TVRINews - London, Inggris

Turnamen akbar ini menjadi ujian pembuktian bagi Tuchel demi menyudahi puasa gelar panjang Inggris.

Kyle Walker mengaku sangat terkejut dengan keputusan berani Thomas Tuchel yang mencoret Phil Foden dari daftar skuad tim nasional Inggris untuk Piala Dunia 2026. Bek veteran tersebut secara terbuka mempertanyakan bagaimana bisa salah satu pemain paling berbakat yang dimiliki negaranya justru tidak dipanggil.

Tuchel mengumumkan komposisi 26 pemain pilihannya pada Jumat (22/5/2026). Tidak butuh waktu lama, keputusan mendepak beberapa nama besar langsung mendominasi tajuk utama media massa, selain Foden, figur penting seperti Harry Maguire, Cole Palmer, hingga Trent Alexander-Arnold juga turut ditinggalkan.

Absennya Foden dari skuad Inggris disinyalir menjadi keputusan yang paling menyita perhatian publik sepak bola dunia mengingat reputasi internasionalnya serta peran vitalnya bagi Manchester City dalam beberapa tahun terakhir. Pemain berusia 25 tahun itu tercatat sudah tampil di tiga turnamen besar bersama Inggris serta tetap diakui sebagai salah satu penyerang dengan kemampuan teknik terbaik di Liga Primer saat ini.

Situasi yang terjadi tersebut membuat Walker tidak bisa menyembunyikan rasa heran atas keputusan Tuchel yang mengabaikan mantan rekan setimnya di Manchester City itu. Meskipun demikian, ia tidak menampik fakta bahwa performa Foden sepanjang musim ini memang terbilang kurang konsisten jika dibandingkan dengan standar tinggi yang biasa ditunjukkannya.

"Ini merupakan kejutan besar bagi saya karena saya tahu apa yang bisa dilakukan Phil dalam keseharian di latihan. Saya tahu apa yang bisa Phil lakukan di atas lapangan pada saat-saat tertentu," kata Walker dikutip dari talkSPORT.

Walker mengindikasikan ketidakpastian mengenai posisi bermain terbaik Foden kemungkinan menjadi salah satu faktor kuat di balik keputusan mengejutkan dari Tuchel. Baru-baru ini pria asal Jerman tersebut sempat melontarkan pertanyaan ke media mengenai posisi alami sang pengatur serangan, apakah lebih efektif berperan sebagai pemain nomor 10, false nine, atau gelandang kreatif yang menjemput bola dari lini belakang.

Di sisi lain, Walker menegaskan keyakinannya posisi terkuat Foden adalah bermain di area sentral untuk beroperasi di antara lini tengah dan belakang lawan demi mengendalikan permainan. Ia juga mengisyaratkan mantan rekan setimnya itu sering kali harus mengorbankan peran idealnya di level klub demi mengakomodasi keberadaan maestro lapangan tengah seperti David Silva dan Kevin De Bruyne selama bertahun-tahun.

Meskipun sukses mengemas catatan 10 gol dan tujuh asis di semua kompetisi musim ini, Foden harus melewati kampanye yang dinilai kurang stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Walker mengakui hanya Foden dan pelatih Pep Guardiola yang benar-benar mengetahui penyebab utamanya.

“Phil mungkin akan mengatakan bahwa dia belum menghasilkan kemampuan terbaiknya secara maksimal di lapangan untuk Manchester City atau belum diberikan kesempatan untuk itu. Sekarang, hanya Phil dan Pep yang mengetahui jawaban-jawaban tersebut. Hal itu mungkin memberikan efek domino terhadap keputusan yang telah diambil oleh Thomas,” ucapnya.

Selain membela Foden, Walker juga memberikan pembelaan terbuka bagi Harry Maguire setelah bek andalan Manchester United tersebut ikut dicoret meskipun tampil sangat mengesankan di Old Trafford sepanjang musim. Maguire dinilai berhasil membangun kembali reputasi besarnya dalam dua tahun terakhir hingga sukses membawa Setan Merah kembali mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

“Saya pikir dengan apa yang telah dia lakukan musim ini, dan terutama di mana posisi Manchester United berada musim ini, Anda awalnya akan berpikir bahwa dia memiliki peluang yang sangat bagus untuk masuk ke dalam skuad tersebut,” tuturnya.

Mantan wakil kapten tim nasional Inggris tersebut menggarisbawahi pentingnya pengalaman matang Maguire di berbagai turnamen besar sekaligus memuji kekuatan mentalitas yang dimiliki. Karakter tersebut terlihat jelas dari keberanian Maguire untuk mengambil tanggung jawab besar dalam momen-momen penuh tekanan, termasuk saat menjadi eksekutor dalam babak adu penalti.

Keputusan meninggalkan Trent Alexander-Arnold menjadi hal lain yang dirasa sangat sulit untuk dicerna oleh logika berpikir seorang Walker. Bek sayap Real Madrid tersebut memang baru saja melewati musim pertama yang cukup berat di Spanyol akibat serangkaian cedera yang mengganggu performanya, namun fakta bahwa pemain yang memperkuat klub sebesar Los Blancos gagal menembus tim nasional dinilai sebagai sesuatu yang tidak pernah terdengar sebelumnya.

Walker kemudian menunjuk kelebihan utama Alexander-Arnold, seperti akurasi jangkauan umpan, kualitas umpan silang, serta pengalaman bertanding di laga final Liga Champions, sebagai atribut langka yang bisa menjadi pembeda dalam pertandingan fase gugur yang krusial.

Meskipun melayangkan berbagai kritik tajam terhadap daftar pemain pilihan Tuchel, penggawa Burnley tersebut tetap mengimbau kepada seluruh pendukung untuk memberikan dukungan penuh kepada skuad yang ada demi kepentingan negara.