TVRINews - Meksiko City, Meksiko

Guillermo Ochoa menyampaikan terima kasih kepada semua yang telah mendukungnya terutama kepada masyarakat Meksiko.

Kiper veteran Meksiko, Guillermo Ochoa, mengumumkan pensiun atau gantung sarung tangan. Penjaga gawang yang masuk dalam skuad Timnas Meksiko di Piala Dunia 2026 ini menyatakan pengunduran diri tersebut pada Selasa (21/7/2026) melalui akun media sosialnya. Dengan pengumuman tersebut, Guillermo Ochoa yang kini telah berusia 41 tahun telah mengakhiri karier profesionalnya sebagai pemain atau penjaga gawang selama 22 tahun.

“Saya telah memberikan segalanya. Saya telah memberikan segalanya di lapangan untuk klub saya dan tim nasional, dan hari ini saya menggantung sarung tangan saya,” demikian pernyataan Guillermo Ochoa di media social lewat sebuah video. “Menjadi seorang kiper berarti mengetahui bahwa Anda mungkin harus menunggu 90 menit untuk satu momen ketika segalanya bergantung pada Anda. Dan ketika momen itu tiba, Anda tidak boleh ragu.”

Sebelumnya, Guillermo Ochoa menyatakan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terakhirnya. Sempat muncul kabar bahwa kemungkinan setelah Piala Dunia 2026 ini berakhir, dia akan melanjutkan kariernya dengan bergabung ke klub baru. Namun, Guillermo Ochoa menepis kabar tersebut.

Guillermo Ochoa terpilih dalam skuad Meksiko di Piala Dunia 2026. Dengan masuk skuad El Tri, dia menjadi pemain yang mengikuti enam Piala Dunia dalam sejarah kariernya. Pencapaian tersebut menyamai dua ikon sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo (Portugal) dan Lionel Messi (Argentina). Di Piala Dunia 2026 ini, Guillermo Ochoa merupakan kiper cadangan namun dia adalah kiper utama Meksiko dalam tiga Piala Dunia yaitu Piala Dunia 2014 di Brasil, Piala Dunia 2018 di Rusia, dan Piala Dunia 2022 di Qatar.

Ochoa melakukan debutnya di liga utama bersama Club América pada Februari 2004. Ia menghabiskan tujuh musim pertamanya di sana sebelum pindah ke klub Prancis Ajaccio pada 2011, menjadi kiper kelahiran Meksiko pertama yang bermain di Eropa. Karier Eropanya juga termasuk bermain di klub Eropa seperti Malaga, Granada, Standard Liege, Salernitana, AVS Futebol, dan AEL Limassol. Dia sempat kembali bermain selama tiga tahun di klub Meksiko, America dari 2019 hingga 2022.

“Saya tidak pernah membayangkan sejauh mana sebuah mimpi dapat membawa saya. Hari ini, saya hanya dapat melihat ke belakang dengan bangga dan berkata: Terima kasih,” kata Guillermo Ochoa lagi. “Saya membawa serta kasih sayang jutaan orang dan ketenangan pikiran yang datang dengan mengetahui bahwa saya telah memberikan segalanya untuk Meksiko.”

Di Piala Dunia 2026, Guillermo Ochoa menjadi kiper nomor dua sebagai pelapis Raul Rangel. Pelatih Timnas Meksiko, Javier Aguirre menurunkan Guillermo Ochoa pada 13 menit terakhir melawan Republik Ceko dalam pertandingan terakhir Meksiko di fase grup. Setelah peluit akhir berbunyi, Guillermo Ochoa yang emosional mencium tiang gawang Stadion Azteca atau yang juga dikenal Stadion Meksiko City di Piala Dunia 2026 ini.

Dia kemudian berlutut untuk menerima pelukan dari rekan-rekan setimnya. Lama setelah tribun penonton kosong, Ochoa berjalan ke tengah lapangan untuk terakhir kalinya dan menerima perpisahan terakhirnya.

Di level klub, Ochoa meraih gelar liga bersama America selama turnamen Clausura 2005 dan memenangkan Piala Belgia bersama Standard Liege. Di panggung internasional, ia memimpin Meksiko meraih enam gelar Piala Emas CONCACAF yaitu pada 2009, 2011, 2015, 2019, 2023, dan 2025 dan meraih medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020.

Guillermo Ochoa lahir pada 13 Juli 1985 di Guadalajara, Jalisco, Meksiko. Dia selalu mengenakan nomor 13 di punggungnya sebagai referensi tanggal lahirnya yang jatuh pada 13 Juli. Selain sebagai pemain profesional, dia merupakan lulusan program studi Manajemen Sepak Bola daring dari Institut Johan Cruyff.

Pada Oktober 2017, Ochoa membantu mendirikan Asosiasi Pemain Sepak Bola Meksiko (Asociacion Mexicana de Futbolistas). Kecintaannya terhadap musik diperlihatkan dengan menjadi salah satu investor perusahaan rintisan musik digital, Trebel Music.

Kehadirannya di bawah mistar dengan gaya rambutnya, merupakan bagian yang akan selalu diingat oleh publik sepak bola Meksiko. Kiper yang akan selalu dirindukan fans karena dedikasinya baik terhadap profesinya maupun dedikasinya untuk negerinya. Sejak bermain untuk Timnas Meksiko pada 2005 hingga 2026 ini, dia telah tampil dalam 153 pertandingan tim nasional. Sedangkan di level klub, total dia telah bermain dalam 778 laga di semua ajang.

“Ketika sebuah tim mempercayakan lambangnya kepada saya, mereka juga mempercayakan sejarahnya kepada saya, tetapi ada satu lambang yang memiliki bobot berbeda, lambang yang mewakili seluruh bangsa (Meksiko). Setiap kali saya mengenakan jersei Meksiko, saya memegang di tangan saya impian jutaan warga Meksiko, impian mereka yang tidak bisa pergi ke stadion tetapi mengalaminya melalui televisi, memeluk keluarga mereka, impian mereka yang kehilangan suara saat menyanyikan 'Cielito Lindo,' dan impian mereka yang berdoa dalam hati sebelum tendangan penalti,” katanya lagi dalam video yang penuh emosi tersebut.

"Cielito Lindo" adalah lagu rakyat klasik Meksiko yang diciptakan pada tahun 1882 oleh Quirino Mendoza dan Cortes. Judul atau lagu tersebut diterjemahkan sebagai "langit kecil yang indah" atau "si manis yang menawan," yang sering digunakan sebagai ungkapan kasih sayang. Lagu ini sangat populer sebagai simbol budaya dan sering dinyanyikan oleh suporter Meksiko di berbagai acara olahraga internasional

“Waktunya telah tiba untuk melepas sarung tangan ini dan, untuk pertama kalinya, menyerahkannya kepada orang lain. Kepada siapa pun yang datang setelah saya, saya hanya ingin mengatakan satu hal: percayalah,” dia menambahkan.