Menarik untuk menanti siapa di antara (kiri-kanan) Joao Neves, Lamine Yamal, Endrick, atau pemain muda lain yang akan bersinar di Piala Dunia pertamanya di AS, Kanada, dan Meksiko, tahun ini. (TVRI/Grafis/Yusuf). Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Barcelona, Spanyol
Seiring akhir karier Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Neymar, Piala Dunia seharusnya mampu membangkitkan para bintang muda yang kini sudah jadi pusat perhatian di Eropa.
Piala Dunia FIFA 2026 yang akan dimulai pada 11 Juni mendatang seharusnya menandai dimulainya siklus baru di sepak bola dunia.
Turnamen di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, nanti bisa menjadi momen akhir dari era Lionel Messi (Argentina), Cristiano Ronaldo (Portugal), hingga Neymar (Brasil).
Namun pada saat yang sama, sederet pemain muda seperti Lamine Yamal, Endrick, Rayan, dan Joao Neves datang ke Piala Dunia 2026 sebagai wajah-wajah utama dari generasi baru yang akan debut di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.
Yamal sudah menjadi protagonis di Tim Nasional Spanyol bahkan saat belum dewasa. Ia membantu La Roja memenangi Kejuaraan Eropa (Euro) pada 2024 sebelum berusia 18 tahun.
Media di Eropa menyebut penyerang sayap FC Barcelona itu sebagai pemain muda paling berbakat di Benua Biru dalam beberapa tahun terakhir.
Profil dan pamor Yamal melesat seiring dengan musim yang luar biasa klub asal Catalan dengan menguasai La Liga musim 2025-2026 ini. Di Piala Dunia nanti, Yamal diyakini akan menjadi memegang peran teknis utama dan menjadi bagian sentral dari Timnas Spanyol.
Di Timnas Brasil, Endrick akan tiba di Piala Dunia pertamanya setelah karier yang penuh tekanan sejak masa mudanya di Palmeiras.
Setelah kehilangan tempat di Real Madrid, striker berusia 19 tahun itu kembali menemukan performa terbaiknya saat dipinjamkan ke Olympique Lyon, sebuah skenario yang membantu mengukuhkan posisinya di skuad Brasil untuk Piala Dunia.
Selain Endrick, Timnas Brasil masih memiliki pemain belia lainnya di Piala Dunia 2026, Rayan. Pemain bernama lengkap Rayan Vitor Simplicio Rocha itu termasuk di antara nama-nama yang dipertimbangkan sebagai bagian dari masa depan Timnas Brasil.
Ditemukan oleh Vasco da Gama dan saat ini bermain untuk AFC Bournemouth di Liga Primer Inggris, penyerang berusia 19 tahun ini adalah salah satu pemain termuda yang dipanggil oleh Carlo Ancelotti dan akan bermain di Piala Dunia pertamanya lebih dari dua tahun kemudian setelah menjadi pemain profesional.
Kembali ke Eropa, rasanya kurang lengkap jika bicara pemain muda berpotensi besar bila tidak menyebut Portugal. Seperti sudah menjadi tradisi, Portugal sangat piawai mencetak gelandang kelas dunia.
Dari generasi Luis Figo, Rui Costa, Sergio Conceicao, dan Joao Pinto di era pertengahan 1990-an hingga awal 2000-an, Portugal tidak pernah kehabisan stok gelandang hebat hingga kini muncul satu nama hebat, Joao Neves.
Piala Dunia 2026 menjadi debut pemain berusia 21 tahun tersebut di turnamen empat tahunan milik FIFA ini. Sang gelandang tengah dengan cepat meraih popularitas di sepak bola Eropa karena intensitas tanpa bolanya yang tinggi, kualitas dalam distribusi bola, dan kesadaran taktisnya.
Berposisi utama sebagai gelandang tengah, andalan Paris Saint-Germain (PSG) itu juga mampu bermain sebagai gelandang bertahan dan beberapa kali menjadi bek kanan. Keserbagunaan yang diperlukan setiap tim dari pemain di era sepak modern saat ini.
Neves sudah membantu PSG merebut gelar Liga Champions untuk pertama kalinya pada tahun lalu. Akhir bulan Mei nanti, ia akan kembali diandalkan pelatih Luis Enrique untuk mempertahankan gelar melawan Arsenal FC di laga final.
Bersama sejumlah pemain muda seperti Vitinha (24), Francisco Conceicao (22), hingga Goncalo Ramos (23), Neves menjadi bagian dari pembaruan Timnas Portugal setelah era Cristiano Ronaldo.
Nama Pemain Muda Potensial Lainnya
Nama-nama lain juga hadir di turnamen ini sebagai perwakilan sejumlah negara dari siklus baru sepak bola dunia.
Florian Wirtz meraih popularitas internasional setelah Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga musim 2023-2024 tanpa terkalahkan.
Gelandang serang yang kini memela Liverpool itu diharapkan memimpin rekonstruksi Jerman bersama Jamal Musiala yang, meskipun telah bermain di Piala Dunia turnamen pada tahun 2022, hadir di edisi ini dengan lebih solid dan matang.
Desire Doue yang baru berusia 20 tahun juga muncul di antara permata utama generasi baru Prancis. Terkenal karena kecepatan, kelincahan, dan operan akuratnya, rekan seklub Neves (PSG) itu diyakini menjadi salah satu pemain muda terbaik di dunia saat ini.
Selain Yamal, pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente diperkirakan juga akan membawa pemain muda lain jebolan Akademi Barcelona, ke Piala Dunia 2026. Pau Cubarsi diyakini akan dibawa ke AS untuk Piala Dunia pertamanya setelah dengan cepat memantapkan dirinya sebagai starter di lini pertahanan Barca.
Kendati baru 19 tahun, bek ini telah menarik perhatian karena kualitasnya dalam distribusi bola dan tingkat soliditas pertahanan yang tinggi yang telah ia tunjukkan di sepak bola Eropa.