Ayala adalah asisten Scaloni untuk Argentina, dan setelah kekalahan di final melawan Spanyol, dia tidak bisa memikirkan hal yang lebih baik untuk dilakukan selain menampar Dani Olmo. Di antara banyak tindakan tercela yang dilakukan para pemain Argentina pada Minggu malam, ini adalah yang terburuk: seorang pria berusia 53 tahun meletakkan tangannya di wajah seorang pemuda (sementara Lamine Yamal, tanpa terganggu, berdoa 15 meter jauhnya).
Tentu saja itu salah satu bagian menarik yang coba ditampilkan pers Italia tersebut. Sementara itu, laman seperti ESPN menempatkan Leroy Sane masuk dalam kategori ini. Julian Nagelsmann memainkannya sebagai starter, bahkan dengan mengorbankan Musiala di bangku cadangan. Hasilnya buruk. Julian Nagelsmann memanggilnya lagi untuk kembali ke bangku cadangan dua menit sebelum waktu normal berakhir.
Piala Dunia 2026 ini tidak memberikan momen bagus bagi Timnas Qatar. Salah satu pemainnya yaitu Assim Madibo akan diingat sebagai pemain yang membuat Ismael Kone mengalami cedera parah di laga Kanada vs Qatar. Tentu saja, banyak versi terkait "Tim Terburuk" di Piala Dunia 2026.
TVRI mencoba merangkum siapa saja pemain yang bermain di bawah performa terbaiknya dengan mempertimbangkan sejumlah pers dunia yang menampilkan 11 pemain terburuk di Piala Dunia 2026 ini. Berikut ini 11 pemain tersebut:
Pola: 4-5-1
Kiper: Fernando Muslera
Belakang: Joshua Kimmich, Kalidou Koulibaly, Victor Lindelöf, Theo Hernandez
Tengah: Agustin Canobbio, Hakan Calhanoglu, Ajdin Hrustic, Vitinha, Rodrigo De Paul
Depan: Cristiano Ronaldo
Pelatih: Julian Nagelsmann
Julian Nagelsmann, 38 tahun, telah menjadi simbol pelatih muda dan brilian selama bertahun-tahun. Namun, tim Jerman asuhannya adalah yang paling mengecewakan di Piala Dunia 2026, kalah dari Ekuador dan dari Paraguai. Mereka adalah tim nasional besar pertama yang tersingkir, di 32 besar, dan sebelum Piala Dunia berakhir, dunia mengenal pelatih Jerman yang berbeda: Jurgen Klopp.
Kiper: Fernando Muslera (Uruguai)
Fernando Muslera, kiper Uruguai, menjadi penjaga gawang dari tim terburuk Piala Dunia 2026 yang baru berakhir. Dalam usianya yang sudah 40 tahun, dia justru menjadi starter di bawah mistar tim asuhan Marcelo Bielsa. Dia melakukan kesalahan serupa di laga lawan Arab Saudi, lalu di laga lawan Spanyol yang membuat Alex Baena berhasil mencetak gol. Gol yang membuat Uruguai kalah di 32 besar dan mengakhiri perjalanan Uruguai di Piala Dunia 2026.
Bek Kanan: Joshua Kimmich (Jerman)
Julian Nagelsmann memainkannya Joshua Kimmich di posisi bek kanan, padahal pada musim yang baru berakhir, dia hanya tampil sekali di posisi tersebut Bersama Bayern Munchen. Keputusan tersebut membuat Jerman kekurangan kekuatannya baik di lini tengah maupun di zona pertahanan.
Bek Tengah: Kalidou Koulibaly (Senegal)
Kalidou Koulibaly, menampilkan performa terburuk di laga lawan Norwegia. Kekalahan Senegal karena tiga gol lawan (2-3) disebabkan karena blunder yang dilakukan kapten Senegal ini. Kalidou Koulibaly juga bermain buruk dalam pertandingan melawan Prancis. Melawan Irak dan Belgia, ia hanya menonton dari bangku cadangan. Bahkan dalam krisis perpanjangan waktu, Pape Thiaw tidak memanggilnya.
Bek Tengah: Victor Lindelof (Swedia)
Setelah tampil solid di pertandingan pembuka, Victor Lindelof menjadi bagian dari runtuhnya pertahanan Swedia dalam kekalahan telak 1-5 dari Belanda. Victor Lindelöf berulang kali diekspos oleh pergerakan Denzel Dumfries yang menukik di sisi kanan. Itu menjadi performa buruk pemain ini yang paling mencolok di babak penyisihan grup.
Bek kiri: Theo Hernandez (Prancis)
Sisi kiri Prancis adalah titik lemah mereka di Piala Dunia. Lucas Digne memberikan penalti kepada Spanyol ketika dia melakukan pelanggaran terhadap Lamine Yamal. Lalu ada Theo Hernandez yang kesulitan menghadapi pemain sayap remaja Senegal, Ibrahim Mbaye, pada pertandingan pertama. Theo Hernandez juga kemudian melakukan pelanggaran penalti di laga lawan Norwegia yang harus diselamatkan oleh Mike Maignan.
Sayap Kanan: Agustin Canobbio (Uruguai)
Agustin Canobbio sebenarnya bermain cukup baik. Namun, ada tiga hal yang membuatnya masuk dalam tim ini. Pertama tekel brutal terhadap bek Spanyol, Pau Cubarsí, lalu perkelahian dengan wasit selama pertandingan Uruguay-Spanyol, dan percobaan perkelahian setelah diusir dari lapangan.
Gelandang: Hakan Calhanoglu (Turki)
Turki tersingkir setelah dua pertandingan. Hakan Calhanoglu tidak bermain bagus. Ini adalah masalah statusnya di tim. Sebagai pemimpin tim, dan kapten, ia memikul tanggung jawab lebih besar daripada yang lain dan dia tidak melakukan itu dengan baik.
Gelandang: Vitinha (Portugal)
Kekalahan Portugal dari Spanyol, jika dilihat kembali, perlu dievaluasi terkait peran Vitinha. Vitinha datang ke Piala Dunia sebagai salah satu pemain kunci dalam sukses Paris Saint-Germain meraih gelar Liga Champions. Seharusnya ia memimpin lini tengah Portugal, yang dipuji sebagai yang terbaik di dunia oleh publik, tetapi malah tampil datar dan biasa-biasa saja.
Sayap Kiri: Rodrigo De Paul (Argentina)
Piala Dunia 2026 bukanlah turnamennya. Dalam pertandingan lawan Inggris, dia sempat memperlihatkan performanya yang bagus tapi tidak lama. Penampilannya yang kurang memuaskan di lini tengah memperparah krisis yang lebih luas di area tersebut bagi sang juara bertahan Argentina.
Gelandang Serang: Ajdin Hrustic (Australia)
Pemain berusia 29 tahun pemilik nomor 10 di Timnas Australia. Dalam konferensi pers, dia mengatakan "siap" saat ditanya apakah dirinya siap jika laga lawan Mesir berakhir dengan adu penalti. Australia dan Mesir berakhir dengan adu penalti dan Ajdin Hrustic tidak mengambil tendangan penalti.
Tugas tersebut justru dilakukan pemain muda berusia 18 tahun, Herrington, yang mengambil penalti keempat. Setelah pertandingan, ketika ditanya secara spesifik, Hrustic mengatakan bahwa pelatih seharusnya yang dimintai penjelasan tentang tugas penalti itu. Tapi, seharusnya dia juga bisa bersikap tegas dengan mengatakan, "Biarkan anak itu sendiri, saya akan mengambil tendangan penalti."
Penyerang: Cristiano Ronaldo (Portugal)
Piala Dunia 2026 menjadi salah satu momen buruk lainnya dalam karier Cristiano Ronaldo. CR7 memang mencetak dua gol melawan Uzbekistan dan satu gol penting melawan Kroasia. Tapi, tetap saja Cristiano Ronaldo hanyalah bayangan dari pemain yang dulu. Selama Piala Dunia, Gradient Sport menerbitkan grafik yang menunjukkan bagaimana CR7 berjalan lebih banyak daripada semua striker lainnya. Kurang menyenangkan melihatnya pasif melawan Spanyol, tanpa percikan, sedangkan pelatih Roberto Martinez tidak pernah menggantikannya.