TVRINews - Ankara, Turki

Iran menghadapi kemungkinan tanpa Mehdi Taremi dan Ehsan Hajsafi di Piala Dunia 2026 nanti.

Timnas Iran masih berjuang untuk tampil di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Amir Ghalenoei memang telah mendapatkan dukungan dari FIFA. Presiden FIFA Gianni Infantino dan Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom, telah bertemu dengan petinggi sepak bola Iran, dalam hal ini Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj.

Pertemuan tersebut menghasilkan arah yang positif, bahwa Iran tetap akan bermain di Piala Dunia 2026. Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Setidaknya, ada yang masih harus dilalui Iran untuk tiba di Amerika Serikat dan Kanada yaitu terkait masalah visa.

Untuk bagian ini, Timnas Iran bahkan terancam harus tampil di Piala Dunia 2026 tanpa dua bintang mereka yaitu penyerang Mehdi Taremi dan bek Ehsan Hajsafi. Kedua pemain ini memiliki latar belakang pernah menjadi bagian atau mengikuti kegiatan dari IRGC (pasukan Garda Revolusi Iran), organisasi yang masuk dalam kelompok teroris bagi Amerika Serikat dan Kanada.

Bahkan, latar belakang tersebut juga berlaku bagi Mehdi Taj, sang pemimpin Federasi Sepak Bola Iran. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan Mehdi Taj, Mehdi Taremi, dan Ehsan Hajsafi tidak bisa masuk baik ke Amerika Serikat maupun Kanada.

Hingga saat ini, jelang Piala Dunia 2026 akan bergulir, tim berjulukan Team Melli ini memang belum mendapatkan kepastian terkait visa untuk semua skuad mereka. Para pemain Iran sudah datang ke kedutaan Kanada di Ankara, Turki untuk mengurus visa ke negara tersebut pada Kamis lalu.

Mereka mengurus visa Kanada sebagai persiapan jika mereka bisa lolos ke 32 besar atau ke fase knockout. Iran yang tergabung dalam Grup G di Piala Dunia 2026 bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, memang akan tampil di tiga laga penyisihan grup yang semuanya di Amerika Serikat dalam hal ini di Inglewood dan Seattle.

Namun demikian, jika mereka berhasil lolos ke fase knockout, mereka juga akan bermain di Kanada. Dengan demikian, para pemain termasuk pelatih dan staf membutuhkan visa Kanada. Upaya mereka dalam mengajukan visa Kanada ini di tengah penantian ketika mereka juga masih menunggu visa Amerika Serikat.

Sejumlah pers seperti Reuters, melaporkan bahwa tim Iran telah menghadiri janji temu untuk pengurusan visa di Ankara (Turki). "Seluruh skuad mengajukan visa Kanada dan beberapa pemain juga masih mengajukan permohonan untuk masuk ke Amerika Serikat."

Dengan situasi tersebut, skuad Iran untuk sementara ini dalam situasi menunggu. Ini menjadi saat-saat yang menentukan bagi Team Melli. Sebelumnya, Mehdi Taj telah menyampaikan "sejumlah syarat" di antaranya adalah pemberian visa tanpa terkecuali kepada para pemain dan pelatih, termasuk mereka yang berstatus veteran Garda Revolusi Iran.

Namun, hingga kini, mereka berisiko tidak dapat memasuki negara tempat mereka akan bertanding. Ini menjadi situasi yang pelik, khususnya jika Mehdi Taj, Mehdi Taremi, dan Ehsan Hajsafi tidak mendapatkan visa di dua negara tuan rumah Piala Dunia 2026 nanti.

Mehdi Taj adalah mantan anggota Garda Revolusi Iran. Pada April lalu, Mehdi Taj dan serta delegasi Iran tidak bisa mengikuti kongres FIFA di di Vancouver (Kanada) karena riwayatnya yang terdokumentasi dengan IRGC. Sebelumnya, Mehdi Taj juga mengalami penolakan saat mengajukan visa Amerika Serikat.

Sementara itu, Mehdi Taremi dan Ehsan Hajsafi, kedua pemain tim nasional ini pernah menyelesaikan wajib militer di IRGC. Baik Amerika Serikat dan Kanada memang melarang masuknya individu yang berafiliasi dengan IRGC. Dengan situasi itulah, kedua pemain ini terancam tidak dapat tampil di Piala Dunia jika tidak mendapatkan visa.

Mehdi Taj sudah menyampaikan kemungkinan ini yang menjadi penekanan dalam pernyataannya melalui website FFIRI. Mehdi Taj mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa memiliki 10 syarat untuk menghadiri turnamen tersebut.

"Semua pemain dan staf teknis, terutama mereka yang telah menjalani wajib militer di Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, seperti Mehdi Taremi dan Ehsan Hajsafi, harus diberikan visa tanpa masalah," kata Mehdi Taj, saat itu.

Mehdi Taremi adalah kapten Iran yang merupakan andalan di lini depan. Penyerang 33 tahun ini telah tampil dalam 103 laga untuk Team Melli dan mencetak 59 gol. Mehdi Taremi merupakan kapten Timnas Iran dan kini bermain di Olympiakos setelah sebelumnya dikenal sebagai salah satu bintang Inter Milan. Sementara itu, Ehsan Hajsafi juga bek senior, berusia 36 tahun yang telah bermain dalam 144 laga dan kini bermain di klub Sepahan, Iran.

Jika memang dua pemain tersebut tidak dapat tampil karena masalah visa, Iran harus mengambil pilihan. Pilihan pertama, mereka akan tetap main tanpa kapten Mehdi Taremi dan Ehsan Hajsafi. Pilihan kedua yang terburuk adalah mereka membatalkan keikutsertaan tampil di Piala Dunia.