Ilustrasi pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - London, Inggris
Kombinasi taktis kedua penyerang ini diharapkan mampu memecah konsentrasi bek musuh saat Inggris berada dalam situasi tertinggal.
Thomas Tuchel harus mengambil serangkaian keputusan yang sangat sulit ketika memangkas daftar awal 55 pemain tim nasional Inggris menjadi hanya 26 nama untuk Piala Dunia 2026. Tidak semua pihak sepakat dengan pilihan akhir yang diambil sang juru taktik karena berbagai pertimbangan.
Nama-nama seperti Cole Palmer, Harry Maguire, Phil Foden, hingga Trent Alexander-Arnold secara mengejutkan dicoret dari skuad dan memicu perdebatan masif di kalangan pendukung di jagat maya. Kendati demikian, pencoretan deretan bintang tersebut bukan satu-satunya keputusan kontroversial yang diambil oleh Tuchel.
Beberapa pasang mata juga terbelalak ketika melihat daftar nama pemain yang justru mendapatkan panggilan untuk memperkuat Inggris. Pemanggilan Jordan Henderson, Dan Burn, hingga Ivan Toney menjadi beberapa keputusan yang memicu kegaduhan serta tanda tanya besar di ruang publik.
Pemilihan Toney terjadi dengan mengorbankan Danny Welbeck dan Dominic Calvert-Lewin yang sebenarnya tampil sangat mengesankan sepanjang Liga Primer Inggris musim ini. Masuknya penyerang Al-Ahli tersebut mengejutkan banyak orang, bahkan sempat membuat Tuchel sendiri merasa ragu dengan keputusannya.
Toney tercatat baru bermain selama dua menit di bawah arahan Tuchel sejauh ini, yakni saat masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-88 dalam laga persahabatan yang berakhir dengan kekalahan 1-3 dari Senegal. Tuchel mengungkapkan sempat dibuat geram oleh mantan penggawa Brentford tersebut karena tingkat komitmennya selama pemusatan latihan pada Juni 2025 lalu.
"Saya tidak senang dengan pemusatan latihan bulan Juni. Dia tahu itu. Ini bukan masalah karakternya. Tingkat latihan dan tingkat komitmennya tidak berada di tingkat yang kami inginkan," kataTuchel dikutip dari The Sun.
Tuchel yang telanjur kecewa bahkan sempat sama sekali tidak mempertimbangkan untuk memanggil Toney kembali sebelum keduanya melakukan pembicaraan empat mata untuk menyelesaikan masalah. "Dan kami harus menjernihkan suasana setelah itu. Itu adalah langkah pertama bahkan untuk mulai berpikir memanggilnya lagi, karena saya tidak senang."
Berbicara lebih mendalam mengenai alasan mengapa akhirnya memutuskan untuk membawa kembali penyerang pemilik tujuh penampilan internasional tersebut ke dalam tim, Tuchel membeberkan peran penting sang kapten, Harry Kane. Penyerang Bayern Munchen tersebut yang meminta Toney dikasih kesempatan lagi.
"Saya dan tim pelatih mulai berbicara lebih mendalam tentang tim dan mulai berbicara tentang skenario yang berbeda dan apa yang akan menjadi susunan pemain paling ofensif jika kami tertinggal 1-0 dengan 15 menit tersisa dan kami membutuhkan gol," ucapnya.
"Kemudian namanya muncul terus-menerus. Karena dia memiliki aura kehadiran di lapangan. Harry sangat suka bermain dengannya, karena dia berpikir bahwa dia mengalihkan perhatian lawan darinya," ia melanjutkan.
Kane, memang kerap kali menjadi sasaran utama kawalan bek lawan karena statusnya sebagai pemain paling berbahaya di kubu Inggris. Namun, jika Toney dipasang untuk bermain mendampinginya di lini depan, situasi tersebut akan membuat barisan pertahanan musuh kelimpungan menghadapi kombinasi keduanya.
"Dia bahkan lebih menyerupai pemain nomor 9 bergaya klasik (old-school) dibandingkan Harry sendiri. Jadi, apakah dia tipe pemain yang Anda harapkan mendapatkan bola liar jika terjadi kemelut di dalam kotak penalti? Ya. Tentu saja," ujarnya.