Bek Timnas Argentina, Nicolas Otamendi. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Zurich, Swis
FIFA mencabut sanksi larangan bermain untuk Nicolas Otamendi dan Moises Caicedo sehingga keduanya dapat tampil pada laga perdana Piala Dunia 2026.
FIFA mencabut sanksi larangan bermain terhadap Nicolas Otamendi dan Moises Caicedo pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Sebelumnya, kedua pemain tidak bisa diturunkan karena menerima kartu merah dalam laga terakhir kualifikasi.
Otamendi dan Caicedo menerima kartu merah saat pertandingan Argentina vs Ekuador dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL pada 9 September 2025. Mengacu pada regulasi FIFA, keduanya seharusnya menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan di putaran final Piala Dunia 2026.
Otamendi diusir keluar lapangan oleh wasit karena melanggar pemain Ekuador yang berpeluang besar mencetak gol. Sementara itu, Caicedo menerima kartu kuning kedua karena melakukan tekel keras terhadap pemain Argentina.
Biro FIFA yang terdiri dari Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan enam presiden konfederasi mengambil keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Jumat (8/5/2026) waktu Swis. Mereka sepakat memberikan amnesti terhadap hampir semua sanksi disipliner dari pertandingan kualifikasi.
"Kartu kuning tunggal dan sanksi larangan bermain satu atau dua pertandingan yang masih tertunda tidak akan dibawa ke putaran final," demikian pernyataan resmi FIFA, dikutip dari ESPN.
Kebijakan ini diambil agar seluruh peserta Piala Dunia 2026 dapat tampil dengan kekuatan terbaiknya. FIFA berharap langkah itu dapat meningkatkan kualitas persaingan di turnamen.
Dengan pembatalan hukuman tersebut, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, bisa sedikit lega. Bek berusia 38 tahun itu sudah dapat dimainkan sejak laga perdana Grup J melawan Aljazair di Arrowhead Stadium, Kansas City.
Ekuador juga mendapat keuntungan serupa. Caicedo, yang dalam beberapa tahun terakhir merupakan andalan di lini tengah, bisa langsung dimainkan pada laga perdana Grup E menghadapi Pantai Gading di Lincoln Financial Field, Philadelphia.
Selain Otamendi dan Caicedo, ada satu pemain lagi yang sebelumnya tidak bisa tampil di laga perdana Piala Dunia 2026, yakni Tarek Salman. Bek Qatar itu dijatuhi larangan bermain dalam dua pertandingan usai menerima kartu merah saat menghadapi Uni Emirat Arab di kualifikasi zona Asia.
Namun, dengan adanya keputusan dari FIFA, pemain yang juga membela Qatar di Piala Dunia 2022 itu tak perlu risau lagi. Jika pelatih Julen Lopetegui membawanya ke turnamen yang digelar Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini, Salman sudah dapat tampil sejak laga pertama melawan Swis di Levi's Stadium, Santa Clara.
Sehari sebelum pertemuan antara Infantino dan presiden konfederasi digelar, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) sudah menyatakan bakal berupaya agar sanksi terhadap Otamendi dibatalkan. Tim berjuluk Albiceleste membutuhkan tenaganya untuk tampil penuh di Piala Dunia 2026.
Melalui laman resminya, AFA mengumumkan ada dukungan dari Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez, untuk melakukan negosiasi dengan FIFA terkait hukuman terhadap Otamendi. Permohonan ini tidak cuma bermanfaat bagi Argentina, tapi juga Ekuador sebagai sesama anggota CONMEBOL.
“Asosiasi Sepak Bola Argentina telah mengambil langkah bersama Biro FIFA agar Nicolas Otamendi dapat tampil pada pertandingan pertama Piala Dunia 2026,” demikian sebagian isi pernyataan resmi AFA.