Hong Myung-bo, pelatih Tim Nasional Korea Selatan. (TVRI/Grafis/Jovi Arnanda) Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Seoul, Korea Selatan
Hong Myung-bo siap membawa Tim Nasional Korea Selatan melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Hong Myung-bo kembali menangani Tim Nasional Korea Selatan (Korsel) pada 8 Juli 2024, menggantikan Jurgen Klinsmann sekaligus menandai kembalinya sebagai pelatih kepala Taeguk Warriors setelah sepuluh tahun.
Sebagai pelatih, Hong membawa skuad muda Korsel ke perempat final Piala Dunia U-20 FIFA pada tahun 2009, meraih medali perunggu bersejarah di Olimpiade London 2012, dan kemudian ke Piala Dunia 2014 di Brasil, meskipun mereka tersingkir di babak grup.
Kegagalan melaju ke babak gugur di Piala Dunia 2014 berbuntut pada pengunduran diri Hong sebagai pelatih Timnas Korsel. Ia mengakui bahwa performa mengecewakan buah kesalahannya sebagai alasan dirinya mundur.
Setelah itu, Hong melatih Hangzhou Greentown di Tiongkok, menjabat sebagai Direktur Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Korea, dan kemudian mengambil alih Ulsan HD.
Di Ulsan HD, Hong mengakhiri paceklik gelar klub tersebut selama 16 tahun, memenangi kejuaraan K-League 1 berturut-turut pada 2022 dan 2023. Meskipun gagal meraih gelar Liga Champions AFC, hasil konsistennya membantu Ulsan mengamankan kualifikasi untuk Piala Dunia Klub FIFA 2025.
Karier Bermain yang Melegenda
Saat masih aktif bermain, Hong Myung-bo bermain di posisi pertahanan baik sebagai bek maupun sweeper dan dianggap sebagai salah satu pemain terbaik Asia sepanjang masa.
Ia juga dikenal sebagai ikon Piala Dunia karena menjadi pemain Asia pertama yang mampu turun di empat Piala Dunia secara beruntun (1990, 1994, 1998, 2002).
Hong adalah kapten saat Timnas Korsel mencetak sejarah dengan finis di peringkat keempat pada Piala Dunia 2022, dan memenangi Bola Perunggu untuk pemain terbaik ketiga turnamen.
Hong juga berbagi rekor dengan Cha Bum-kun sebagai pemain yang paling banyak bermain untuk Timnas Korsel, 136.
Di level klub, Hong dikenal sebagai pemain bertahan/sweeper serbaguna. Ia bermain untuk Pohang Steelers, di J. League bersama Bellmare Hiratsuka dan Kashiwa Reysol, dan mengakhiri kariernya di LA Galaxy.
Bersama Steelers, Hong merebut gelar Kejuaraan Klub Asia 1997, juara Liga Korea (K League 1) 1992, Piala FA Korea 1996, dan Piala Liga Korea 1993. Sedangkan saat memperkuat Reysol, Hong ikut merebut J League Cup 1999.
Gaya Melatih dan Skema Favorit
Hong Myung-bo menerapkan gaya manajerial yang terstruktur dan pragmatis, berfokus pada stabilitas pertahanan, menggunakan formasi 4-2-3-1.
Hong memadukan ini dengan sistem pelatihan ala Eropa melalui asistennya yang berasal dari Portugal, Joao Aroso. Tujuannya untuk memodernisasi taktik bagi pemain kunci seperti Son Heung-min dan Lee Kang-in.
Berkaca dari kekalahan 0-4 dari Pantai Gading di pertandingan persahabatan, Hong menekankan bahwa kebobolan gol pertama harus dihindari dengan segala cara, memprioritaskan struktur pertahanan blok rendah yang solid, seringkali menggunakan lima pemain belakang.
Lewat bantuan Aroso, Hong memodernisasi pelatihan, dengan fokus pada persiapan pertandingan yang detail dan menciptakan sistem pelatihan ala Eropa yang solid dan terorganisasi. Di tim kepelatihan Korea Selatan, Aroso bertugas menangani taktik sedangkan Hong Myung-bo berfokus pada “wajah” tim, kepemimpinan, dan komunikasi.
Hong Myung-bo sempat dikritik karena terlalu mengandalkan pemain bintang seperti Son Heung-min (penyerang) dan Lee Kang-in (bek) sehingga memunculkan asumsi terlalu mengandalkan bakat individu ketimbang kerja sama tim.
Meskipun begitu, Hong juga tidak jarang menerapkan gayanya di Ulsan dengan menggunakan pendekatan langsung untuk menembus pertahanan, lebih memilih umpan cepat ke depan kepada pemain sayap daripada pendekatan lambat dan metodis. Demikian dikutip Total Football Analysis.
Menangani Timnas Korsel, Hong sangat berorientasi pada hasil dengan membangun unit yang kohesif dan siap tempur untuk Piala Dunia.
Terkait formasi 4-2-3-1, Hong terbilang cair soal strategi karena kadang ia memakai lima bek, tergantung strategi dan karakter lawan. Meskipun lebih menyukai susunan pemain inti yang stabil, Hong dikenal suka bereksperimen dengan perubahan posisi (misalnya, menggunakan bek sayap).
Biodata Hong Myung-bo
Nama: Hong Myung-bo
Kelahiran: Gwangjin-gu, Seoul, Korea Selatan, 12 Februari 1969 (57)
Karier Melatih:
- Korea Selatan U-20 (Feb 2009 – Okt 2009)
- Korea Selatan Olimpiade (Des 2009 – Jun 2013)
- Korea Selatan U-23 (Des 2009 – Jun 2013)
- Korea Selatan (Jun 2013 – Jul 2014)
- Hangzhou Greentown (Des 2015 – Mei 2017)
- Ulsan Hyundai (Des 2020 – Jul 2024)
- Korea Selatan (Jul 2024 – sekarang)
Prestasi sebagai Pelatih:
Korea Selatan U-23
- Medali perunggu Olimpiade London 2012
- Medali perunggu Asian Games 2010
Ulsan Hyundai
- Juara K League 1 (Liga Korea Selatan): 2022, 2023
Korea Selatan
- Runner-up Kejuaraan Sepak Bola Asia Timur (EAFF) 2025