TVRINews - London, Inggris

Thomas Tuchel memiliki alasan kuat mengapa memilih Ezri Konsa ketimbang Harry Maguire untuk jantung pertahanan Inggris.

Keputusan Thomas Tuchel yang tidak memasukkan Phil Foden dan Cole Palmer dalam 26 pemain skuad Inggris menjadi kejutan terbesar dalam fase pemanggilan pemain untuk Piala Dunia 2026. Bahkan, ada yang menilai keputusan tersebut salah satu yang sangat mengejutkan dalam sejarah pemanggilan pemain untuk turnamen internasional.

Selain dua pemain muda tersebut, Thomas Tuchel juga menutup pintu bagi bek berpengalaman Manchester United, Harry Maguire. Pelatih asal Jerman ini memilih bek tengah yang lebih muda, seperti Ezri Konsa atau Jarell Quansah. Begitu juga dengan bek kanan Trent Alexander-Arnold yang tampil menurun sejak meninggalkan Liverpool dan bergabung ke Real Madrid, tidak masuk skuad.

Namun, Thomas Tuchel juga membuat kejutan dengan menempatkan Ivan Toney untuk lini depan, penyerang 30 tahun yang bermain di Liga Arab Saudi bersama Al Ahli. Kehadiran Ivan Toney sekaligus jawaban untuk pelapis mesin gol utama The Three Lions, Harry Kane.

Memanggil Ivan Toney terlihat sebagai keputusan yang tepat meski sang pemain bermain bukan di kompetisi liga negara Eropa. Ivan Toney dapat dilihat dari statistik produktivitas gol sang pemain. Ivan Toney telah mencetak 32 gol di Liga Arab Saudi pada 2025-2026 ini.

Jumlah tersebut menempatkannya di posisi kedua di bawah top scorer Julian Quinones (Al Qadsiah) dengan 33 gol, tapi tepat di atas Cristiano Ronaldo (Al Nassr) yang mengoleksi 28 gol. Dengan produktivitasnya pula, membantu Al Ahli meraih tiket kualifikasi Liga Champions Asia dengan mengakhiri Liga Arab Saudi musim ini di posisi ketiga di bawah Al Nassr dan Al Hilal.

Ivan Toney sendiri terakhir kali bermain untuk Timnas Inggris terjadi pada 10 Juni 2025 lalu, hanya tampil dua menit dalam laga yang berakhir dengan kekalahan Inggris, 2-3 dari Senegal.

Thomas Tuchel memilih Ivan Toney karena dia adalah pemain terbaik di posisinya (sebagai penyerang tengah) yang bisa menggantikan Harry Kane. Dia penyerang berkarakter 9 berkualitas dan sangat produktif yang dimiliki Inggris saat ini.

Dari tujuh pemain depan skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026, Ivan Toney satu-satunya penyerang dengan karakteristik yang memiliki kesamaan dengan Harry Kane sebagai penyerang tengah. Sementara Ollie Watkins, Marcus Rashford, Anthony Gordon, dan Noni Madueke deretan pemain yang bisa beroperasi di sekitar lini depan sebagai penyerang sayap.

Marcus Rashford contohnya. Bintang Manchester United yang bergabung ke Barcelona dengan status pinjaman ini telah mengoleksi 14 gol dan memberikan 14 asis di semua ajang. Dari 48 laga bersama Blaugrana, 36 laga di antaranya sebagai sayap kiri atau penyerang sayap kiri.

Bandingkan dengan Phil Foden, pemain yang serbabisa dan memiliki talenta. Bintang 25 tahun ini bermain dalam 49 laga di semua ajang musim ini dengan hanya memberikan 10 gol dan 7 asis. Untuk posisi sayap kiri, dari aspek statistik Marcus Rashford memenangkan persaingan tersebut.

Bagi Thomas Tuchel, dengan statistik itu, sulit untuk tidak memasukkan Marcus Rashford dalam skuad. Beralih ke sayap kanan, di sana ada Bukayo Saka. Asis yang diberikannya di laga pekan ke-37 Liga Inggris membuat Arsenal menang 1-0 atas Burnley, yang memastikan The Gunners juara Liga Inggris 2025-2026.

Itu menunjukkan bahwa ketika timnya sangat membutuhkannya, Bukayo Saka mampu memberikannya. Musim ini, Bukayo Saka memberikan 11 gol dan 9 asis untuk Arsenal, 7 gol dan 7 asis di antaranya di Liga Inggris.

Faktor lainnya, Marcus Rashford, Harry Kane, dan Bukayo Saka, merupakan trio yang memiliki koneksi yang meyakinkan. Marcus Rashford contohnya, 48 kali bermain dengan Harry Kane di Timnas Inggris dan dari kerja sama keduanya tercipta 7 gol (5 gol Harry Kane asis dari Marcus Rashford dan 2 gol Marcus Rashford asis Harry Kane).

Begitupun dengan Bukayo Saka. Main dalam 42 laga bersama Harry Kane, dia berperan dalam terciptanya 5 gol untuk The Three Lions (4 gol Harry Kane dari asis Bukayo Saka dan 1 gol Bukayo Saka asis Harry Kane).

Yang menarik, Marcus Rashford dan Bukayo Saka merupakan pemain dengan kontribusi terbanyak dalam gol-gol Harry Kane di Timnas Inggris setelah Raheem Sterling yang telah pensiun. Raheem Sterling memiliki keterlibatan 15 gol untuk Harry Kane, Marcus Rashford 7, Bukayo Saka 5, lalu Jude Bellingham 4.

Jadi, jika di Piala Dunia 2026 nanti Thomas Tuchel menurunkan trio Harry Kane, Marcus Rashford, dan Bukayo Saka dalam pola 4-3-3, itu pilihan yang memiliki alasan yang kuat.

Selain karena rapor dua pemain sayap tersebut di klub masing-masing, baik Marcus Rashford dan Bukayo Saka telah membuktikan selama ini menjadi pemain yang mampu bekerja sama dengan Harry Kane di lini depan. Thomas Tuchel bahkan pernah menurunkan formasi ini dalam kemenangan atas Serbia di laga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Melihat dari daftar 26 pemain, kemungkinan skema dasar Inggris adalah Jordan Pickford di bawah mistar, empat beknya Reece James, Ezri Konsa, John Stones, dan Nico O'Reilly. Lalu tiga gelandangnya adalah Elliot Anderson, Morgan Rogers, dan Declan Rice.

Tiga gelandang ini dapat beradaptasi menjadi dua pivot dengan Elliot Anderson dan Declan Rice di depan pertahanan, dari pola 4-3-3 menjadi 4-2-3-1 dengan Morgan Rogers maju sebagai pemain kreatif bersama Marcus Rashford dan Bukayo Saka di belakang Harry Kane.


Kemungkinan starting line-up Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.

Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi



Dari 26 pemain dalam skuad Inggris, dapat diperkirakan starting XI The Three Lions di Piala Dunia 2026. Untuk kiper, tidak terbantahkan adalah Jordan Pickford dengan empat beknya adalah Reece James, Ezri Konsa, John Stones, dan Nico O'Reilly. Di lini tengah Elliot Anderson, Morgan Rogers, Declan Rice, dengan trio lini depan Bukayo Saka, Harry Kane, dan Marcus Rashford.

Sedangkan starting XI yang tidak dipanggil pun memiliki kualitas yang bagus. Mereka yang tidak beruntung, di bawah mistar Nick Pope. Lalu ada nama berkelas seperti Trent Alexander-Arnold, Harry Maguire, Fikayo Tomori, Luke Shaw di pertahanan. Dua pemain tengahnya adalah Adam Wharton dan Morgan Gibbs-White sementara Jarrod Bowen, Cole Palmer, dan Phil Foden bermain di belakang Dominic Calvert-Lewin.



Barisan pemain bintang yang tidak masuk skuad Inggris dalam starting line-up.

Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi


Morgan Rogers vs Cole Palmer, Reece James vs Alexander-Arnold

Morgan Rogers memenangkan persaingan sebagai pemain nomor 10 di Timnas Inggris, meski peran ini juga nanti dapat dimainkan Jude Bellingham. Namun, dengan 14 gol dan 12 asis sepanjang musim ini di Aston Villa, itu adalah statistik yang luar biasa dari Morgan Rogers. Inggris akan menatap Piala Dunia dengan gelandang produktif dan kreatif dalam diri pemain yang telah juara Liga Europa 2025-2026 ini.

Sepanjang musim ini, perdebatan tentang siapa yang memiliki peluang bermain sebagai pemain nomor 10 di Timnas Inggris memang kerap muncul ke permukaan. Namun, dengan angka-angka tersebut, Morgan Rogers telah menjawab bahwa dia yang saat ini lebih baik, termasuk unggul dibandingkan dengan Cole Palmer.

Dengan demikian, Thomas Tuchel tidak membutuhkan Cole Palmer untuk posisi tersebut. Mencoret Cole Palmer dari skuad berarti memberikan peluang bagi pemain lain atau pemain di posisi lain yang akan dibutuhkan dalam Piala Dunia 2026 nanti.

Musim ini, Cole Palmer total hanya memberikan 3 asis untuk Chelsea di semua ajang bandingkan dengan Morgan Rogers yang memberikan 12 asis. Perbandingan ini sudah cukup menjadi alasan mengapa Morgan Rogers adalah prioritas. Bahkan, statistik Cole Palmer pun tidak mendekati apa yang diciptakan Morgan Rogers.

Cole Palmer adalah pemain yang bertalenta yang telah diperlihatkannya pada musim-musim sebelumnya. Namun yang dibutuhkan Thomas Tuchel bukan tentang talenta pemain melainkan pemain yang memiliki performa terbaik di musim ini.



Gelandang muda Inggris: Jude Bellingham (kiri), Cole Palmer (tengah), dan Morgan Rogers.

Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi



Ini juga berlaku untuk posisi bek kanan. Selama ini, perdebatan tentang Trent Alexander-Arnold menjadi perhatian. Keputusannya meninggalkan Liverpool untuk bergabung ke Real Madrid justru membuatnya kehilangan kesempatan menit bermain. Ini salah satu yang menjadi pertimbangan Thomas Tuchel yang lebih memilih Reece James sebagai bek kanan The Three Lions di Piala Dunia 2026 nanti.

Musim ini, Reece James memberikan 7 asis dengan mencetak 2 gol. Alexander Arnold hanya memberikan 5 asis tanpa gol. Jumlah laga keduanya pun berbeda. Alexander Arnold 30 laga dengan 22 di antaranya sebagai starter, Reece James 38 laga dengan 29 di antaranya sebagai starter.

Ezri Konsa ketimbang Harry Maguire

Dalam menentukan pilihan pemain, Thomas Tuchel juga mempertimbangkan aspek fase di mana dia membangun tim sejak kali pertama dia melatih The Three Lions. Ezri Konsa telah bermain dalam 9 pertandingan di era Thomas Tuchel.

7 di kualifikasi di mana Inggris selalu menang dan clean sheet, dan 2 dalam laga uji coba dengan 1 kemenangan serta clean sheet dan satu kalah. Dari semua laga tersebut, Ezri Konsa selalu tampil sebagai bek tengah.

Bandingkan dengan Harry Maguire yang baru-baru ini saja dipanggil masuk skuad di era Thomas Tuchel. Tepatnya di dua laga uji coba akhir Maret lalu saat lawan Uruguai dan Jepang. Bahkan, di dua laga itu, hanya lawan Uruguai dia tampil dalam 90 menit, lawan Jepang hanya 7 menit.

Lagi pula, ini bukan semata tentang jumlah laga-laga itu melainkan apa yang telah dimulai oleh Thomas Tuchel. Dalam hal ini, Ezri Konsa adalah pemain yang kerap dimainkan di mana ketika Thomas Tuchel membangun pertahanan Inggris di awal-awal kariernya.

Mempertahankan apa yang telah dibangun, jauh lebih penting bagi seorang pelatih. Apalagi, jika berbicara tentang zona pertahanan yang membutuhkan banyak hal seperti kekompakan, kerja sama, keterbiasaan. Faktor itulah yang menjadi pertimbangan utama Thomas Tuchel mencoret Harry Maguire. Jadi, pilihannya terhadap Ezri Konsa masuk akal terlepas dari keberhasilan Harry Maguire bangkit di Manchester United.

Boleh jadi, banyak yang menyayangkan dengan tidak terpilihnya Harry Maguire. Namun, Thomas Tuchel memiliki alasan yang sulit untuk dibantah. Jika dia membutuhkan pemain berpengalaman, dia telah memanggil John Stones untuk posisi bek tengah.

Dengan demikian, melihat kemungkinan starting line-up Inggris di Piala Dunia 2026, The Three Lions memiliki kombinasi yang kuat. Meski memang tetap aneh melihat Inggris tanpa Cole Palmer dan Phil Foden misalnya. Keduanya adalah simbol dari Liga Inggris (Premier League).

Akhirnya, jika nanti Inggris gagal, keputusan tidak membawa Cole Palmer dan Phil Foden memang akan menjadi faktor untuk mengkritik pelatih asal Jerman ini. Menarik untuk menantikan apakah dengan pilihan pemain ini Thomas Tuchel bisa mengakhiri penantian Inggris selama 60 tahun sejak kali terakhir juara pada Piala Dunia 1966 silam?