TVRINews - Baghdad, Iran

Meskipun liga domestik Iran terhenti akibat perang, skuad tetap mempersiapkan diri melalui pemusatan latihan di Turki.

Pejabat Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) dijadwalkan bertemu  dalam waktu dekat dengan perwakilan FIFA di Zurich guna membahas partisipasi dalam Piala Dunia 2026. Pertemuan ini menjadi krusial mengingat berbagai kendala yang membayangi persiapan tim nasional Iran di tengah ketegangan geopolitik saat ini.

Presiden FFIRI, Mehdi Taj, menyatakan ada banyak isu penting yang perlu didiskusikan sekembalinya dari Kanada. Sebelumnya, ia batal menghadiri Kongres Tahunan FIFA yang diselenggarakan di Vancouver pada Kamis (30/4/2026), karena terkendala masalah imigrasi.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, telah mengundang delegasi Iran untuk hadir di markas besar mereka sebelum tenggat waktu 20 Mei mendatang. Informasi ini disampaikan oleh seorang sumber anonim kepada The Associated Press.

Pertemuan di Zurich tersebut dijadwalkan tiga minggu sebelum skuad Iran direncanakan tiba di markas latihan mereka, Tucson, Arizona. Selama di Amerika Serikat, Team Melli akan melakoni tiga pertandingan Grup G yang berlangsung di Inglewood, California, dan Seattle.

"Posisi kami saat ini adalah kami akan segera mengadakan pertemuan dengan pihak FIFA," kata Taj mempertegas komitmen FFIRI untuk tetap mengupayakan kehadiran tim nasional Iran di Piala Dunia 2026.

Meski dikenal sebagai kekuatan besar sepak bola Asia, kesediaan serta kemampuan Iran untuk berangkat ke Piala Dunia 2026 sempat dipertanyakan banyak pihak. Keraguan ini muncul menyusul serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino tetap menegaskan bahwa Iran akan datang dan bertanding sesuai jadwal di Amerika Serikat dalam pidato pembukaan kongres. Menariknya, Iran menjadi satu-satunya negara yang absen dari total 211 federasi anggota yang seharusnya menghadiri pertemuan besar para pemimpin sepak bola dunia itu.

Dukungan serupa juga datang dari Gedung Putih ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi dukungannya terhadap kehadiran tim nasional Iran. "Jika Gianni [Infantino] yang mengatakannya, maka saya tidak keberatan," ujar Trump yang menunjukkan sinyal positif bagi kelancaran Piala Dunia 2026.

Trump dan Infantino memang dikenal menjalin kerja sama erat dalam mempersiapkan Piala Dunia 2026 yang menghadapi berbagai tantangan besar, termasuk masalah visa masuk bagi suporter. Selain isu Iran, kekhawatiran terkait keamanan dan perizinan bagi penggemar dari beberapa negara Afrika juga menjadi fokus utama penyelenggara.

Taj bersama dua delegasi FFIRI lainnya sempat mengalami kendala serius saat mendarat di Toronto dalam perjalanan menuju lokasi pertemuan tahunan FIFA. Kejadian ini menambah daftar hambatan administratif yang harus dihadapi delegasi Iran dalam upaya koordinasi internasional mereka menjelang turnamen.

Detail permasalahan tersebut dibeberkan Taj, yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). "Di Kanada mereka bertanya apakah kami anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan kami menjawab bahwa 90 juta rakyat Iran adalah IRGC," ungkap Taj.

Setelah sempat ditahan selama dua jam di Bandara Toronto setibanya dari Istanbul, delegasi FFIRI sebenarnya diberikan izin untuk melanjutkan perjalanan mereka. Namun, situasi yang tidak kondusif membuat rombongan tersebut mengambil keputusan untuk membatalkan kehadiran mereka dan memilih kembali ke Turki.

"Sempat ada diskusi dan petugas berkata keputusan ada di tangan kami, lalu kami sepakat untuk kembali ke Istanbul," ucap Taj mengenai insiden tersebut.

Sebenarnya Taj memiliki visa Kanada yang valid setelah permohonan visanya ditolak oleh Amerika Serikat saat acara pengundian grup Piala Dunia 2026 di Washington pada Desember tahun lalu. Pada acara pengundian tersebut, Infantino diketahui memberikan penghargaan FIFA Peace Prize yang pertama kepada Presiden Donald Trump.

Iran dijadwalkan akan menghadapi persaingan sengit melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir dalam pertandingan grup mulai 15 hingga 26 Juni. Dua pertandingan awal akan digelar di stadion milik Los Angeles Rams, sementara laga ketiga berlangsung di markas Seattle Seahawks.

Skenario menarik muncul apabila Iran berhasil melaju ke babak 32 besar sebagai runner-up grup, karena berpotensi bertemu langsung dengan Amerika Serikat. Pertandingan yang diprediksi penuh tensi tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Dallas Cowboys pada 3 Juli mendatang.

Liga sepak bola domestik Iran sendiri saat ini sedang terhenti sejak perang pecah dan diperkirakan tidak bergulir kembali sebelum Piala Dunia 2026 dimulai. Sebagai persiapan, skuad Iran telah melakukan dua laga uji coba di Antalya, Turki, dan direncanakan kembali ke sana bulan ini sebelum pembukaan turnamen pada 11 Juni mendatang.